Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Senin, 27 April 2026: Hujan Ringan hingga Petir Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Kronologis, Motif, dan Pelaku Penembakan Gedung Putih Semarak Hari Nelayan Nasional ke-66, Pesisir Senggarang Dipenuhi Antusiasme Masyarakat Ruang Asa Project Hadirkan Topi Harapan, Bangkitkan Semangat Anak YKAKI Riau Plt Dirut BRK Syariah Dampingi Plt Gubri Lepas JCH Riau di Batam Penggerebekan Sabu 13 Gram di Jalan Joyo Talang Muandau, Dua Pelaku Positif Amfetamin Diamankan

Pekanbaru

Di Balik Tragedi Kolam Limbah, Dua Nyawa Bocah Menguji Komitmen PHR

badge-check


					Dua balita, FSH (4) dan FW (2), ditemukan tak bernyawa di kolam limbah milik perusahaan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). F: Ist Perbesar

Dua balita, FSH (4) dan FW (2), ditemukan tak bernyawa di kolam limbah milik perusahaan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). F: Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU– Langit Rantau Kopar hari itu mendung, seperti suasana hati keluarga kecil yang kehilangan dua buah hatinya dalam sekejap. Di balik tragedi memilukan itu, perusahaan energi besar PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kini menghadapi sorotan tajam, bukan hanya dari masyarakat, tapi juga dari aparat penegak hukum.

Dua balita, FSH (4) dan FW (2), ditemukan tak bernyawa di kolam limbah milik perusahaan pada Selasa siang, 22 April 2025. Kolam itu, yang seharusnya menjadi tempat penampungan akhir limbah pengeboran, hari itu menjadi saksi bisu dari tragedi yang tak seharusnya terjadi.

Penyelidikan kini berjalan. Dua perwakilan PHR telah dipanggil dan diperiksa oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau. Pemeriksaan ini menyasar aspek teknis dan operasional fasilitas limbah di lokasi.

“Kami menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan,” ujar Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida.

“Kami siap bekerja sama dan memberikan keterangan yang diperlukan,” sambungnya.

Kasus ini tak sekadar pemeriksaan, ini adalah pengingat keras bahwa keselamatan lingkungan dan masyarakat sekitar bukan hanya kewajiban teknis, tapi juga nilai moral yang tak boleh diabaikan.

PHR, sebagai bagian dari BUMN energi terbesar di Indonesia, tengah melakukan evaluasi mendalam atas standar operasional di semua titik kritis, terutama yang bersinggungan langsung dengan area publik.

“Keselamatan adalah prioritas kami. Dan saat hal seperti ini terjadi, kami tidak akan berlindung di balik prosedur. Kami bertanggung jawab untuk memastikan tragedi seperti ini tidak terulang,” tulis pernyataan internal yang beredar di kalangan manajemen.

Pihak kepolisian sendiri menyatakan masih dalam tahap pengumpulan data dan belum menetapkan tersangka. Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Asep Darmawan, mengatakan, pihaknya mendalami kemungkinan adanya kelalaian SOP. Semua masih dalam penyelidikan.

Di sisi lain, keluarga korban dan warga sekitar masih terpukul. Tragedi ini telah menjadi pelajaran mahal, tentang celah kecil dalam sistem, yang bisa mengorbankan yang paling lemah, anak-anak.

Bagi PHR, ini bukan sekadar perkara hukum. Ini ujian komitmen, ujian empati, dan ujian perubahan. Apakah sebuah perusahaan sebesar PHR mampu menanggapi tragedi ini bukan hanya dengan pernyataan, tetapi dengan tindakan nyata?

Hari-hari ke depan akan jadi penentu. Tapi satu hal yang pasti, dua nyawa kecil telah membuka mata banyak orang, bahwa tanggung jawab industri tak boleh berhenti di pagar pabrik. (RK1/*)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ruang Asa Project Hadirkan Topi Harapan, Bangkitkan Semangat Anak YKAKI Riau

26 April 2026 - 14:03 WIB

Aladin Melayu

26 April 2026 - 06:23 WIB

Amuk Panipahan, Alamr Siapa yang Terlambat

25 April 2026 - 13:36 WIB

Satgas Anti-Narkoba Riau Dibentuk, Harapan Baru Lindungi Generasi Muda

25 April 2026 - 11:48 WIB

Di LAMR, Didi–Meimei Riau Temukan Hangatnya Rumah Bersama dalam Balutan Adat

23 April 2026 - 19:09 WIB

Trending di Pekanbaru