Menu

Mode Gelap
Peredaran Narkoba di Desa Bumbung Digagalkan, Polisi Amankan Pelaku dan Barang Bukti ASEAN Menuju Usia 59 Tahun Spider Jujitsu Batam Raih Juara Umum III di Jakarta Jiu Jitsu Open 2026, Bawa Pulang 13 Medali Bersulang Geleng Bhabinkamtibmas Mentayan Tanam Cabe Bersama Masyarakat Sinergi Polri dan Petani Berbuah Manis, Jagung Hibrida Panen Melimpah di Batang Duku

Minda

ASEAN Menuju Usia 59 Tahun

badge-check


					ASEAN Menuju Usia 59 Tahun Perbesar

Hasrul Sani Siregar, MA
Alumni Hubungan Antarabangsa, IKMAS, UKM Bangi Selangor, Malaysia/Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau
Penulis Buku : Menuju ASEAN Community

 

ASEAN yang didirikan pada 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand oleh 5 negara yaitu Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia dan Singapura adalah merupakan organisaasi regional yang akan terus menjadikannya sebagai kekuatan regional di kawasan Asia Tenggara. Kemudian pada tanggal 8 Januari 1984 Brunei Darussalam bergabung ke dalam ASEAN yang kemudiaanya disusul oleh Vietnam pada tanggal 28 Juli 1995 disusul oleh Laos dan Myanmar (Burma) pada tanggal 23 Juli 1997 disusul oleh Kamboja pada tanggal 30 April 1999 dan terakhir Timor Leste bergabung menjadi anggota ASEAN pada 26 Oktober 2026 yang menjadikan ASEAN menjadi ASEAN Eleven.

ASEAN akan menuju di usia ke-59 Tahun pada 8 Agustus 2026. Dan ini menjadikan ASEAN sebagai kekuatan di kawasan Asia Tenggara. ASEAN Community Vision tpada tahun 2045 tentu memerlukan kekuatan dari semua anggota ASEAN yang akan menjadikan ASEAN sebagai kawasan yang tangguh, kompetitif dan berkelanjutan. Pada 8 Agustus 1967 ASEAN berdiri yang mana Filipina sebagai salah negara pendiri bersama sama dengan Indonesia, Thailand, Singapura dan Malaysia di tahun 2026 menjadi ketua ASEAN. ASEAN didirikan dengan beberapa tujuan diantaranya untuk menyelesaikan konflik yang terjadi khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai Ketua ASEAN 2026, Filipina dituntut untuk secara terus menerus mengupayakan tindakan nyata yang secara bersama-sama berupaya membangun kepercayaan, suasana damai, menciptakan kestabilan di kawasan ASEAN serta mendorong kerjasama yang bermanfaat bagi seluruh pihak yang berkepentingan khususnya bagi sesama negara-negara anggota ASEAN lainnya dan komunitas internasional sebagai mitra ASEAN seperti dalam KTT East Asian Summit yang melibatkan Jepang, Korea Selatan dan China (ASEAN + 3).

Deklarasi Bangkok awal mulanya bertujuan menyatukan negara-negara anggota ASEAN melalui usaha bersama dalam memajukan kerjasama ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat dan bangsa-bangsa di kawasan Asia Tenggara. Sebagai salah satu negara pendiri ASEAN (founding countries), Indonesia masih dianggap oleh negara-negara di kawasan Asia Tenggara lainnya memiliki pengaruh dalam menyatukan Negara-negara ASEAN serta dalam hal menjaga stabilitas ekonomi dan politik kawasan regional ASEAN dari pengaruh luar.

Hal yang demikian merupakan kontribusi yang positif bagi komunitas ASEAN dalam mewujudkan ASEAN sebagai “Eleven Nations, One Community”. Oleh sebab itu, ASEAN sebagai organisasi kawasan akan semakin besar lagi, tidak hanya dalam menyelesaikan masalah-masalah diantara negara-negara anggota ASEAN sendiri, juga ASEAN dituntut untuk dapat memberikan kontribusinya dalam menyelesaikan masalah-masalah di luar kawasan ASEAN seperti konflik internasional seperti halnya dalam konflik Ukraina dan Rusia serta Iran dan Amerika Serikat-Israel. Tentu juga menyelesaikan konflik di Laut China Selatan (LCS) yang melibatkan beberapa negara anggota ASEAN dengan China.

Sebagai suatu wahana utama dalam mewujudkan tujuan ASEAN yaitu menciptakan stabilitas dan keamanan regional maka forum regional ASEAN ini memiliki dua tujuan utama diantaranya; pertama, mengembangkan dialog dan konsultasi konstruktif mengenai isu-isu politik dan keamanan yang menjadi kepentingan dan perhatian bersama negara-negara yang tergabung dalam forum regional ASEAN tersebut. Kedua; memberikan konstribusi positif dalam berbagai upaya untuk mewujudkan dan membangun rasa saling percaya (confidence building), diplomasi pencegahan (preventive diplomacy) dan resolusi konflik (conflict resolution) di kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik. Jika kedua tujuan utama forum regional ASEAN tersebut dilaksanakan, isu-isu yang menyangkut tentang stabilitas dan keamanan di kawasan Asia Tenggara dan kawasan internasional dapat diselesaikan dengan cara-cara damai dan penyelesaiannya melalui meja perundingan.

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bersulang Geleng

31 Mei 2026 - 09:59 WIB

Pembisik Negeri

30 Mei 2026 - 08:11 WIB

Ganja Kakus

30 Mei 2026 - 07:29 WIB

Tahun ke Empat Pemerintahan Anwar Ibrahim

27 Mei 2026 - 12:53 WIB

Mengenal Minyak Non Konvensional (MNK): Energi Masa Depan yang Tersembunyi di Perut Bumi Indonesia

26 Mei 2026 - 06:08 WIB

Trending di Minda