RiauKepri.com, SIAK- Pesan penuh harapan disampaikan Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, M.Si., saat menutup Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kecamatan Siak. Di tanah kelahirannya sendiri, Afni mengajak masyarakat tidak larut dalam kekhawatiran menghadapi kondisi ekonomi dan turunnya Dana Bagi Hasil (DBH) Migas.
Afni menyebutkan Siak sebagai negeri bertuah, bermarwah, serta negeri yang beradat dan beradab. Apa pun kondisi yang dihadapi saat ini, masyarakat tidak boleh kehilangan keyakinan dan semangat untuk terus berikhtiar.
“Jadi masyarakat Siak tak usah risau DBH Migas turun, tapi risaulah jika anak-anak dan kita semua jauh dari ajaran Al-Qur’an,” kata Afni.
Bupati perempuan pertama di Siak itu mengingatkan masyarakat agar menjadikan Al-Qur’an bukan sekadar bacaan dalam kegiatan MTQ, tetapi sebagai pegangan, pedoman, dan tuntunan dalam kehidupan sehari-hari.
Afni juga menyampaikan keyakinannya bahwa Allah SWT akan menjaga Tanah Sultan dan mencukupkan rezeki masyarakat Siak melalui berbagai jalan. Ia mengutip janji Allah dalam Surah Al-Insyirah, fa inna ma’al usri yusra, inna ma’al usri yusra, bahwa bersama setiap kesulitan terdapat kemudahan.
“Allah juga akan ganti air mata kami, dengan mata air sumber penghidupan yang halalan thayyiban lainnya,” ujar Afni.
Pesan tersebut terasa lebih personal karena disampaikan Afni di kampung kelahirannya. Sebelum menjadi Bupati Siak, ia mengaku pernah menjadi kafilah MTQ dan mengikuti cabang Syarhil Quran.
“Inilah kampung kelahiran saya, dimana dulunya saya juga mantan kafilah MTQ pada masanya bidang Syarhil Quran,” cerita Afni.
Karena itu, Afni menegaskan MTQ akan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Siak selama dirinya memimpin Kabupaten Siak. “Selagi saya Bupatinya, insyaAllah apapun yang terjadi, tak kan hilang MTQ di Negeri Istana,” tegasnya.
Mantan wartawan itu kembali mengajak masyarakat untuk tidak menjauh dari Al-Qur’an. Sebab, keberkahan sebuah negeri tidak hanya dibangun melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui kedekatan masyarakat dengan nilai-nilai agama.
“Apapun kondisi pada saat ini, masyarakat Siak jangan jauh dari Al-Qur’an karena bila negeri ingin mendapat berkah bacalah Al-Qur’an. Pintu rezeki terus dibuka,” ujarnya.
Di tengah kekhawatiran mengenai menurunnya DBH Migas, Afni menyebut pemerintah daerah tetap berikhtiar mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru. Salah satunya investasi besar di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB).
Afni membeberkan ada investasi galangan kapal senilai Rp1,6 triliun yang akan segera diresmikan di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB). Investasi itu diharapkan menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi dan lapangan penghidupan baru bagi masyarakat Siak.
Bagi Afni, berkurangnya penerimaan dari sektor migas bukan alasan untuk berhenti berharap. Di tengah perubahan zaman, dia mengajak masyarakat tetap berpegang pada Al-Qur’an, bersabar, sekaligus terus bekerja dan berikhtiar membuka pintu-pintu rezeki baru. (*)










