RiauKepri.com, SIAK– Kabupaten Siak mendapat kado istimewa menjelang Hari Jadi ke-27. Naskah Syair Perang Siak ditetapkan sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) 2026 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas).
Kepala Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suhariyanto, menyampaikan ucapan selamat dan tahniah kepada Bupati Siak beserta seluruh jajaran dan masyarakat Kabupaten Siak atas penetapan tersebut.
“Selamat dan tahniah untuk Bupati dan seluruh jajarannya atas terpilihnya naskah Syair Perang Siak sebagai IKON tahun 2026. Ini juga merupakan hadiah untuk ulang tahun Kabupaten Siak yang ke-27,” ujar Suhariyanto.
Menurutnya, penetapan tersebut memiliki arti penting bagi Provinsi Riau karena Syair Perang Siak menjadi naskah pertama dari Riau yang berhasil ditetapkan sebagai IKON.
“Yang luar biasanya, ini merupakan naskah pertama yang diraih oleh Provinsi Riau dari Siak,” katanya.
Sementara itu, Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, M.Si., menyebutkan penetapan Syair Perang Siak sebagai IKON 2026 merupakan catatan sejarah penting bagi Kabupaten Siak.
Afni mengatakan, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa kontribusi Kerajaan Siak Sri Indrapura dalam sejarah perjuangan melawan penjajahan tidak boleh dilupakan.
“Ini menjadi bukti nyata catatan sejarah yang tidak boleh terlupakan tentang kontribusi Kerajaan Siak Sri Indrapura dalam melawan penjajah. Ini juga menjadi bukti nyata bahwa Sultan-Sultan Siak berjuang mempertahankan kemerdekaan,” ujar Afni.
Bupati perempuan pertama Siak itu menyebutkan, generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk menjaga sejarah tersebut sekaligus memperkuat komitmen bahwa Siak Sri Indrapura merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Sebagai bentuk syukur, kita mengarak naskah Syair Perang Siak ini dari LPTQ menuju Gedung Lembaga Adat Melayu Kabupaten Siak untuk diserahkan kepada Lembaga Adat Melayu Kabupaten Siak. Nantinya akan kita tempatkan di Istana Siak,” katanya.
Arak-arakan budaya sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan terhadap warisan sejarah Siak itu diikuti juga Wakil Bupati Siak Syamsurizal Budi, Ketua DPRD Siak Indera Gunawan, sejumlah anggota DPRD Siak, para tokoh Riau seperti Syamsuar dan Wan Abu Bakar, penngurus LAMR se-Kabupaten Siak.
Penetapan Syair Perang Siak sebagai IKON 2026, sambung Afni, juga memperkuat posisi Siak sebagai salah satu pusat penting kebudayaan Melayu di Riau. “Ini merupakan naskah kuno pertama. Ini menandakan bahwa jantung kemelayuan Riau berasal dari Kerajaan Siak, yang peninggalan sejarahnya masih bisa kita saksikan dan menjadi ruh kebudayaan rakyat Provinsi Riau,” ujarnya.
Afni menambahkan, penetapan tersebut semakin menguatkan semangat Pemerintah Kabupaten Siak untuk memperjuangkan Sultan Siak II, Tengku Buwang Asmara yang bergelar Sultan Mahmud Abdul Jalil, untuk diusulkan sebagai Pahlawan Nasional dari Provinsi Riau.
“Ini juga menjadi semangat Pemkab Siak untuk terus memperjuangkan Sultan Siak II Tengku Buwang Asmara, yang juga bergelar Sultan Mahmud Abdul Jalil, untuk kami usulkan menjadi Pahlawan Nasional dari Provinsi Riau,” katanya.
Afni mengajak masyarakat meramaikan arak-arakan budaya sebagai bagian dari syukuran atas ditetapkannya Syair Perang Siak sebagai Ingatan Kolektif Nasional 2026. (RK1)






