RiauKepri.com, BINTAN – Konferensi Kabupaten (Konferkab) II Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), mulai memasuki fase politik organisasi. Perhatian kini mengarah pada perebutan kursi Ketua PWI Bintan periode 2026-2029.
Konferkab II PWI Bintan dijadwalkan berlangsung Kamis (15/10/2026) di Dmario Sunset Resto, Pantai Kampung Bugis, Kelurahan Tanjunguban Utara, Bintan.
Hingga kini, belum ada nama yang secara terbuka memastikan diri maju sebagai calon ketua. Peta dukungan di antara peserta juga masih cair.
Ketua PWI Bintan, Harjo Waluyo, mengakui belum mengetahui siapa yang akan tampil dalam kontestasi tersebut.
“Untuk bakal calon ketua sampai saat ini masih samar-samar. Belum tahu siapa yang bakal maju atau diusulkan peserta,” kata Harjo.
Situasi ini membuat bursa kepemimpinan PWI Bintan masih terbuka. Komunikasi dan konsolidasi antaranggota menjelang forum diperkirakan menjadi faktor penting dalam menentukan arah organisasi untuk tiga tahun mendatang.
Meski demikian, pemilihan ketua pada dua periode sebelumnya berlangsung melalui mekanisme mufakat. Pola tersebut membuka kemungkinan tradisi yang sama kembali digunakan dalam konferkab kali ini.
“Dalam dua kali masa pemilihan sebelumnya, itu dilakukan secara mufakat,” ujarnya.
Selain memilih ketua, Konferkab II juga akan menetapkan kepengurusan PWI Bintan periode 2026-2029, termasuk kepengurusan Seksi Wartawan Olahraga (SIWO).
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, pertanyaan kini mengerucut pada satu hal: siapa yang akan maju dan apakah kursi Ketua PWI Bintan kembali ditentukan melalui mufakat atau justru menghadirkan kontestasi terbuka?
Ketua Panitia Konferkab II PWI Bintan, Dewi Hartatik, mengatakan secara administrasi pihaknya telah mengantongi persetujuan dari Ketua PWI Kepri untuk melaksanakan konferkab.
“Secara administrasi, PWI Bintan sudah menerima persetujuan penyelenggaraan Konferkab II dari Ketua PWI Kepri. Ini juga menindaklanjuti rapat pengurus terkait pembentukan panitia,” kata Dewi.
Ia mengakui, keterbatasan anggaran menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan lokasi pelaksanaan. Karena itu, panitia melakukan sejumlah penyesuaian agar konferkab tetap dapat digelar sesuai jadwal. (RK/*)






