Riaukepri.com, ANAMBAS – Program padat karya di kawasan Bandara Letung kembali digelar pada tahun 2026. Kegiatan ini menjadi peluang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam penataan lingkungan bandara sekaligus memperoleh penghasilan tambahan.
Peserta kegiatan nantinya berasal dari masyarakat di sejumlah desa yang berada di Kecamatan Jemaja dan Kecamatan Jemaja Timur.
Untuk Wilayah Ulu Maras sendiri, Ujar Kepala Desa Ulu Maras, Bagus Wibawa, Pendaftaran dipusatkan di Kantor Desa Ulu Maras, Kecamatan Jemaja Timur, dan dibuka mulai 24 hingga 30 April 2026. Program ini secara khusus menyasar masyarakat Desa Ulu Maras yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Dalam pelaksanaannya, peserta akan dilibatkan dalam berbagai pekerjaan non-teknis, seperti pembersihan area bandara, penataan lingkungan, hingga perawatan fasilitas umum. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan semangat gotong royong.
Menariknya, setiap peserta yang terlibat akan menerima upah harian sebesar Rp150.000 untuk satu hari kerja. Program ini diharapkan mampu membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan tambahan penghasilan.
Meski demikian, Lanjut Kades, pihak penyelenggara menegaskan bahwa kuota peserta terbatas, sehingga masyarakat diimbau untuk segera mendaftarkan diri sebelum batas waktu pendaftaran berakhir.
“Kesempatan ini terbuka bagi warga Desa Ulu Maras. Namun karena kuota terbatas, kami harap masyarakat dapat segera mendaftar di kantor desa,” ujar Bagus.
Selain memberikan manfaat ekonomi, program padat karya ini juga bertujuan meningkatkan kebersihan dan kerapian kawasan Bandara Letung sebagai salah satu pintu gerbang penting di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas fasilitas bandara sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat lokal.
Kegiatan yang dilaksanakan mencakup pembersihan area, penataan taman, serta pekerjaan ringan lainnya yang mendukung kenyamanan lingkungan.
Kades Bagus Wibawa juga menegaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada hasil fisik, tetapi juga memiliki dampak sosial yang luas.
“Melalui kegiatan padat karya ini, kami ingin melibatkan masyarakat dalam menjaga dan memperindah kawasan bandara. Selain itu, program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Bagus.
Menurut Kades, Antusiasme masyarakat diperkirakan cukup tinggi, mengingat program ini memberikan kesempatan kerja jangka pendek dengan sistem upah harian. Di sisi lain, keterlibatan warga juga dinilai mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas umum, khususnya bandara.
Bandara Letung sendiri memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas antarwilayah di Kepulauan Anambas. Oleh karena itu, kebersihan, kerapian, dan kenyamanan lingkungan menjadi hal yang perlu terus dijaga.
Masyarakat yang berminat diimbau untuk segera mendaftarkan diri di Kantor Desa Ulu Maras sebelum kuota terpenuhi.
Diharapkan, program padat karya tahun 2026 ini dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan peningkatan kualitas layanan di Bandara Letung. (RK 15)







