RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Keberadaan arsiparis dan tenaga pengelola arsip yang kompeten merupakan salah satu kunci keberhasilan penyelenggaraan kearsipan di daerah. “Kita perlu memikirkan bagaimana menyiapkan SDM kearsipan secara berkelanjutan,” ujar Kabid Kearsipan Dinas Perpustakaan Kota Tanjungpinang, Maswito.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Akademi Kearsipan Kota Tanjungpinang dapat menjadi salah satu gagasan untuk menjawab kebutuhan tersebut, sekaligus menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan kompetensi kearsipan,
Menurut Maswito, kebutuhan terhadap arsiparis semakin penting seiring meningkatnya jumlah arsip yang dihasilkan oleh perangkat daerah. Selain arsip dalam bentuk fisik, perkembangan pemerintahan digital juga menghasilkan arsip elektronik yang membutuhkan pengelolaan secara profesional.
Untuk itulah dalam proyek perubahan Pelatihan Adiministraor Kepemimpinan III yang saat ini tengah berjalan Maswito merancang Akademi Arsip TPI. Melalui Akademi Kearsipan, pengembangan kompetensi dapat diarahkan pada berbagai bidang, antara lain pengelolaan arsip dinamis, pengelolaan arsip statis, preservasi arsip, digitalisasi arsip, pengelolaan arsip elektronik, penyusutan arsip, serta layanan informasi kearsipan.
Maswito mengatakan Pembentukan Akademi Kearsipan Kota Tanjungpinang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah daerah dapat membangun kerja sama dengan perguruan tinggi, lembaga kearsipan, organisasi profesi, praktisi, serta instansi terkait.
Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada penyusunan kurikulum, penyediaan tenaga pengajar, pelaksanaan pelatihan, sertifikasi kompetensi, praktik lapangan, hingga pengembangan inovasi kearsipan berbasis digital.
Dengan konsep tersebut, Akademi Kearsipan tidak harus langsung dipahami sebagai lembaga pendidikan formal baru. Pada tahap awal, gagasan ini dapat dikembangkan sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan kompetensi kearsipan yang dilaksanakan melalui pelatihan, workshop, seminar, praktik, mentoring, dan pembelajaran digital. (*)







