RiauKepri.com, PEKANBARU- Sebagai meningkatnya kemandirian ekonomi dan daya saing daerah, perlunya Pemerintah Provinsi Riau melakukan penguatan dan pengembangan kawasan industri. Hal ini sudah menjadi kesepakatan dalam Musrenbang tahun 2026 pada 2 Mesi 2025 lalu. Salah satu implementasi kemandirian ekonomi itu bagaimana memanfaatkan kawasan industri yang sudah ada di tanah Melayu Lancang Kuning ini.
Berpijak dari itu, dalam pertemuan dengan Kementerian Bappenas, selain meminta bantuan agar Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II dipindahkan ke luar Kota Pekanbaru, Gubernur Riau Abdul Wahid juga mengusulkan agar kawasan industri Tenayan di Pekanbaru dan kawasan ekonomi Siak Hulu di Kampar, menjadi satu kawasan industri yang terintegrasi.
Menurut Gubri Wahid, konektivitas di wilayah Tenayan dan Siak Hulu sekarang sudah memadai dengan adanya exit tol Pekanbaru – Rengat, dan Pekanbaru – Dumai yang mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Kalau bisa dikelola menjadi kawasan industri terintegrasi umpamanya, itu kan lebih baik dan infrastrukturnya sudah cukup, di sana ada exit toll Pekanbaru -Rengat dan Pekanbaru-Dumai,” ucap Gubri Wahid.
Gubri Wahid yang membawa semua bupati/wali kota untuk menjolok dana APBN, yakin bila kedua kawasan industri itu terintegrasi sangat menjanjikan atau sangat bagus untuk perkembangan ekonominya. (RK1)
Editor: Dana Asmara







