Menu

Mode Gelap
Komunitas Pemuda Sawang Berkolaborasi Bersama PT Timah Gelar Lomba Mancing Agar Lebih Nyaman Pengurus Masjid Nurul Huda Desa Kundur, Kundur Barat Pasang Paping Block Mahasiswa KKN UGM Bekali PKK Jemaja Timur Keterampilan Kerajinan dan Pemanfaatan Media Sosial Tuntutan 8,5 Tahun Menghampiri Abdul Wahid, Ruang Sidang Berlanjut ke Pledoi Kadin Kepri Himpun Asosiasi Pariwisata, Soroti Travel Ilegal hingga Mahalnya Tiket Feri Internasional Panitia HUT RI ke 81 Kecamatan Ungar Siapakan 6 Agenda Kegiatan

Nasional

Setelah Tiga Tahun, PT Timah Menenggelamkan Artificial Reef, Saatnya Sudah Berhasil Menjadi Karang Alami

badge-check


					Setelah Tiga Tahun, PT Timah Menenggelamkan Artificial Reef, Saatnya Sudah Berhasil Menjadi Karang Alami Perbesar

RisuKepri.com, PANGKALPINANG – Setelah tiga tahun sejak 2022 – 2025 PT Timah Tbk menenggelamkan artificial reef di dasar laut Rambak, Kecamatan Sungai Liat Kabupaten Bangka saat ini artificial reef tersebut sudah berhasil menjadi karang alami

Artificial Reef tersebut berfungsi sebagai rehabilitasi ekosistem laut dan telah ditumbuhi penempelan alami (natural recruitment), menjadi habitat baru bagi berbagai biota laut.

Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan Yayasan Sayang Babel Kite bersama Dosen Ilmu Kelautan Universitas Bangka Belitung, Indra Ambalika Syari pada 15 Maret 2025 lalu menunjukkan bahwa struktur artificial reef kini telah menjadi rumah bagi berbagai jenis karang alami serta menarik keberagaman ikan dan biota laut lainnya.

Hal ini menjadi indikator keberhasilan dalam membangun ekosistem bawah laut yang sehat dan memberikan dampak bagi biota laut. Sebelumnya, PT Timah Tbk telah menenggelamkan 240 unit artificial reef di kawasan tersebut.

“Hasil monitoring menunjukkan artificial reef yang ditenggelamkan telah ditempeli karang alami sehingga banyak ikan-ikan yang datang. Ini artinya terumbu karang buatan sudah menjadi terumbu alami. Yang membuat rasa bahagia, ikan karang indikator juga ada di kawasan itu tidak hanya ikan-ikan target yang memiliki nilai ekonomis tinggi,” ungkap Indra

Beberapa jenis ikan indikator yang ada di perairan tersebut seperti dari famili Chaetodontidae, Pomacentridae, Apogonidae, dan banak jenis ikan lainnya, sedangkan ikan target yang ada di perairan ini seperti ikan seminyak, kakap merah, kerapu, tompel, dan sisik tembaga.

Menurutnya, penenggelaman artificial reef ini terbilang berhasil karena jika dilihat dari indeks keanakeragaman hayati sudah lebih dari 30 jenis ikan yang berada di sekitar artificial reef.

PT Timah Tbk rutin melakukan penenggelaman artificial reef sebagai upaya pengelolaan ekosistem laut yang dilakukan perusahaan.

“Setelah ditenggelamkan, biasanya akan dilakukan monitoring dan perawatan media selama tiga tahun. Dalam monitoring ini kita bisa melihat komposisi jenis ikan dan penempelan alami. Sedangkan untuk perawatan seperti memperbaiki posisi artificial reef, membersihkan sampah yang tersangkut seperti jaring atau sampah kantong plastik. Ini upaya berkelanjutan sehingga hasilnya bisa dirasakan nelayan,” ungkap Indra

Lebih jauh menurut Indra, koordinat penenggelaman artificial reef ini juga sudah dibagikan kepada nelayan sehingga memudahkan mereka untuk menangkap ikan.

Proses penenggelamaan artificial reef PT Timah Tbk berkolaborasi dengan kelompok nelayan dan untuk koordinat penenggelaman juga dibagikan. Sehingga nelayan sebetulnya bisa memanfaatkan ini agar mereka mudah untuk mencari titik penangkapan ikan, ujar Indra

Dengan adanya penenggelaman artificial reef yang dilaksanakan secara konsisten, hal ini sebagai upaya untuk menambah terumbu alami di laut, habitat ekosistem laut bertambah dan keanakeragaman jenis ikan bertambah.

“Penenggalaman artificial reef ini adalah solusi dan upaya yang dilakukan agar seluruh sektor bisa memanfaatkan keberkahan dari laut, baik PT Timah Tbk maupun pihak lain. Kita berharap kegiatan rehabilitasi dan program reklamasi laut bisa digalakkan oleh perusahaan lainnya juga. Karena Babel ini Provinsi dengan sekitar 70% adalah laut. Kalau laut kita berkah, masyarakat ikut berkah dan sejahtera,” ungkap Indra

Selain di Perairan Rambak, menurutnya beberapa lokasi penenggelaman artificial reef PT Timah Tbk lainnya yang terbilang berhasil seperti di Rebo dan Penyusuk Kabupaten Bangka, Pulau Panjang dan Pulau Pelepas Kaupaten Bangka Tengah, Perairan Tanjung Kubu Kabupaten Bangka Selatan, dan Perairan Tanjung Ular dan Malang Gantang Kabupaten Bangka Barat.(RJ)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BRK Syariah Perkuat Kiprah di Kancah Nasional, Tegaskan Komitmen Kepatuhan Syariah dan Pengelolaan Zakat Berdampak

8 Juli 2026 - 00:40 WIB

Di Tengah Ketidakpastian Global, PNBP Visa Imigrasi Tumbuh 6,42 Persen pada Semester I 2026

7 Juli 2026 - 20:17 WIB

Bupati Meranti Minta DPR RI Tetapkan Kebijakan Afirmatif dalam RUU Daerah Kepulauan

6 Juli 2026 - 19:39 WIB

Di Forum APKASI, Bupati Siak Suarakan Otonomi Daerah di Ujung Tanduk

3 Juli 2026 - 14:07 WIB

Perah! Duit Petani pun Diembat Bupati Suhardiman, KPK: SHU KUD Dipotong Setengahnya

2 Juli 2026 - 10:34 WIB

Trending di Kuansing