RiauKepri.com, SIAK— Langkah anak-anak SD Negeri 17 Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, terasa berbeda, Kamis (1/10/2026). Mereka kembali memasuki ruang-ruang kelas yang kini lebih layak setelah sebelumnya bertahun-tahun belajar di tengah kondisi bangunan yang miring dan lantai yang banyak rusak.
Bagi siswa dan guru, perubahan itu bukan sekadar soal bangunan baru. Ruang belajar yang selama belasan tahun menanti revitalisasi kini kembali memberi rasa aman dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar.
Sekolah yang dibangun pada masa Bupati Siak Arwin AS tersebut, sebelumnya belum pernah mendapat revitalisasi. Kondisinya mulai memprihatinkan, dengan sejumlah ruang kelas miring dan lantai yang mengalami kerusakan.
Kondisi itu menjadi perhatian ketika Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, M.Si, berkunjung dan menginap di Kampung Teluk Lanus beberapa bulan lalu. Dalam dialog santai bersama masyarakat, persoalan sekolah disampaikan sebagai salah satu harapan warga.
Penghulu Teluk Lanus Irwan Syahroni mengatakan, masyarakat bersyukur harapan tersebut akhirnya terwujud melalui dukungan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).
“Alhamdulillah, hari itu terwujud. Saya mewakili masyarakat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Ibu Bupati dan RAPP atas dukungannya sehingga revitalisasi gedung sekolah SD Negeri 17 Teluk Lanus terwujud,” kata Irwan.
Revitalisasi tersebut mencakup sembilan lokal ruang belajar dan satu bangunan kantor. Bangunan yang sebelumnya membutuhkan perhatian kini disiapkan kembali untuk menunjang aktivitas belajar para siswa dan guru.
General Manager Senior Stakeholder Relations (SHR) PT RAPP Wan Mohd Jakh Anza mengatakan, pembangunan tersebut sejalan dengan visi April 2030, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat.
“Kami memiliki visi maju dan tumbuh berkembang bersama masyarakat, salah satunya pembangunan yang inklusif,” katanya.
Bagi Afni, revitalisasi sekolah di wilayah pesisir tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan upaya pemerintah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Saat melihat langsung kondisi sekolah beberapa bulan lalu, Afni mengaku prihatin. Namun di tengah efisiensi APBD, pemerintah daerah harus mencari jalan lain agar persoalan tersebut tetap bisa diselesaikan.
“Saya berpikir ini kondisinya di tengah APBD efisiensi, namun kita tidak boleh menyerah. Pasti masih ada jalan lain dan orang-orang baik yang membantu kita,” ungkap Afni.
Persoalan itu kemudian disampaikannya kepada manajemen RAPP saat bertemu di Jakarta. Dukungan perusahaan akhirnya membuat revitalisasi SD Negeri 17 Teluk Lanus dapat direalisasikan.
Afni berharap perubahan fisik sekolah tersebut diikuti semangat baru dari siswa dan guru dalam menjalankan proses belajar mengajar.
“Dengan revitalisasi bangunan sekolah ini, diharapkan para siswa dan guru lebih bersemangat dalam melakukan aktivitas mengajar,” ujarnya.
Selain dukungan dunia usaha, Afni menyebutkan pemerintah pusat juga melakukan revitalisasi sekolah di Kabupaten Siak. Berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat 74 sekolah jenjang TK, SD dan SMP yang mendapat revitalisasi melalui dana APBN tahun ini dengan nilai sekitar Rp64 miliar.
Bupati perempuan pertama di Siak itu meminta kepala sekolah terus memperbarui data pokok pendidikan (Dapodik), sementara para penghulu ikut membantu mengingatkan sekolah di wilayah masing-masing agar kebutuhan pendidikan dapat terdata dengan baik.
“Kolaborasi seperti ini sangat membantu mewujudkan layanan dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan dan infrastruktur yang memadai,” ucap Afni. (RK1/*)










