RiauKepri.com, PEKANBARU– Belum genap 100 hari menjadi Direktur PT. SPR (Sarana Pembangunan Riau) Dr. H. Haris Kampay melakukan terobosan dan memecahkan rekor dengan melakukan MoU (Memorendum of Understanding) dengan PT. KSA (Karya Satria Abadi) pengelolaan sumur idle di wilayah kerja Rokan. MoU tersebut langsung diteken oleh Direktur SPR Dr. H. Haris Kampay dengan Direktur KSA di Kantor SPR Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Selasa (14/6[2026).
Menurut Haris Kampay, MoU ini dalam bentuk KSO (Kerja Sama Operasi) dengan PT. KSA sebagai pemenang kontrak sumur idle wilayah kerja Rokan yang didapat KSA.
“MoU sudah kita teken. Dan kalau ini berjalan mudah-mudahan menjadi langkah awal bagi SPR untuk meningkatkan sumbangan kepada PAD (Pendapatan Asli Daerah) Riau dan menciptakan lapangan pekerjaan,” tegas
Haris Kampay yang merupakan anak kedua dari pasangan H Abdullah dan almarhum Hj Fatimah.
Sebagai tindak lanjut dari MoU ini lanjut Haris, SPR akan melakukan kerja sama dengan pihak ketiga sebagai operator.
“Dan Alhamdulillah, sudah tiga perusahaan yang telah bersedia menjadi operator. Dan hari ini (Kamis, 16 Juli.red) kita sudah teken MoU dengan PT. Fondasindo Maret Berjaya sebagai operator.Yang pasti kita tidak akan bertumpu terhadap APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) dalam menjalankan setiap program yang kita buat,” tegas Haris Kampay.
Penandatanganan MoU antara SPR dan PT. Fondasindo Maret Berjaya langsung ditandatangani Haris Kampay dan Jonni, Direktur Cabang Fondasindo Maret Berjaya Wilayah Riau disaksikan Notaris Ira Asiska.
Usai menandatangani MoU, SPR dan FMB dipimpin Sekretaris SPR Hariyanto Karim langsung menyaksikan ekspos potensi minyak idle yang akan dikelola di kantor KSA (Karya Satria Abadi di Rumbai, Pekanbaru.
Direktur KSA, Dr. Taufik Arakhman menyambut baik atas MoU yang telah disepakati. Paling tidak lanjut Taufik, kita bisa mewujudkan target pemerintah untuk mewujudkan 1 juta barel minyak perhari. (RK2)








