Menu

Mode Gelap
Perempuan LAMR Meriahkan Milad ke-56 dengan Delapan Kegiatan Budaya dan Sosial Tulang Politik Pasar Sosial Tetti Amalia Apresiasi Penanaman Jagung Serentak Polsek Jemaja, Perkuat Kemandirian Pangan Daerah Matangkan Persiapan Porprov Kepri 2026, Tarung Derajat Anambas Pasang Target Tiga Emas Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Jemaja Tanam Jagung di Lahan Petani Bukit Padi

Pekanbaru

Buka Festival Budaya Melayu 2024, Pj Gubri Rahman Hadi: Memperkokoh Budaya Bangsa

badge-check


					Buka Festival Budaya Melayu 2024, Pj Gubri Rahman Hadi: Memperkokoh Budaya Bangsa Perbesar

RiauKepri.com, PEKANBARU – Pj Gubernur Riau, Rahman Hadi secara resmi membuka festival budaya Melayu 2024 mengusung tema “Rempah dalam Khazanah Alam Melayu Riau: Meramu Hulu Menghimpun Muara” di Bandar Sri Melayu, Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Kamis (5/9/2024).

Kedatangan Rahman Hadi dan tamu undangan lainnya disambut dengan pukulan kompang dan pencak silat sekaligus tari persembahan zapin Melayu Riau. Pembukaan festival budaya Melayu 2024 ditandai dengan pemotongan pita oleh Pj Gubernur Riau.

Atas nama Pemerintah Provinsi Riau, Pj Gubernur Riau menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua yang hadir, terutama kepada Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Ristek.

Rahman Hadi menyampaikan bahwa di tengah situasi derasnya arus global saat ini, masuknya budaya luar tidak mudah untuk dibendung. Karena itu, event Festival Budaya yang bermuatan lokal penting dilakukan.

“Festival Budaya Melayu ini tentunya sebagai sarana edukasi sekaligus cara melestarikan budaya lokal,” kata Pj Gubernur Riau.

Lanjutnya, festival ini juga menjadi sarana penting dalam memperkenalkan budaya asli Indonesia kepada generasi muda, agar mereka mengetahui begitu banyak adat istiadat di tengah masyarakat Riau.

“Melalui majelis seperti ini, akan memberikan kekuatan dan semangat yang senantiasa bagi kita untuk mengokohkan kebudayaan bangsa,” imbuhnya.

Sebagai mana diketahui, Riau merupakan kawasan hutan tanah yang direpresentasikan dalam berbagai simbol kebudayaan Melayu. masyarakat Melayu Riau yang cenderung mengidentifikasi puak-puak berdasarkan sungai-sungai besar di tempat ia bermukim.

Setidaknya, terdapat empat sungai yang mengaliri kawasan Riau, dan keseluruhan sungai itu bermuara ke Selat Melaka, kawasan pelayaran paling ramai yang menghubungkan beberapa pusat perdagangan dunia sejak masa lampau maupun masa kolonial.

“Riau memiliki irisan yang jelas terhadap Jalur Rempah, baik di sisi kebudayaan apalagi keekonomian. Peran sungai yang penting itu menjadi bagian utama yang direpresentasikan dalam bentuk tradisi-tradisi yang tak dapat dilepaskan dari sungai sebagai medianya yang menjadi khazanah budaya Melayu di Riau,” terangnya.

Ia menilai, Festival budaya Melayu 2024 ini selain menarasikan sejarah, budaya, dan masyarakat dalam literasi Jalur Rempah, juga berupaya agar tradisi dan kebiasaan yang berkait dengan khazanah rempah dan kekayaan alam Riau tersebut kembali direvitalisasi untuk masa depan kebudayaan.

Bahkan Festival Budaya Melayu ini akan menjadi ruang bersama bagi komunitas dan masyarakat umum untuk menyimpai kearifan lokal, tradisi budaya, hutan tanah serta potensi alam lingkungan dan adat istiadat untuk mengokohkan jati diri Melayu Riau dalam kenusantaraan.

“Kami ucapkan selamat ber festival, semoga dengan adanya kegiatan ini akan dapat semakin menggali potensi budaya di negeri ini yang pada akhirnya membawa kemajuan bagi kebudayaan Melayu Riau ke depannya,” tutupnya. (Galeri)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perempuan LAMR Meriahkan Milad ke-56 dengan Delapan Kegiatan Budaya dan Sosial

7 Juni 2026 - 11:01 WIB

Tulang Politik

7 Juni 2026 - 09:32 WIB

Tebar Keberkahan Bagi Alam, BRK Syariah Ikut Tanam Pohon di Kawasan Stadion Utama Riau

6 Juni 2026 - 14:39 WIB

Tegak Tiang Tonggol, LAMR Teguhkan Marwah Melayu di Usia ke-56

6 Juni 2026 - 10:16 WIB

Milad Tahun ke-56 LAMR, Perkuat Hak Adat dan Pewarisan

6 Juni 2026 - 09:37 WIB

Trending di Pekanbaru