Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pekanbaru

Tinggalkan Jabatan Kapolda Riau, Herry Heryawan Bawa Persaudaraan dan Pesan Jaga Alam

badge-check

Tinggalkan Jabatan Kapolda Riau, Herry Heryawan Bawa Persaudaraan dan Pesan Jaga Alam Perbesar

RiauKepri.com, PEKANBARU– “Saya datang ke Riau sebagai Kapolda, tetapi saya meninggalkan Riau dengan membawa persaudaraan. Saya mungkin meninggalkan Riau dalam tugas, tetapi Riau tidak akan pernah saya tinggalkan dalam hati.”

Kalimat penuh haru itu menjadi pesan Komjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., saat menyampaikan kesan dan pesan dalam acara pelepasan dan syukuran kepindahannya. Di hadapan para pemangku adat, alim ulama, tokoh masyarakat, dan undangan, Herry tak sekadar berpamitan, tetapi juga menitipkan pesan tentang persaudaraan, kepedulian terhadap masyarakat, serta tanggung jawab menjaga alam.

Herry menyampaikan terima kasih kepada para Datuk dan pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau atas kehormatan, perhatian, doa, dan kasih sayang yang diberikan kepada dirinya bersama keluarga selama berada di Bumi Lancang Kuning.

Baginya, berdiri di hadapan para pemangku adat Melayu bukan sekadar sebuah kehormatan. Momen itu menjadi pengingat bahwa setiap amanah harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kerendahan hati.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas masih terdapat kekhilafan, sikap, maupun keputusan yang kurang berkenan di hati masyarakat.

Meski harus meninggalkan jabatan Kapolda Riau, Herry mengaku membawa banyak pelajaran dari tanah Melayu. Bukan hanya tentang kepemimpinan dan kebersamaan, tetapi juga tentang adat, budaya, serta cara menjaga sebuah negeri dengan hati.

Herry mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, pelaku usaha, insan media hingga kalangan akademisi, untuk terus memperkuat kolaborasi. Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai objek pembangunan, melainkan menjadi subjek yang bersama-sama menentukan masa depan daerahnya.

Herry juga menyoroti ironi Riau yang kaya akan sumber daya alam, mulai dari perkebunan sawit hingga minyak bumi, tetapi masih memiliki masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.

Herry menyinggung keberadaan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar serta masyarakat dalam kelompok desil kesejahteraan terbawah yang masih memerlukan dukungan bersama.

Ia menyebut wilayah pelosok Kabupaten Kepulauan Meranti dan Indragiri Hilir sebagai contoh daerah yang masih membutuhkan sentuhan pembangunan.

Karena itu, Herry mendorong pemerintah daerah, kepolisian, dan seluruh unsur masyarakat untuk bergotong royong memperluas akses bantuan dan meningkatkan indeks pembangunan manusia.

“Bagaimana kita bisa menguatkan komitmen untuk terus memberikan kebaikan kepada sesama dan juga kepada alam yang selama ini memberikan kehidupan, makanan, serta penghidupan kepada kita semua,” ujarnya.

Kepedulian terhadap lingkungan menjadi salah satu pesan yang paling ditekankan Herry dalam perpisahannya. Selama bertugas di Riau, ia mengaku belajar bahwa menjaga keamanan bukan hanya berarti melindungi manusia dari kejahatan, tetapi juga menjaga ruang kehidupan yang menopang kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.

Hutan, gambut, sungai, dan kawasan pesisir, menurutnya, bukan sekadar sumber daya yang dapat dimanfaatkan. Semuanya merupakan bagian dari kehidupan masyarakat dan warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang.

Ia menggambarkan penanaman pohon sebagai investasi panjang yang membutuhkan kesabaran. Tunas yang ditanam hari ini mungkin baru tumbuh menjadi pohon kuat setelah 10 hingga 15 tahun. Namun, pohon itulah yang kelak memberikan keteduhan dan melindungi kehidupan di sekitarnya.

Di balik pesan tersebut, Herry juga mengingatkan nasib satwa liar, termasuk gajah, yang kehilangan habitat akibat kerusakan hutan. Satwa-satwa itu tidak mampu menyuarakan ketidakadilan ketika ruang hidupnya dirusak manusia.

Karena itu, ia mendorong pendekatan green policing atau pemolisian berwawasan lingkungan. Ia menyampaikan bahwa gagasan tersebut mendapat dukungan Kapolri dan diarahkan menjadi bagian dari kegiatan kepolisian di seluruh Indonesia, antara lain melalui penanaman pohon, kegiatan kebersihan, serta keterlibatan langsung personel dalam kehidupan masyarakat.

Bagi Herry, perubahan mendasar dalam institusi kepolisian harus dimulai dari kehadiran nyata di tengah masyarakat. Polisi tidak cukup hanya menjalankan tugas rutin, tetapi juga harus mampu mendengar kebutuhan warga dan memberikan solusi atas persoalan yang mereka hadapi.

“Jabatan boleh berganti, tempat boleh berubah, tetapi pengabdian tidak boleh berhenti,” tegasnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Herry menitipkan tiga pesan kepada masyarakat Riau: merawat adat, menjaga masyarakat, dan melindungi alam. Ia berharap kekayaan daerah tidak hanya diukur dari melimpahnya sumber daya alam, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mewariskan kehidupan yang lebih baik kepada generasi berikutnya.

Di tengah suasana pelepasan, pesan itu menjadi lebih dari sekadar kata-kata perpisahan. Herry meninggalkan Riau dengan jabatan yang berganti, tetapi berharap persaudaraan, kepedulian sosial, dan semangat menjaga lingkungan tetap tumbuh di negeri yang pernah menjadi tempatnya mengabdi.

“Rawat adatnya, jaga masyarakatnya, lindungi alamnya,” pesannya.

Sebuah titipan bagi Bumi Lancang Kuning, sekaligus ungkapan bahwa bagi seorang pengabdi, perpindahan tugas tidak harus berarti berakhirnya ikatan hati dengan masyarakat yang pernah menjadi bagian dari perjalanannya. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

LAMR dan Pemprov Riau Lepas Herry Heryawan, Warisan Green Policing Jadi Amanah Bersama

10 Okt 2026 - 20:07 WIB

LAMR dan Pemprov Riau Lepas Herry Heryawan, Warisan Green Policing Jadi Amanah Bersama

Datuk Seri Taufik: Herry Heryawan Polisi yang Menyentuh Hati Lewat Budaya

10 Okt 2026 - 20:03 WIB

Datuk Seri Taufik: Herry Heryawan Polisi yang Menyentuh Hati Lewat Budaya

LAMR Gelar Helat Pelepasan dan Syukuran Kepindahan Herry Heryawan

10 Okt 2026 - 19:57 WIB

LAMR Gelar Helat Pelepasan dan Syukuran Kepindahan Herry Heryawan

Terkesop

10 Okt 2026 - 08:57 WIB

Terkesop

LAMR Provinsi Riau Apresiasi Penabalan Gelar Adat di Rokan Hulu

8 Okt 2026 - 20:08 WIB

LAMR Provinsi Riau Apresiasi Penabalan Gelar Adat di Rokan Hulu
Trending di Pekanbaru