Menu

Mode Gelap
Positif Sabu, Pemuda di Bantan Tengah Diamankan Satresnarkoba Polres Bengkalis Ditpolairud Polda Riau Gelar Program JALUR : Sambang nusa dan peduli ekonomi pesisir di Pulau Rupat Satresnarkoba Polres Bengkalis Ungkap Kasus Sabu di Bantan Tengah, Dua Pengedar Diamankan Polsek Pinggir Berhasil Tangkap DPO Narkoba di Kelurahan Titian Antui Polisi Gerebek Rumah di Pangkalan Jambi, 13 Paket Sabu Diamankan Polsek Bukit Batu Ungkap Kasus Narkotika Jenis Sabu di Sungai Pakning

Bintan

Sudah Sepekan Dilaporkan, Kasus Dugaan Sabotase Kelong Nelayan Berakit Belum Diusut Polisi

badge-check


					Akbar, m enunjukkan bukti laporan ke Polsek Bintan. (Foto: ist) Perbesar

Akbar, m enunjukkan bukti laporan ke Polsek Bintan. (Foto: ist)

RiauKepri.com,  BINTAN – Dugaan sabotase terhadap kelong apung milik nelayan di Desa Berakit, Kabupaten Bintan, memicu keresahan di kalangan nelayan setempat. Korban, Akbar, mendesak Polres Bintan segera bergerak cepat mengusut pelaku yang diduga sengaja memutus tali jangkar kelong hingga hanyut ke perbatasan Malaysia.

Peristiwa itu diketahui pada Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB saat Akbar bersama rekan-rekannya hendak mengoperasikan kelong apung miliknya. Namun setibanya di lokasi, kelong tersebut sudah tidak berada di titik tambatan.

Akbar kemudian berupaya mencari informasi kepada nelayan sekitar. Dari hasil penelusuran, muncul dugaan kuat bahwa tali jangkar kelong sengaja diputus oleh orang tak dikenal.
Pencarian dilakukan hingga larut malam, namun hasilnya nihil.

Keesokan harinya, Kamis (21/5/2026), Akbar kembali menerima informasi dari nelayan lain yang mengaku melihat seseorang diduga memutus tali jangkar kelong milik nelayan lainnya.

Tak lama berselang, Akbar mendapat kabar kelong miliknya telah hanyut hingga wilayah perbatasan Malaysia. Kecurigaan pun mengarah kepada sejumlah nelayan asal Desa Mantang yang diduga terlibat dalam aksi perusakan tersebut.

Pada Jumat (22/5/2026), Akbar bersama rekannya berangkat melakukan pencarian ke wilayah perbatasan. Kelong akhirnya ditemukan dan berhasil ditarik kembali ke perairan Indonesia sebelum dibawa ke pesisir Desa Berakit, Sabtu (23/5/2026) pagi.

Namun saat diperiksa, sejumlah perlengkapan di atas kelong diketahui hilang, mulai dari dua fiber, dua gulung tali jangkar hingga satu jangkar.
Akbar juga menemukan bekas potongan tali jangkar serta sisa jaring asing yang tersangkut di bagian bawah kelong. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa kelong sengaja dirusak dan dihanyutkan.

Akibat kejadian tersebut, Akbar mengaku mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah, termasuk biaya pencarian hingga koordinasi dengan aparat keamanan di wilayah perbatasan Malaysia.

“Hilangnya perlengkapan sekitar Rp15 juta. Ditambah biaya pencarian dan urusan di perbatasan, total kerugian lebih kurang Rp100 juta,” ujarnya.

Didampingi Ketua Nelayan Berakit, Dinar, Akbar telah melaporkan kasus itu ke Polres Bintan dan menjalani pemeriksaan. Namun hingga hampir sepekan berlalu, ia mengaku belum melihat adanya langkah konkret dari penyidik.

“Kami minta polisi serius menangani kasus ini. Nelayan sekarang resah melaut karena takut kejadian serupa terulang. Orang-orang yang kami curigai harus segera dipanggil dan diperiksa,” tegasnya. (red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Muhammad Al Mujrin Nahkodai PC PMII Tanjungpinang-Bintan Periode 2026–2027

28 Mei 2026 - 20:00 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Bintan Hadiri Sholat Idul Adha, Serahkan Sapi Kurban Presiden RI

27 Mei 2026 - 16:29 WIB

Bupati Bintan Ajak Masyarakat Perkuat Kebersamaan Melalui Pawai Takbir Idul Adha 1447 H

27 Mei 2026 - 06:28 WIB

Optimalisasi Layanan Tenaga Medis, Bintan Buka Beasiswa Dokter Spesialis

26 Mei 2026 - 13:12 WIB

HLUN ke-30, Bupati Bintan dan LKKS Salurkan 300 Paket Sembako untuk Lansia

26 Mei 2026 - 13:10 WIB

Trending di Bintan