Menu

Mode Gelap
Ustadz Darmawansyah Putra : Hablum Minannas Harus Dibangun Sejak Usia Dini Program SEHATI 2026 Bantu UMKM Kepri Urus Sertifikasi Halal, Pedagang Kuliner Tanjungpinang Rasakan Manfaatnya Polisi Ungkap Sindikat Curanmor Batam, Motor Korban Mulai Dikembalikan ke Pemilik Dentuman Meriam Buluh Meriahkan Ramadan di Siak, Puluhan Peserta Ramaikan Lomba 18 KUB Desa Gemuruh Dapat Bantuan Sembako Dari PT Timbak TBK Jelang Lebaran Idul Fitri 1447 H, Lurah Bersama RT RW Pasang Lampu Elektrik dan Pelite di Sepanjang Jalan

Pekanbaru

Dialog Ketum DPH LAMR dengan Saleh Djasit, Bicara Landasan Daerah Istimewa Riau

badge-check


					Bersilaturahmi Ketum Dewan Pimpinan Harian LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil ke rumah Saleh Djasit Kamis petang (15/5/2025). F: Ist Perbesar

Bersilaturahmi Ketum Dewan Pimpinan Harian LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil ke rumah Saleh Djasit Kamis petang (15/5/2025). F: Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU- Gubernur Riau pada masanya, Saleh Djasit, sangat senang dan mendukung adanya perjuangan untuk status Riau menjadi daerah istimewa. Apalagi landasannya adalah sejarah dan kebudayaan.

“Secara pribasi saya sangat bangga dan bahagia adanya perjuangan menjadikan Riau sebagai daerah istimewa, apalagi LAMR diminta memimpin perjuangan ini. Tentunya lah hal ini berkaitan dengan budaya. Sebab, sudah lama kita mencanangkan bahwa Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu dunia,” kata Saleh Djasit kepada Ketum Dewan Pimpinan Harian LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, yang bersilaturahmi ke rumahnya, Kamis petang (15/5/2025).

Dalam pandangan Saleh Djasit, tak ada alasan untuk tidak menjadikan Riau sebagai daerah istimewa, karena begitu besar negeri ini berkontribusi untuk negara. “Tak terbantahkan bahwa bahasa Indonesia itu berasal dari bahasa Melayu Riau,” ucap tokoh masyarakat Riau yang berkarisma ini.

Dari sisi kebudayaan, sambung Saleh Djasit, sejak zaman Presiden Soekarno lagi budaya Melayu Riau selalu menjadi istimewa. “Jika ada tamu negara datang, itu Presiden Soerkarno menari joget, joget serampang duabelas,” ungkap Saleh Djasit.

Dipandang dari jejak sejarah, ucap Saleh Djasit, bahwa sumbangsih negeri ini cukup besar terhadap kemerdekaan Republik Indonesia, hal ini ditandai bergabungnya kerajaan-kerajaan yang ada di Riau ke NKRI. “Belum lagi potensi alam Riau yang cukup luar biasa,” katanya.

Terkait landasan daerah istimewa Riau ini, Saleh Djasit senada dan segendang dengan Datuk Seri Taufik. “Patut dipertimbangkan daerah istimewa Riau bahwa
saat Indonesia merdeka, masih berdiri dengan kokoh sejumlah kerajaan Melayu yakni Siak, Indragiri, Pelalawan, Gunung Sahilan, Lima Luhak Rohul, dan pemerintahan adat Andiko 44,” kata Datuk Seri Taufik.

Kerajaan-kerajaan itu semua, sambung Datuk Seri Taufik, menyatakan bergabung dengan Republik Indonesia, sekaligus menyerahkan kedaulatan dan harta tak sedikit, termasuk harta milik pribadi.

Paling terkenal memang Sultan Syarif Kasyim II, bersamaan dengan kedaulatan, beliau menyerahkan ladang minyak seperti di Minas yang waktu itu sudah berproduksi sekitar 50.000 barrel per hari.

Pertimbangan lain daerah istimewa Riau, ungkap Datuk Seri Taufik, Riau menjadi salah satu pusat Kerajaan Sriwijaya yang menyebarkan bahasa Melayu.

“Patut juga dicatat bahwa dalam UU Provinsi Riau no. 19/2022 dicantumkan bahwa karekteristik Riau adalah adat dan budaya Melayu dengan keragaman kabupaten/ kotanya. Ini menjadi garis untuk keistimewaan Riau. Riau menjadi daerah istimewa adalah pemulihan yang seharus mendapat hal ini. Artinya memang sewajarnya,” ungkap Datuk Seri Taufik. (RK1)

 

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hujan Emas

15 Maret 2026 - 06:16 WIB

Talang Mamak Minta Perlindungan dan Pendampingan LAMR

14 Maret 2026 - 13:08 WIB

Polda Riau Gelar Program “JALUR” di Pesisir Sungai Siak, Bagikan Ratusan Takjil dan Layanan Kesehatan Gratis

14 Maret 2026 - 05:54 WIB

Kompang Aib

14 Maret 2026 - 05:50 WIB

Dari Sembako hingga Tabungan: BRK Syariah Buka Akses Keuangan bagi Disabilitas

12 Maret 2026 - 19:17 WIB

Trending di Pekanbaru