Menu

Mode Gelap
Pemkab Siak Kukuhkan SOTK Baru, Terjadi Mutasi Demi Kelancaran Pembayaran Gaji ASN Ikuti Seminar Peningkatan Mutu Akademik, Puluhan Mahasiswa Unilak Muntah 3 Rumah di Dusun Nadi Bangka Tengah Terseret Arus Banjir, PT TIMAH Tbk Salurkan 300 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Sepuluh Kepala Daerah dan Tiga Wartawan Raih Trofi Abyakta di HPN 2026 Prakiraan Cuaca Kepri Selasa, 13 Januari 2026: Hujan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah, Masyarakat Diimbau Waspada Kecelakaan Tunggal di Pelalawan, Sepasang Karyawan Bank Tewas

Riau

LAMR Minta BLK Riau Diberdayakan Maksimal

badge-check


					Pengurus LAMR berfoto bersama Plt BLK Riau Perbesar

Pengurus LAMR berfoto bersama Plt BLK Riau

RiauKepri.com, PEKANBARU,–Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau, meminta Satuan Pelaksana (Satpel) Balai Latihan Kerja (BLK) atau Balai Besar Vokasi dan Produktivitas diberdayakan secara maksimal. Sejak Balai ini dihibahkan Pemprov Riau ke pemerintah pusat , statusnya mengambang dan sulit untuk mengembangkan diri.

“Oleh karena itu, LAMR berkeinginan agar fasilitas ini memberi makna signifikan kepada masyarakat Riau, khususnya kepada anak kemanakan provinsi ini, ” kata Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, kepada media hari Senin (24/2).

Pernyataan itu dibuat setelah LAMR menerima kunjungan Hefriadi Putra, Plt Balai Besar Vokasi dan Produktivitas Riau, Senin. Dia diterima Ketum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk Seri H. R. Marjohan Yusuf didampingi Datuk Seri Taufik. Selain itu ada Ketua MKA Datuk Nazif Efendi dan anggota MKA Datuk Lukman Syam.

Hal pertama yang harus dilakukan untuk pemberdayaan tersebut adalah menetapkan status BLK itu sendiri. Sejak diserahkan kepada pemerintah pusat, BLK Riau amat memprihatinkan. Lembaga ini belum memiliki Struktural Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) tersendiri , tergantung pada balai besar kerja Sumut.

Mau membuat program, perusahaan yang ada di Riau, enggan untuk kerja sama, sebab status seperti sekarang menyebabkan BLK Riau tidak bisa mengeluarkan sertifikat. Akhirnya BLK Riau menumpang kegiatan pada BLK lain yang tentu saja tidak bisa memprioritaskan tenaga kerja tempatan.

Status yang ada sekarang pun menyebabkan dana operasional BLK Riau amat minimal, tak sampai Rp 20 juta per dua tahun. Pengelolanya pun hanya dua orang, PNS vertikal. Padahal, BLK ini mampu mendidik berbagai keahlian seperti las dan alat berat, bersaing secara global.

Baik Datuk Seri Marjohan maupun Datuk Seri Taufik, sepakat menyuarakan bahkan mendesak pihak terkait memberdayakan BLK tersebut baik pemerintah pusat, daerah, dan kalangan dunia usaha. Datuk Lukman Syam diminta memimpin tim bentukan LAMR untuk mewujudkan maksud tersebut. (RK3)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Siak: Jika Belum Bisa Melayani dengan Baik, Jangan Malu Minta Maaf

12 Januari 2026 - 14:53 WIB

PT BSP Berprestasi dan Peduli, Konsisten Jaga Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat

12 Januari 2026 - 12:40 WIB

Pengungkapan Sumpah Bertandatangan Gubernur Riau (Berhalangan Sementara) Abdul Wahid

12 Januari 2026 - 09:45 WIB

Pakar: Pipa Gas PT TGI Meledak Lagi Karena Tidak Ada Inspeksi Menyeluruh

11 Januari 2026 - 11:45 WIB

Sultan Menangis

11 Januari 2026 - 07:32 WIB

Trending di Minda