Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Rabu, 22 Juli 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada Mahasiswa Pendidikan Bahasa Melayu FIB Unilak Ikuti Pelatihan Kompetensi Calon Guru di BGTK Riau Gas Metana: Pembelajaran Berharga dari Ledakan di Grand Polonia Medan Polsek Mandau Ungkap Kasus Penyalahgunaan Ekstasi, Dua Terduga Diamankan Dukung Program P4GN Persiapan Porprov Riau 2027, KONI dan Disporapar Meranti Mulai Matangkan Persiapan Polsek Bantan Siapkan Lahan Ketahanan Pangan, Gandeng Kelompok Tani Milenial Tanam Jagung Pipil

Pekanbaru

Gubri Wahid: Penyambutan Secara Adat Ini Momentum untuk Bersatu

badge-check

Abdul Wahid, Gubernur Riau Perbesar

Abdul Wahid, Gubernur Riau

RiauKepri.com, PEKANBARU- Ketika adat dan budaya dijulang, maka semuanya bersatu. Karena, dengan adat dan budaya dapat membantu masyarakat memahami dan menghargai identitas mereka sendiri. Selain itu, dengan Adat dan budaya dapat menjadi simbol kebersamaan dan kesatuan masyarakat. Sehingga dapat menghargai keragaman.

Kalau adat dan budaya sudah tersemat, maka dapat membantu meningkatkan rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap negara dan bangsa yang muaranya membangun masyarakat yang lebih harmonis, inklusif, dalam keberagaman itu.

Tampaknya Gubernur Riau, Abdul Wahid, paham betul bertapa penting adat dan budaya dalam membangun Provinsi Riau ke depan. Sehingga beliau sangat mengapresiasi kepada LAMR Provinsi Riau yang telah melaksanakan penyambutkan kepada daerah dan wakil kepala daerah secara adat, tepuk tepung tawar secara serentak.

“Momen prosesi penyambutan secara adat ini menjadi langkah untuk bersinergi dan bersatu padu membangun bumi lancang kuning ini,” ucap Gubri Wahid dalam elu-eluanya.

Gubri Wahid mengaku, dia tak menyangka penyambutan kepala daerah dan wakil kepala daerah se-Riau yang dikemas LAMR begitu meriah dan dinanti-nanti masyarakat Riau.

“Saya juga tidak menyangka, bahwa penyambutan secara adat ini bertepatan pula dengan 1 Ramadhan dan 1 Maret. Artinya kita bersatu. Tentu hal ini awal yang baik, mudah-mudahan menyediakan ruang perhimpunan dalam suasana adat untuk kemaslahatan bersama. Sebelum kami bertugas, kami ingin minta tunjuk ajar kepada tokoh adat dan tokoh masyarakat, tentu saat inilah momennya,” ungkap Gubri Wahid.

Adanya perhelatan adat tepuk tepung tawar ini, sambung Gubri Wahid, maka ini sebagai simbol mendapatkan restu dan amanah untuk memimpin Riau dengan penuh tanggungjawab. Sehingga semakin tersemat berkomitmen Gubri Wahid, kedepan untuk selalu tetap menjunjung tinggi adat dan budaya Melayu.

“Kita sama-sama berada dan berpijak di tanah Melayu Riau yang kita cintai ini, dan sudah menjadi keharusan bagi kita untuk menjunjung kebudayaan sebagai jati diri daerah ini yang bersendikan Islam. Mudah-mudahan adat seperti ini tidak kita lupakan, terus kita jaga,” harap Gubri Wahid.

Di sisi lain, pada momentum bersejarah yang menggabungkan seluruh pemimpin daerah dengan kearifan lokal dan tradisi adat Melayu yang ditaja LAMR Provinsi Riau, Gubri Wahid mengatakan, langkah pertama yang akan dia lakukan fokus melakukan pembenahan struktur layanan publik.  Karena hal ini langsung bisa dirasakan masyarakat.(RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Rida K Liamsi Laporkan Dugaan Penipuan dan Pengalihan Aset ke Polda Riau, Sengketakan Tanah di Jalan Arifin Ahmad

20 Juli 2026 - 19:02 WIB

Empat Daerah di Riau Tuntas Bayar Gaji dan TPP ke-13, Siak Masuk Daftar Meski Dihimpit Tekanan Fiskal

20 Juli 2026 - 15:33 WIB

Di Ruang Sidang, Abdul Wahid Minta Maaf Kepada UAS: “Saya Menyeret Nama Beliau”

20 Juli 2026 - 12:16 WIB

Lewat Riau Bhayangkara Run, BRK Syariah Kampanyekan Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Syariah

20 Juli 2026 - 10:02 WIB

Penyair Riau Bacakan Puisi Dengan Berbagai Ekspresi di Hari Raya Puisi Indonesia

19 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trending di Pekanbaru