Menu

Mode Gelap
Sekda Ronny Kartika Paparkan Indeks Profesionalitas ASN pada Latsar CPNS Bintan Angkatan XXI Pencarian Korban Lompat dari Kapal Dumai Line Dihentikan? Pengembangan Kasus, Polsek Bukit Batu Ringkus Dua Pengedar Sabu di Dumai Kemnaker Gandeng TikTok, Perkuat Talenta Ekonomi Digital dan Buka Peluang Kerja Baru Komitmen Tanpa Kompromi: Polres Bengkalis Gencarkan Perang Narkoba, Desa Jangkang Jadi Pelopor Kampung Bersih dari Narkoba Bupati Siak Buka Pelatihan Guru RA, Tekankan Pendidikan Berbasis Cinta

Pekanbaru

Berkaitan Daerah Istimewa, Riau Berterima Kasih kepada Indonesia

badge-check


					Rapat perdana Badan Pekerja Perwujudan Daerah Istimewa Riau (BPP  DIR) di Pekanbaru, Sabtu (17/5/2025). F: Ist Perbesar

Rapat perdana Badan Pekerja Perwujudan Daerah Istimewa Riau (BPP DIR) di Pekanbaru, Sabtu (17/5/2025). F: Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU – Berkaitan dengan usulan status daerah istimewa yang dilaungkan pemerintah pusat untuk daerah ini, berbagai elemen masyarakat Riau mengucapkan terima kasih kepada Indonesia. Berbagai hal dipersiapkan untuk mewujudkan status itu.

Demikian salah satu isi rapat perdana Badan Pekerja Perwujudan Daerah Istimewa Riau (BPP DIR) di Pekanbaru, hari Sabtu (17/5). Rapat dipimpin Ketua BPP DIR, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, dihadiri berbagai pimpinan organisasi seperti MUI Riau, DMDI, FPK, dan FKUB. Selain itu hadir Ketum MKA LAMR.

Perihal daerah istimewa Riau menyeruak dalam rapat antara Dirjen Otonomi Daerah dengan Kemendagri 27 April lalu. “Jadi kita bukan merebut, tapi dihidangkan setelah wacana itu lama digaungkan dari Riau ini, ” kata salah seorang peserta rapat, Datuk Mardhiansyah.

Datuk Seri Taufik membenarkan hal tersebut. Makanya sekarang, berdasarkan usulan berbagai elemen, LAMR membentuk BPP DIR. Berbagai hal dipersiapkan seperti naskah akademis dan konsolidasi sesama. Secara nonformal, Gubernur dan Ketua DPRD Riau sudah dihubungi yang menanggapinya dengan positif.

Mereka senada menyatakan kelayakan Riau sebagai daerah istimewa. Kerajaan-kerajaan dan pemerintahan adat yang ada bergabung dengan RI yang sekaligus menyerahkan kekayaan pribadi dan kerajaan seperti ladang minyak. Satuan sistem ini masih terus hidup dengan berbagai dinamikanya yang membangun pradaban tersendiri di bawah label Melayu.

Badan pekerja yang dibentuk LAMR ini terdiri atas delapan bagian seperti hubungan antar daerah, lembaga, arsip, publikasi, selain tim naskah akademis. Dukungan telah mengalir seperti dari organisasi masyarakat, pemuda, dan mahasiswa. (RK3)

 

Editor: Dana Asmra

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Haru dan Penuh Makna, BRK Syariah Lepas 12 Pegawai Menuju Tanah Suci

16 April 2026 - 11:19 WIB

Milad ke-33 Dapen Bankriaukepri, Bukti Konsistensi dan Kepercayaan yang Terjaga

15 April 2026 - 18:00 WIB

Hikayat Kerendahan Hati dan Jejak Seorang Pemimpin: Kisah Saleh Djasit dari Mata Para Tokoh

15 April 2026 - 11:36 WIB

LAMR Luncurkan Autobiografi Saleh Djasit: Jalan Hidup Anak Pujud

15 April 2026 - 09:49 WIB

Evaluasi Menyeluruh Panipahan, Kapolda Riau Lakukan Rotasi Besar dan Perkuat Perang Melawan Narkoba

15 April 2026 - 07:29 WIB

Trending di Pekanbaru