Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Senin, 27 April 2026: Hujan Ringan hingga Petir Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Kronologis, Motif, dan Pelaku Penembakan Gedung Putih Semarak Hari Nelayan Nasional ke-66, Pesisir Senggarang Dipenuhi Antusiasme Masyarakat Ruang Asa Project Hadirkan Topi Harapan, Bangkitkan Semangat Anak YKAKI Riau Plt Dirut BRK Syariah Dampingi Plt Gubri Lepas JCH Riau di Batam Penggerebekan Sabu 13 Gram di Jalan Joyo Talang Muandau, Dua Pelaku Positif Amfetamin Diamankan

Tanjungpinang

Gubernur Kepri Jamu Menteri Besar Kelantan, Bahas Persaudaraan Melayu dan Monumen Bahasa Nasional

badge-check


					Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyerahkan cendramata ke Menteri Besar Kelantan, Yang Amat Berhormat Dato’ Panglima Perang Ustaz Dato’ Haji Mohd Nassurudin. F: Ist Perbesar

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyerahkan cendramata ke Menteri Besar Kelantan, Yang Amat Berhormat Dato’ Panglima Perang Ustaz Dato’ Haji Mohd Nassurudin. F: Ist

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, menjamu Menteri Besar Kelantan, Yang Amat Berhormat Dato’ Panglima Perang Ustaz Dato’ Haji Mohd Nassurudin, bersama istri, Datin Wan Nor Hanita, dalam sebuah jamuan makan malam yang berlangsung di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (10/6/2025) malam.

Dalam sambutannya, Gubernur Ansar memaparkan kondisi geografis Kepri yang didominasi oleh wilayah laut. “Sebanyak 96 persen wilayah Kepri terdiri dari lautan, hanya 4 persen berupa daratan. Ini menunjukkan karakter Kepri sebagai provinsi kepulauan,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Kepri memiliki 2.408 pulau, dengan 394 di antaranya berpenghuni, termasuk 22 pulau yang berada di wilayah perbatasan. Kepri, lanjutnya, memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan hampir seluruh negara ASEAN.

Gubernur Ansar turut menekankan pentingnya keberagaman suku bangsa di Kepri sebagai kekuatan untuk mempererat persatuan. “Keberagaman ini tidak memecah, justru memperkuat solidaritas antarwarga Kepri,” kata Ansar.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung rencana pembangunan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat. Menurutnya, monumen tersebut akan menjadi simbol penting dalam sejarah bahasa Indonesia yang berakar dari pemikiran tokoh Melayu, Raja Ali Haji. “Pulau Penyengat adalah sumber inspirasi lahirnya bahasa Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Besar Kelantan, Dato’ Haji Mohd Nassurudin, menyampaikan apresiasi atas warisan pemikiran Raja Ali Haji terhadap perkembangan bahasa Melayu. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan kekerabatan antara Kelantan dan Kepri.

“Kita semua adalah rumpun Melayu. Budaya dan bahasa kita sangat mirip. Kalau di Kepri ada Tanjungpinang, di Kelantan ada Sungai Pinang. Hubungan ini harus terus dijaga,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dato’ Nassurudin juga mengundang Gubernur Ansar dan jajaran Pemerintah Provinsi Kepri untuk melakukan kunjungan balasan ke Kelantan.

Acara diakhiri dengan pertukaran cendera mata antara kedua pemimpin sebagai simbol persahabatan dan kerjasama antara Kepri dan Kelantan. (RK9)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Semarak Hari Nelayan Nasional ke-66, Pesisir Senggarang Dipenuhi Antusiasme Masyarakat

26 April 2026 - 16:31 WIB

Komisi II DPRD Kabupaten Bintan Laksanakan Koordinasi Program Kampung Nelayan Merah Putih ke DKP Provinsi Kepri

24 April 2026 - 13:36 WIB

Eks DPRD Tanjungpinang Minta Perlindungan Usai Diancam

23 April 2026 - 17:27 WIB

Ansar Ahmad Bahas Kawasan Bebas Bintan–Karimun di Metro TV

23 April 2026 - 14:19 WIB

Ancaman Pembunuhan Dilaporkan, Polisi Diminta Bertindak Cepat

22 April 2026 - 14:56 WIB

Trending di Tanjungpinang