Menu

Mode Gelap
Polres Meranti Bongkar Dua Kasus Peredaran Sabu dalam Sehari, Empat Diduga Pengedar Diamankan Tiga Begal Bersenjata Tajam Beraksi di Pekanbaru, Seorang Wanita Terluka Langkah Perdana Penuh Makna, Ruang Beraksi Indonesia Hadirkan Edukasi dan Kepedulian bagi Anak-anak Panti Asuhan At Taqwa Karimun Hari Mangrove Sedunia 2026, Kapolres Kepulauan Meranti Tegaskan Pelestarian Lingkungan Tanggung Jawab Bersama Polres Bengkalis Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Dana Satpol PP TA 2021–2022 Kemunculan Harimau Sumatra di Sungai Api Panjang

Pekanbaru

Gubri Wahid: Penyambutan Secara Adat Ini Momentum untuk Bersatu

badge-check

Abdul Wahid, Gubernur Riau Perbesar

Abdul Wahid, Gubernur Riau

RiauKepri.com, PEKANBARU- Ketika adat dan budaya dijulang, maka semuanya bersatu. Karena, dengan adat dan budaya dapat membantu masyarakat memahami dan menghargai identitas mereka sendiri. Selain itu, dengan Adat dan budaya dapat menjadi simbol kebersamaan dan kesatuan masyarakat. Sehingga dapat menghargai keragaman.

Kalau adat dan budaya sudah tersemat, maka dapat membantu meningkatkan rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap negara dan bangsa yang muaranya membangun masyarakat yang lebih harmonis, inklusif, dalam keberagaman itu.

Tampaknya Gubernur Riau, Abdul Wahid, paham betul bertapa penting adat dan budaya dalam membangun Provinsi Riau ke depan. Sehingga beliau sangat mengapresiasi kepada LAMR Provinsi Riau yang telah melaksanakan penyambutkan kepada daerah dan wakil kepala daerah secara adat, tepuk tepung tawar secara serentak.

“Momen prosesi penyambutan secara adat ini menjadi langkah untuk bersinergi dan bersatu padu membangun bumi lancang kuning ini,” ucap Gubri Wahid dalam elu-eluanya.

Gubri Wahid mengaku, dia tak menyangka penyambutan kepala daerah dan wakil kepala daerah se-Riau yang dikemas LAMR begitu meriah dan dinanti-nanti masyarakat Riau.

“Saya juga tidak menyangka, bahwa penyambutan secara adat ini bertepatan pula dengan 1 Ramadhan dan 1 Maret. Artinya kita bersatu. Tentu hal ini awal yang baik, mudah-mudahan menyediakan ruang perhimpunan dalam suasana adat untuk kemaslahatan bersama. Sebelum kami bertugas, kami ingin minta tunjuk ajar kepada tokoh adat dan tokoh masyarakat, tentu saat inilah momennya,” ungkap Gubri Wahid.

Adanya perhelatan adat tepuk tepung tawar ini, sambung Gubri Wahid, maka ini sebagai simbol mendapatkan restu dan amanah untuk memimpin Riau dengan penuh tanggungjawab. Sehingga semakin tersemat berkomitmen Gubri Wahid, kedepan untuk selalu tetap menjunjung tinggi adat dan budaya Melayu.

“Kita sama-sama berada dan berpijak di tanah Melayu Riau yang kita cintai ini, dan sudah menjadi keharusan bagi kita untuk menjunjung kebudayaan sebagai jati diri daerah ini yang bersendikan Islam. Mudah-mudahan adat seperti ini tidak kita lupakan, terus kita jaga,” harap Gubri Wahid.

Di sisi lain, pada momentum bersejarah yang menggabungkan seluruh pemimpin daerah dengan kearifan lokal dan tradisi adat Melayu yang ditaja LAMR Provinsi Riau, Gubri Wahid mengatakan, langkah pertama yang akan dia lakukan fokus melakukan pembenahan struktur layanan publik.  Karena hal ini langsung bisa dirasakan masyarakat.(RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Tiga Begal Bersenjata Tajam Beraksi di Pekanbaru, Seorang Wanita Terluka

28 Juli 2026 - 19:06 WIB

Upaya Peningkatan Deviden dan PAD tak Pernah Berhenti, Direktur SPR Haris Kampay Teken MoU di Bidang Kelistrikan dengan PT AJA

28 Juli 2026 - 14:18 WIB

Kolaborasi LAMR-FH UIR Perkuat Kajian Hukum Adat Melayu

28 Juli 2026 - 11:33 WIB

LAMR: Ketahanan Energi Harus Berbasis Kebudayaan

27 Juli 2026 - 16:52 WIB

‎Mahasiswa Sastra Indonesia UNILAK Juara 1 Lomba Melukis PEKSIMIDA Riau

27 Juli 2026 - 15:30 WIB

Trending di Pekanbaru