Menu

Mode Gelap
Kejari Meranti Pulihkan Kerugian Negara Dari Kasus Korupsi sebesar Rp 663 Juta Bupati Bintan Sambut Kunjungan Wamen BKKBN, Dorong Lansia Tetap Produktif dan Perkuat Pencegahan Stunting Pengguna Jalan Diminta Waspada, Kawanan Lebah Berkumpul di Pasar Pagi Letung PWI Karimun dan PT Timah Tbk Berkolaborasi Serahkan 1 Ekor Sapi Kurban Untuk Masjid Al Muhajirin di Perumahan Gladiola Mengenal Minyak Non Konvensional (MNK): Energi Masa Depan yang Tersembunyi di Perut Bumi Indonesia BMKG Prakirakan Hujan Ringan hingga Petir Guyur Sejumlah Wilayah Kepri pada Selasa 26 Mei 2026

Pekanbaru

Jumpai Gubenur, Asmar Jelaskan Kondisi Meranti dari Infrastruktur Hingga Abrasi 

badge-check


					Jumpai Gubenur, Asmar Jelaskan Kondisi Meranti dari Infrastruktur Hingga Abrasi  Perbesar

RiauKepri.com, PEKANBARU – Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, melaporkan kondisi infrastruktur yang ada di wilayahnya kepada Gubernur Riau, Abdul Wahid, Kamis (17/4/2025), dalam rapat koordinasi perencanaan pembangunan se-Provinsi Riau, di Ruang Melati Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru.

Asmar menyampaikan sejumlah kebutuhan infrastruktur yang sangat mendesak untuk segera diselesaikan, agar aktivitas perekonomian masyarakat bisa berjalan lancar. Seperti pembangunan Jembatan Selat Akar di Kecamatan Tasik Putri Puyu, yang hingga kini belum rampung dikerjakan.

“Kami minta kepada Pak Gubernur, jembatan ini bisa segera diselesaikan karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Termasuk Jembatan Panglima Sampul, semoga tahun ini bisa segera dikerjakan,” ucap Asmar.

Kemudian, Asmar mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Riau, yang telah mengerjakan pembangunan jalan Alai-Mengkikip.

“Alhamdulillah sudah bisa dilewati masyarakat, hanya tinggal hot mix yang belum. Semoga pembangunannya bisa diteruskan oleh Pemprov Riau di tahun 2025 ini,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Bupati Asmar turut menyampaikan kondisi pesisir pantai di Kepulauan Meranti yang terus terkikis oleh abrasi, terutama di Pulau Rangsang. Adapun total pesisir pantai yang terkena abrasi, sepanjang 148 kilometer, sedangkan pembangunan batu pemecah gelombang baru terbangun 3,18 kilometer.

“Untuk itu kami mohon Pak Gubernur untuk melaporkan hal ini kepada pemerintah pusat, agar dapat segera ditindaklanjuti, karena ini termasuk pulau terluar Indonesia,” harap Asmar.

Sementara itu, Gubernur Riau, Abdul Wahid, mengharapkan lewat rakor tersebut bisa menghasilkan program-program yang disepakati bersama dan disampaikan kepada pemerintah pusat. Oleh karenanya, dia meminta para kepala daerah menyampaikan dan menginventarisir berbagai kebutuhan serta kendala yang dihadapi.

“Hasil dari Rakor ini nantinya akan kita tindaklanjuti bersama pemerintah pusat. Selanjutnya kita datangi kementerian apa saja yang kiranya sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang kita hadapi,” sebut Abdul Wahid. (RK12)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ruang Asa Project Bersama HIMA Fisioterapi Universitas Awal Bros Hadirkan Kepedulian untuk Lansia Lewat Program “Lansia Sehat”

25 Mei 2026 - 08:10 WIB

Tim FIB UNILAK Laksanakan Pengabdian Masyarakat Usung Randai Kuantan Singingi di SMAN 10 Pekanbaru

24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Zikir Listrik

24 Mei 2026 - 07:32 WIB

Adat Merantau

23 Mei 2026 - 09:26 WIB

Dekatkan Diri dengan Warga Pesisir, Polda Riau Hadirkan Program JALUR di Teluk Leok

22 Mei 2026 - 14:41 WIB

Trending di Pekanbaru