Menu

Mode Gelap
Bupati Afni: Progres Jalan Inpres Pinang Sebatang Barat–Muara Kelantan Sudah 15 Persen Tahun ini Baru Jembatan Selat Akar yang Dianggarkan Pemprov Riau Bupati Kepulauan Meranti Perjuangkan Perbaikan Jembatan dan Jalan Provinsi di DPRD Riau Nada Salsabila Kamil di Undang Podcast RRI Atas Prestasinya HPN 2026, BNNK Tanjungpinang Hadirkan Edukasi Rehabilitasi Narkotika untuk Masyarakat Tiga Polisi Aktif Diduga Terlibat Pesta Narkoba, Kapolres Bengkalis: Tak Ada Ampun, Semua Ditindak Tegas

Riau

Di Sungai Kampar Reno Mencari Ikan, Tapi Maut yang Didapat

badge-check


					Reno korban tenggelam di Sungai Kampar. Perbesar

Reno korban tenggelam di Sungai Kampar.

RiauKepri.com, KAMPAR– Sungai Kampar sore itu terlihat seperti biasa, air mengalir tenang di permukaan, namun ternyata menyimpan arus kuat di bawahnya. Bagi Reno, pemuda 27 tahun asal Bengkalis, Kamis (29/5) menjadi hari yang tak pernah diduga akan jadi pertemuan terakhirnya dengan alam dan teman-temannya.

Reno datang bersama empat rekannya ke Desa Bandar Picak, Kabupaten Kampar, untuk mencari ikan. Aktivitas yang biasa, yang mereka lakukan dengan semangat dan tawa. Namun, semuanya berubah saat Reno terpeleset saat mencoba menyeberangi sungai. Arus deras langsung menyeret tubuhnya yang tak sempat berpegangan apa pun. Rekan-rekannya hanya bisa menatap, panik dan putus asa, saat sosok Reno menghilang di bawah derasnya aliran air.

Pencarian langsung dilakukan warga dan aparat desa malam itu, meski hanya dengan peralatan seadanya. Harapan masih menyala, mungkin Reno masih bisa ditemukan, mungkin ia berhasil menepi di tempat lain. Tapi waktu terus berjalan dan kabar baik tak kunjung datang.

Pagi harinya, laporan resmi diterima Kantor SAR Pekanbaru. Enam personel penyelamat segera diberangkatkan ke lokasi. Dengan menyusuri sungai dan dibantu perangkat pendeteksi bawah air Aqua Eye, mereka bekerja sama dengan masyarakat, berpacu dengan waktu dan arus sungai yang tak bersahabat.

Akhirnya, Jumat siang pukul 11.20 WIB, tubuh Reno ditemukan sudah tak bernyawa, sekitar 100 meter dari titik awal ia dilaporkan hilang. Tangispun pecah. Seorang anak muda, yang mungkin hanya ingin membawa pulang ikan untuk makan malam bersama keluarga, kini dibawa pulang dalam sunyi.

Jasad Reno dievakuasi ke Puskesmas setempat, menandai akhir dari operasi SAR yang penuh harap dan duka. Kepala Tim SAR menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Tapi di balik itu semua, satu keluarga kini kehilangan anak, mungkin saudara, atau mungkin calon kepala rumah tangga.

Reno hanyalah satu dari banyak kisah tragis tentang alam yang tak bisa ditebak. Tapi kisahnya menjadi pengingat, tentang pentingnya kewaspadaan, tentang betapa berharganya nyawa, dan tentang kesedihan yang bisa datang bahkan di hari yang terlihat biasa. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Afni: Progres Jalan Inpres Pinang Sebatang Barat–Muara Kelantan Sudah 15 Persen

21 Januari 2026 - 20:40 WIB

Tiga Polisi Aktif Diduga Terlibat Pesta Narkoba, Kapolres Bengkalis: Tak Ada Ampun, Semua Ditindak Tegas

21 Januari 2026 - 17:22 WIB

Tangis Norma Pecah di Pekanbaru, Pasutri Korban Mafia Tanah di Meranti Mencari Keadilan

20 Januari 2026 - 12:06 WIB

Selamatkan Ribuan Honorer Non ASN, Ini Langkah Terukur dari Pemkab Siak

18 Januari 2026 - 17:36 WIB

K.H. Muhammad Mursyid Hadiri Milad Muhammadiyah ke-113 di Kuok, Tekankan Pentingnya Ukhuwah dan Peran Ormas untuk Kemajuan Daerah

18 Januari 2026 - 14:30 WIB

Trending di Riau