Menu

Mode Gelap
Ustadz Darmawansyah Putra : Hablum Minannas Harus Dibangun Sejak Usia Dini Program SEHATI 2026 Bantu UMKM Kepri Urus Sertifikasi Halal, Pedagang Kuliner Tanjungpinang Rasakan Manfaatnya Polisi Ungkap Sindikat Curanmor Batam, Motor Korban Mulai Dikembalikan ke Pemilik Dentuman Meriam Buluh Meriahkan Ramadan di Siak, Puluhan Peserta Ramaikan Lomba 18 KUB Desa Gemuruh Dapat Bantuan Sembako Dari PT Timbak TBK Jelang Lebaran Idul Fitri 1447 H, Lurah Bersama RT RW Pasang Lampu Elektrik dan Pelite di Sepanjang Jalan

Pekanbaru

Berkaitan Daerah Istimewa, Riau Berterima Kasih kepada Indonesia

badge-check


					Rapat perdana Badan Pekerja Perwujudan Daerah Istimewa Riau (BPP  DIR) di Pekanbaru, Sabtu (17/5/2025). F: Ist Perbesar

Rapat perdana Badan Pekerja Perwujudan Daerah Istimewa Riau (BPP DIR) di Pekanbaru, Sabtu (17/5/2025). F: Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU – Berkaitan dengan usulan status daerah istimewa yang dilaungkan pemerintah pusat untuk daerah ini, berbagai elemen masyarakat Riau mengucapkan terima kasih kepada Indonesia. Berbagai hal dipersiapkan untuk mewujudkan status itu.

Demikian salah satu isi rapat perdana Badan Pekerja Perwujudan Daerah Istimewa Riau (BPP DIR) di Pekanbaru, hari Sabtu (17/5). Rapat dipimpin Ketua BPP DIR, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, dihadiri berbagai pimpinan organisasi seperti MUI Riau, DMDI, FPK, dan FKUB. Selain itu hadir Ketum MKA LAMR.

Perihal daerah istimewa Riau menyeruak dalam rapat antara Dirjen Otonomi Daerah dengan Kemendagri 27 April lalu. “Jadi kita bukan merebut, tapi dihidangkan setelah wacana itu lama digaungkan dari Riau ini, ” kata salah seorang peserta rapat, Datuk Mardhiansyah.

Datuk Seri Taufik membenarkan hal tersebut. Makanya sekarang, berdasarkan usulan berbagai elemen, LAMR membentuk BPP DIR. Berbagai hal dipersiapkan seperti naskah akademis dan konsolidasi sesama. Secara nonformal, Gubernur dan Ketua DPRD Riau sudah dihubungi yang menanggapinya dengan positif.

Mereka senada menyatakan kelayakan Riau sebagai daerah istimewa. Kerajaan-kerajaan dan pemerintahan adat yang ada bergabung dengan RI yang sekaligus menyerahkan kekayaan pribadi dan kerajaan seperti ladang minyak. Satuan sistem ini masih terus hidup dengan berbagai dinamikanya yang membangun pradaban tersendiri di bawah label Melayu.

Badan pekerja yang dibentuk LAMR ini terdiri atas delapan bagian seperti hubungan antar daerah, lembaga, arsip, publikasi, selain tim naskah akademis. Dukungan telah mengalir seperti dari organisasi masyarakat, pemuda, dan mahasiswa. (RK3)

 

Editor: Dana Asmra

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hujan Emas

15 Maret 2026 - 06:16 WIB

Talang Mamak Minta Perlindungan dan Pendampingan LAMR

14 Maret 2026 - 13:08 WIB

Polda Riau Gelar Program “JALUR” di Pesisir Sungai Siak, Bagikan Ratusan Takjil dan Layanan Kesehatan Gratis

14 Maret 2026 - 05:54 WIB

Kompang Aib

14 Maret 2026 - 05:50 WIB

Dari Sembako hingga Tabungan: BRK Syariah Buka Akses Keuangan bagi Disabilitas

12 Maret 2026 - 19:17 WIB

Trending di Pekanbaru