Menu

Otomatis
Breaking News

Pekanbaru

Bangun Hubungan Harmonis Tripatrit, Ini yang Dilakukan Gubri

badge-check

Gubernur Riau Abdul Wahid. F : Ist Perbesar

Gubernur Riau Abdul Wahid. F : Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU- Sebagai langkah membangun hubungan harmonis antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha (Tripatit), Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid, melakukan dialog kolaborasi bersama perwakilan serikat pekerja dan buruh wilayah Riau dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day).

Helat yang berlangsung di PTPN IV (Regional III), Pekanbaru, Kamis (01/05/2025), ini diharapkan Gubri Wahid tidak sekadar seremoni tetapi momentum bagi semua pihak untuk duduk bersama dalam mencari solusi demi kemajuan Riau.

Gubri Wahid menyebutkan, sangat penting peran Tripartit (pemerintah, pengusaha, dan pekerja), dalam hubungan industrial. Karenanya, ketiganya harus bersinergi demi menciptakan keadilan sosial dan ekonomi. Tersebab itu, kehadiran aparat TNI/Polri sebagai jaminan rasa aman dalam menyampaikan aspirasi.
“Jangan khawatir, tuntutan teman-teman selalu mendapat dukungan dari aparat dan pemerintah. Hari ini adalah May Day is kolaborasi day, artinya hari ini kita berkolaborasi. Semua harus terbuka kalau ada tuntutan disampaikan,” kata Gubri Wahid.

Gubernur Abdul Wahid juga mengajak semua pihak untuk hidup berdampingan dan saling memahami posisi satu sama lain. Ia menyatakan, Pemprov Riau siap mendengarkan dan merespons kebutuhan buruh secara konstruktif. “Pemerintah harus mendengarkan dan pengusaha harus berbesar hati,” katanya.

Pada kesempatan itu, Gubri Wahid sekilas bercerita sejarah singkat May Day yang bermula dari perjuangan kaum buruh pada 1886 di Perancis. Kemudian memicu gelombang aksi besar di Chicago, Amerika Serikat.

“Hari ini ada catatan sejarah tentang My Day, tadi Pak Kapolda berbisik kepada saya, itu 1886 di Perancis, karena terjadinya pertemuan antara kaum proletar yang menuntut kaum borjuis,” ujar Gubri Wahid.

Ketimpangan antara kaum pekerja dan pengusaha menjadi pemicu gerakan revolusi serta reformasi di banyak negara. Menurutnya, absennya peran negara dalam menjembatani ketimpangan itulah yang menyebabkan konflik pergolakan sosial.

“Ketimpangan-ketimpangan inilah yang dulu, tidak hadirnya pemerintah sehingga memicu revolusi,” ucap Gubri Wahid. (RK1/MCR)

 

Editor : Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Persiapan Pacu Jalur 2026 Sudah 85 Persen

10 Agu 2026 - 14:51 WIB

Persiapan Pacu Jalur 2026 Sudah 85 Persen

Ulang Tahun Riau di Bawah Langit Jerebu

9 Agu 2026 - 14:04 WIB

Ulang Tahun Riau di Bawah Langit Jerebu

Surat Siak ke Presiden

9 Agu 2026 - 12:02 WIB

Surat Siak ke Presiden

Peduli Petani Sawit, Bupati Afni Terima SIEXPO Award 2026 Dari Menteri Bappenas RI

8 Agu 2026 - 14:27 WIB

Peduli Petani Sawit, Bupati Afni Terima SIEXPO Award 2026 Dari Menteri Bappenas RI

Milad Gelisah

8 Agu 2026 - 08:23 WIB

Milad Gelisah
Trending di Minda