Menu

Mode Gelap
Pemkab Siak Kukuhkan SOTK Baru, Terjadi Mutasi Demi Kelancaran Pembayaran Gaji ASN Ikuti Seminar Peningkatan Mutu Akademik, Puluhan Mahasiswa Unilak Muntah 3 Rumah di Dusun Nadi Bangka Tengah Terseret Arus Banjir, PT TIMAH Tbk Salurkan 300 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Sepuluh Kepala Daerah dan Tiga Wartawan Raih Trofi Abyakta di HPN 2026 Prakiraan Cuaca Kepri Selasa, 13 Januari 2026: Hujan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah, Masyarakat Diimbau Waspada Kecelakaan Tunggal di Pelalawan, Sepasang Karyawan Bank Tewas

Pekanbaru

Gubri Wahid: Penyambutan Secara Adat Ini Momentum untuk Bersatu

badge-check


					Abdul Wahid, Gubernur Riau Perbesar

Abdul Wahid, Gubernur Riau

RiauKepri.com, PEKANBARU- Ketika adat dan budaya dijulang, maka semuanya bersatu. Karena, dengan adat dan budaya dapat membantu masyarakat memahami dan menghargai identitas mereka sendiri. Selain itu, dengan Adat dan budaya dapat menjadi simbol kebersamaan dan kesatuan masyarakat. Sehingga dapat menghargai keragaman.

Kalau adat dan budaya sudah tersemat, maka dapat membantu meningkatkan rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap negara dan bangsa yang muaranya membangun masyarakat yang lebih harmonis, inklusif, dalam keberagaman itu.

Tampaknya Gubernur Riau, Abdul Wahid, paham betul bertapa penting adat dan budaya dalam membangun Provinsi Riau ke depan. Sehingga beliau sangat mengapresiasi kepada LAMR Provinsi Riau yang telah melaksanakan penyambutkan kepada daerah dan wakil kepala daerah secara adat, tepuk tepung tawar secara serentak.

“Momen prosesi penyambutan secara adat ini menjadi langkah untuk bersinergi dan bersatu padu membangun bumi lancang kuning ini,” ucap Gubri Wahid dalam elu-eluanya.

Gubri Wahid mengaku, dia tak menyangka penyambutan kepala daerah dan wakil kepala daerah se-Riau yang dikemas LAMR begitu meriah dan dinanti-nanti masyarakat Riau.

“Saya juga tidak menyangka, bahwa penyambutan secara adat ini bertepatan pula dengan 1 Ramadhan dan 1 Maret. Artinya kita bersatu. Tentu hal ini awal yang baik, mudah-mudahan menyediakan ruang perhimpunan dalam suasana adat untuk kemaslahatan bersama. Sebelum kami bertugas, kami ingin minta tunjuk ajar kepada tokoh adat dan tokoh masyarakat, tentu saat inilah momennya,” ungkap Gubri Wahid.

Adanya perhelatan adat tepuk tepung tawar ini, sambung Gubri Wahid, maka ini sebagai simbol mendapatkan restu dan amanah untuk memimpin Riau dengan penuh tanggungjawab. Sehingga semakin tersemat berkomitmen Gubri Wahid, kedepan untuk selalu tetap menjunjung tinggi adat dan budaya Melayu.

“Kita sama-sama berada dan berpijak di tanah Melayu Riau yang kita cintai ini, dan sudah menjadi keharusan bagi kita untuk menjunjung kebudayaan sebagai jati diri daerah ini yang bersendikan Islam. Mudah-mudahan adat seperti ini tidak kita lupakan, terus kita jaga,” harap Gubri Wahid.

Di sisi lain, pada momentum bersejarah yang menggabungkan seluruh pemimpin daerah dengan kearifan lokal dan tradisi adat Melayu yang ditaja LAMR Provinsi Riau, Gubri Wahid mengatakan, langkah pertama yang akan dia lakukan fokus melakukan pembenahan struktur layanan publik.  Karena hal ini langsung bisa dirasakan masyarakat.(RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Siak Kukuhkan SOTK Baru, Terjadi Mutasi Demi Kelancaran Pembayaran Gaji ASN

13 Januari 2026 - 17:24 WIB

Ikuti Seminar Peningkatan Mutu Akademik, Puluhan Mahasiswa Unilak Muntah

13 Januari 2026 - 15:48 WIB

‎Rektor Unilak Jadi Pembina Upacara di SMK Pertanian Terpadu, Dorong Guru dan Siswa Lanjut Kuliah

12 Januari 2026 - 15:27 WIB

PT BSP Berprestasi dan Peduli, Konsisten Jaga Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat

12 Januari 2026 - 12:40 WIB

Pakar: Pipa Gas PT TGI Meledak Lagi Karena Tidak Ada Inspeksi Menyeluruh

11 Januari 2026 - 11:45 WIB

Trending di Inhu