Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Uncategorized

HUT Kepri ke-24, IKPKR-Jawa Barat: Jauh di Perantauan, Semangat Bunda Tanah Melayu Tetap Menyala

badge-check

IKPKR Jawa Barat gelar doa bersama, pemotongan tumpeng, dan diskusi mengenai masa depan Kepri di tengah masyarakat perantauan. (Foto: ist) Perbesar

IKPKR Jawa Barat gelar doa bersama, pemotongan tumpeng, dan diskusi mengenai masa depan Kepri di tengah masyarakat perantauan. (Foto: ist)

RiauKepri.com, BANDUNG — Ikatan Keluarga Provinsi Kepulauan Riau (IKPKR)-Jawa Barat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Kepulauan Riau ke-24 dengan menggelar doa bersama, pemotongan tumpeng, dan diskusi mengenai masa depan Kepri di tengah masyarakat perantauan.

Kegiatan yang dihadiri sesepuh, tokoh senior, pengurus, masyarakat, dan mahasiswa asal Kepulauan Riau di Jawa Barat itu menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus meneguhkan kembali komitmen masyarakat Kepri di perantauan dalam berkontribusi bagi daerah asal.

Ketua IKPKR-Jawa Barat Faisal ditempat berbeda mengatakan jarak geografis tidak semestinya membuat masyarakat Kepri di perantauan kehilangan kepedulian terhadap kampung halaman.

“Walaupun kita berada jauh dari Kepulauan Riau, kita tidak boleh kehilangan kepedulian terhadap kampung halaman. Di mana pun berada, kita tetap membawa identitas sebagai masyarakat Kepri dan memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi,” kata Faisal.

Menurut dia, masyarakat Kepri di Jawa Barat memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat hubungan antara daerah dan diaspora. Karena itu, IKPKR-Jawa Barat berupaya menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah untuk menghimpun gagasan dan potensi masyarakat Kepri di tanah perantauan.

Wakil Ketua IKPKR-Jawa Barat Agus Tarman mengatakan keberadaan masyarakat Kepri di Jawa Barat seharusnya dapat menjadi kekuatan bagi pembangunan daerah.

“Perantauan bukan berarti meninggalkan kampung halaman. Ilmu, pengalaman, jaringan dan kesempatan yang kita dapatkan di Jawa Barat harus bisa menjadi modal untuk memberikan manfaat bagi Kepulauan Riau,” ujarnya.

Agus menilai masyarakat Kepri di Jawa Barat memiliki latar belakang dan kompetensi yang beragam, mulai dari mahasiswa, profesional, pelaku usaha hingga tokoh masyarakat. Potensi tersebut dapat dikonsolidasikan untuk membuka ruang kolaborasi di bidang pendidikan, ekonomi, investasi, sumber daya manusia dan kebudayaan.

Sekretaris Umum IKPKR-Jawa Barat Tonny Irawan mengatakan peringatan HUT Kepri juga menjadi momentum untuk mengingat kembali sejarah panjang pembentukan Provinsi Kepulauan Riau.

“Kepri bukan hadiah. Provinsi ini lahir dari perjuangan, cucuran keringat, pikiran, pengorbanan dan kebulatan tekad para pendahulu. Kalau dulu mereka berjuang untuk membentuk provinsi, tugas kita sekarang adalah melanjutkan perjuangan itu dengan mengisi dan membangun Kepri,” kata Tonny.

Ia mengatakan perjuangan generasi saat ini tidak lagi dalam bentuk perjuangan pembentukan provinsi, tetapi diwujudkan melalui upaya membangun Kepri agar semakin maju, makmur dan pembangunan dapat dirasakan secara merata dengan tetap mempertahankan identitas budaya Melayu.

“Cita-cita kita adalah Kepri yang maju, makmur, merata dan berbudaya. Kemajuan tidak hanya soal infrastruktur atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia, pemerataan pembangunan, pendidikan, ekonomi masyarakat dan terjaganya budaya Melayu,” ujarnya.

Tonny juga menyebut masyarakat Kepri di Jawa Barat memiliki posisi strategis karena berada di salah satu pusat pendidikan, ekonomi, teknologi, industri dan jejaring nasional.

“Warga Kepri di Jawa Barat bisa menjadi jembatan strategis. Kita dapat membawa pengetahuan, pengalaman, jaringan dan peluang kolaborasi untuk kepentingan pembangunan Kepri. Jadi kontribusi kepada daerah tidak selalu harus dilakukan dengan berada secara fisik di Kepri,” katanya.

Sementara itu, Dewan Penasihat IKPKR-Jawa Barat Sufriyadi Jusuf mengingatkan agar sejarah perjuangan pembentukan Kepri terus diwariskan kepada generasi muda.

“Generasi muda harus mengetahui bahwa Kepri yang kita nikmati hari ini lahir dari perjuangan panjang. Mereka perlu memahami sejarah dan mengetahui bahwa ada pengorbanan para pendahulu yang harus dihargai dan dilanjutkan,” ujar Sufriyadi.

Menurut dia, IKPKR memiliki peran penting dalam menjaga hubungan antargenerasi masyarakat Kepri di Jawa Barat.

“Senior membimbing, generasi muda melanjutkan. Yang paling penting adalah menjaga persatuan dan rasa memiliki terhadap Kepulauan Riau,” katanya.

Dalam diskusi tersebut, peserta juga membahas sejumlah isu terkait perkembangan Kepulauan Riau, antara lain pendidikan, pemerataan pembangunan, ekonomi, investasi, pengembangan sumber daya manusia, kepemudaan serta pelestarian budaya Melayu.

Peringatan HUT Kepri ke-24 juga menjadi kesempatan bagi IKPKR-Jawa Barat untuk mengenang perjuangan pembentukan provinsi tersebut. Perjuangan itu antara lain ditandai dengan Deklarasi Rakyat Kepulauan Riau pada 15 Mei 1999 yang dipelopori Badan Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR).

Rancangan Undang-Undang Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau kemudian disetujui dalam Rapat Paripurna DPR RI pada 24 September 2002 dan selanjutnya disahkan menjadi Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2002 pada 25 Oktober 2002.

Adapun penetapan 24 September sebagai Hari Jadi Provinsi Kepulauan Riau didasarkan pada Peraturan Daerah Provinsi Kepulauan Riau Nomor 2 Tahun 2011, yang mengambil momentum persetujuan RUU Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau dalam Rapat Paripurna DPR RI pada 24 September 2002.

Dalam kegiatan tersebut, IKPKR-Jawa Barat juga memberikan penghormatan kepada para tokoh dan pejuang pembentukan Kepri, termasuk tokoh yang turut berjuang dari Bandung, di antaranya Hj. Shufiar Hadisusilo, drg., Prof. Dr. M. Zen, dan Ir. H. Tengku Agustiar, ST., SH., serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan 24 tahun Provinsi Kepulauan Riau sekaligus harapan agar Kepri semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera.

Bagi IKPKR-Jawa Barat, peringatan HUT Kepri bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat Kepri di perantauan dan meneruskan semangat para pendahulu.

Dengan prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, masyarakat Kepri di Jawa Barat berkomitmen untuk tetap berkontribusi bagi lingkungan tempat tinggalnya sekaligus menjaga hubungan dengan tanah kelahiran.

“Jauh di perantauan bukan berarti jauh dari Kepri. Semangat Bunda Tanah Melayu harus tetap menyala melalui karya, persatuan, budaya dan pengabdian,” demikian semangat yang mengemuka dalam peringatan HUT Kepri ke-24 tersebut. (RK/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

RAPBD-P Siak 2026: Efisiensi Belanja Daerah Tembus Rp134,6 Miliar

25 Sep 2026 - 14:42 WIB

RAPBD-P Siak 2026: Efisiensi Belanja Daerah Tembus Rp134,6 Miliar

Dibantu BWSS III, Pemkab Siak Cuci Sungai Setelah Puluhan Tahun

22 Sep 2026 - 08:25 WIB

Dibantu BWSS III, Pemkab Siak Cuci Sungai Setelah Puluhan Tahun

TIDAR Desak Wali Kota Copot Plt Kasatpol PP: Jangan Tebang Pilih Tegakkan Perda

10 Sep 2026 - 13:42 WIB

TIDAR Desak Wali Kota Copot Plt Kasatpol PP: Jangan Tebang Pilih Tegakkan Perda

PWI Kepri Serahkan Karikatur kepada Kombes Eddwi Kurniyanto di Ujung Masa Tugas

10 Sep 2026 - 12:45 WIB

PWI Kepri Serahkan Karikatur kepada Kombes Eddwi Kurniyanto di Ujung Masa Tugas

Afni Jadi Kepala Daerah Pertama Minta Maaf: Rakyat Siak Jadi Korban Karhutla

7 Sep 2026 - 10:23 WIB

Afni Jadi Kepala Daerah Pertama Minta Maaf: Rakyat Siak Jadi Korban Karhutla
Trending di Uncategorized