RiauaKepri.com, PEKANBARU- Gubernur Riau Abdul Wahid menyatakan komitmennya untuk mengubah nama klub sepak bola PSPS Pekanbaru menjadi PSPS Riau. Langkah ini, menurutnya, bertujuan memperluas identitas dan keterwakilan klub agar tidak hanya dimiliki masyarakat Pekanbaru, tetapi juga seluruh warga Provinsi Riau.
Hal itu disampaikan Gubernur saat menerima audiensi kelompok suporter PSPS, Asykar The King, di Ruang Rapat Kantor Gubernur Riau, Senin (2/6/2025).
“Kami sedang mengupayakan supaya PSPS menjadi PSPS Riau agar seluruh masyarakat Riau merasa memiliki. Orang Pekanbaru tetap mencintai PSPS, tapi masyarakat daerah lain juga ikut bangga,” ujar Wahid.
Menurut Gubri, perubahan nama ini merupakan langkah strategis untuk membangkitkan rasa kebersamaan, memperluas dukungan, serta menjadikan PSPS sebagai simbol kebanggaan seluruh daerah di Riau.
Revitalisasi Sepak Bola
Dalam kesempatan itu, Wahid juga mengungkapkan rencana menghidupkan kembali sepak bola amatir di tingkat kabupaten/kota melalui Piala Gubernur Riau. Ia meminta kepala daerah membentuk klub sepak bola daerah masing-masing untuk berkompetisi dalam turnamen tersebut.
“Ini penting supaya sepak bola Riau berkembang dari akar rumput. Dengan klub-klub lokal yang kuat, kita punya fondasi yang sehat untuk masa depan sepak bola Riau,” tegasnya.
Penataan Manajemen
Ketua Komite Asykar The King, Irvan, menyambut baik upaya Gubernur dan menilai langkah tersebut sejalan dengan harapan para suporter. Ia menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap PSPS sangat besar, terbukti dari data Liga 2 nasional yang menempatkan PSPS dalam 10 besar klub dengan jumlah penonton terbanyak.
“Dukungan Pak Gubernur sangat penting untuk kemajuan PSPS. Kami siap mendukung langkah-langkah strategis demi masa depan sepak bola Riau,” ujarnya.
Gubernur Wahid juga menegaskan pentingnya perbaikan tata kelola PSPS, termasuk pengelolaan stadion dan penyelesaian status Operasional Manajemen Biaya dan Sarana (OMBES). Ia memastikan akan mendorong proses ini agar tidak menghambat perkembangan klub.
“Aset pemerintah harus dikelola secara profesional dan sesuai aturan. Kami ingin PSPS fokus berkembang tanpa beban administrasi yang berlarut-larut,” katanya.
Diakhir pertemuan, Wahid menegaskan bahwa dirinya adalah bagian dari komunitas suporter PSPS sejak dulu. Ia berharap perubahan nama dan pembenahan klub akan memperkuat ikatan antara PSPS dan seluruh masyarakat Riau.
“Saya juga anggota Asykar The King. Saya tidak ingin PSPS besar, tapi masyarakat Riau tidak merasa memiliki. Klub ini harus menjadi kebanggaan kita bersama,” pungkasnya. (RK1/MCR)
Editor: Dana Asmara







