Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Melayu FIB Unilak Ikuti Pelatihan Kompetensi Calon Guru di BGTK Riau Gas Metana: Pembelajaran Berharga dari Ledakan di Grand Polonia Medan Polsek Mandau Ungkap Kasus Penyalahgunaan Ekstasi, Dua Terduga Diamankan Dukung Program P4GN Persiapan Porprov Riau 2027, KONI dan Disporapar Meranti Mulai Matangkan Persiapan Polsek Bantan Siapkan Lahan Ketahanan Pangan, Gandeng Kelompok Tani Milenial Tanam Jagung Pipil Imigrasi Selatpanjang dan Kejari Meranti Resmi Jalin Kerja Sama Penanganan Masalah Hukum

Siak

Bina Desa Mahasiswa PBM FIB Unilak Dalami Adat Pernikahan Mempura Siak

badge-check

Pencak silat di acara pernikahan Mempura, Siak Perbesar

Pencak silat di acara pernikahan Mempura, Siak

RiauKepri.com, SIAK – Mahasiswa KKN Tematik/Binadesa Pendidikan Bahasa Melayu (PBM) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning turut menghadiri prosesi pernikahan adat Melayu pasangan Elvi dan Veroon pada 8 Juni 2026 di Sungai Mempura, Kabupaten Siak. Kehadiran mahasiswa dalam acara tersebut menjadi pengalaman berharga untuk menyaksikan secara langsung adat Melayu yang masih terjaga dan dilaksanakan dengan penuh penghormatan oleh masyarakat setempat.

Suasana adat mulai terasa ketika rombongan mempelai pria datang berarak menuju rumah mempelai perempuan dengan iringan tabuhan kompang dari Grup Kompang Sri Kembayat (Cahaya Negeri). Bunyi kompang yang menggema menyatu dengan langkah arak-arakan, menghadirkan suasana yang khidmat dan penuh kebersamaan. Masyarakat yang hadir tampak antusias menyaksikan rangkaian prosesi yang memperlihatkan kuatnya budaya Melayu di Sungai Mempura.

Setibanya di halaman rumah mempelai perempuan, rombongan disambut dengan atraksi Silat Kubu yang dibawakan oleh Hapis Azmar dan Bapak Nasrun. Gerakan silat yang tegas namun penuh penghormatan memperlihatkan seni bela diri Melayu yang diwariskan turun-temurun. Setiap langkah dan gerakan menjadi simbol penyambutan kepada mempelai lelaki beserta rombongan keluarga yang datang.

Prosesi Silat Kubu berlangsung hingga di batas yang ditandai dengan daun kelapa. Setelah itu, kedua pesilat berdamai sebagai tanda diterimanya rombongan mempelai lelaki. Suasana kemudian dilanjutkan dengan tradisi saling melempar beras kuning yang melambangkan doa, restu, dan harapan baik bagi kehidupan rumah tangga kedua mempelai.

Prosesi berikutnya dilanjutkan dengan Silat Sembah yang dibawakan oleh Darimel dan Ocu Bain dan M. Yunus sebagai bentuk penghormatan sebelum mempelai lelaki dipersilakan memasuki rumah mempelai perempuan. Gerakan yang ditampilkan memperlihatkan kelembutan adat Melayu yang menjunjung tinggi sopan santun dan tata krama.

Suasana adat semakin terasa ketika berlangsung tradisi palang pintu yang dipimpin oleh Bapak Syahril A. M. A. Dalam prosesi tersebut terjadi balas pantun berbahasa Melayu antara kedua pihak keluarga sebelum rombongan diperbolehkan masuk. Pantun-pantun yang disampaikan tidak hanya menghibur para tamu, tetapi juga menunjukkan indahnya bahasa Melayu yang masih terus dijaga hingga saat ini.

Setelah seluruh rangkaian adat selesai dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan makan beradat bersama keluarga dan tamu undangan. Tradisi pernikahan adat Melayu di Sungai Mempura ini menjadi gambaran bahwa budaya Melayu masih hidup, dijaga, dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas masyarakat Siak. (Rls)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pelajar Siak Raih Medali Emas Olimpiade Sains Nasional 2026

20 Juli 2026 - 12:51 WIB

Lantaklah!

19 Juli 2026 - 07:00 WIB

BSP Resmi Memulai Perundingan PKB, Bangun Hubungan Industrial Berkelas Global Berlandaskan Budaya Melayu

17 Juli 2026 - 15:56 WIB

Temui Wapres Gibran, Bupati Siak Perjuangkan Hak DBH bagi Daerah Penghasil SDA

17 Juli 2026 - 09:30 WIB

Siak Perkuat Sinergi dengan Pusat, Dorong Percepatan Infrastruktur Siak

16 Juli 2026 - 12:07 WIB

Trending di Siak