Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri, Senin 27 Juli 2026: Tanjungpinang hingga Anambas Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Edarkan Sabu, Pria Berinisial MR Diamankan Satresnarkoba Polres Bengkalis Reses di Letung, Ismeth Abdullah Tampung Aspirasi Warga Jemaja soal Listrik, Kesehatan, dan Infrastruktur Kenduri dan Festival Durian Bintan 2026, Perkuat Identitas Pariwisata dan Budaya Tarik 650 Peserta Lokal dan Mancanegara, Bintan Trekking 2026 Dongkrak Pariwisata dan UMKM Bhabinkamtibmas Desa Alahair Cek Peternakan Kambing Warga Dukung Ketahanan Pangan

Riau

Status Kota Layak Anak Pekanbaru Dicabut? Ini Jawaban Wakil Wali Kota

badge-check

Salah satu persimpangan lampu merah di Kota Pekanbaru. (Net) Perbesar

Salah satu persimpangan lampu merah di Kota Pekanbaru. (Net)

RiauKepri.com, PEKANBARU- Di sejumlah persimpangan Kota Pekanbaru, di derunya bunyi kendaraan di lampu lalu lintas yang silih berganti, tak jarang pengendara melihat wajah-wajah kecil menyodorkan tangan. Ada yang mengenakan kostum badut, ada pula ngamen dengan diiringi tepuk tangan sendiri. Beberapa di antara mereka terlihat betul belum cukup umur untuk duduk di bangku sekolah.

Pemandangan itu semakin sering terlihat, dan ketika video viral seorang ibu menyuruh dua anak perempuannya mengemis di jalanan mencuat ke publik, gelombang kritik pun mengalir sederas arus Sungai Siak. Melansir dari kompas.com, Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Zulkardi, menilai fenomena ini sebagai kegagalan Pemerintah Kota dalam melindungi anak-anaknya.

“Gelandangan dan pengemis, termasuk anak-anak, kini seperti ‘penghuni tetap’ di lampu-lampu merah Pekanbaru. Ini jelas bentuk kelalaian,” ujar Zulkardi, Selasa (17/6/2025).

Isu pun berkembang liar. Kabar beredar bahwa status Kota Layak Anak yang selama ini disandang Pekanbaru telah dicabut akibat tingginya angka eksploitasi anak. Meski belum dikonfirmasi secara resmi, kekhawatiran itu bukan tanpa alasan.

“Kalau benar status itu dicabut, ini sangat memalukan. Artinya, kita gagal menjaga anak-anak di kota ini,” tambah Zulkardi.

Ia juga menyoroti peran Dinas Sosial yang dianggap lamban merespons fenomena ini. Zulkardi bahkan menyebut kinerja instansi tersebut perlu dievaluasi serius. “Kalau tak bisa bekerja, ya mundur saja,” katanya tegas.

Pemerintah Angkat Bicara

Menanggapi isu pencabutan status, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, membantahnya. Ia memastikan bahwa status Kota Layak Anak masih melekat pada Pekanbaru.

“Belum dicabut,” jawab Markarius singkat saat dikonfirmasi.

Meski begitu, ia tak menampik bahwa gelandangan dan pengemis, termasuk anak-anak, menjadi persoalan serius yang tengah ditangani Pemko melalui Dinas Sosial.

Langkah awal yang dilakukan, kata Markarius, adalah pendataan asal-usul para gepeng. “Kalau mereka berasal dari luar daerah, kita kembalikan ke daerah asal. Kalau dari Pekanbaru, ada dua opsi, dibina atau ditempatkan di penampungan sosial,” jelasnya.

Di penampungan, sambung Makarius, para pengemis akan mendapatkan pelatihan dan pembinaan, termasuk akses pada program UMKM agar mereka bisa mandiri dan tak kembali ke jalan. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sayang Bini

26 Juli 2026 - 09:55 WIB

Siak Masuk Daftar Daerah Terbaik untuk Investasi Versi Fortune Indonesia

26 Juli 2026 - 07:37 WIB

Pemprov Riau Percepat Implementasi SP2D Online, Pembayaran Gaji ASN Kini Lebih Cepat

25 Juli 2026 - 07:20 WIB

Kelemahan Melayu

25 Juli 2026 - 06:32 WIB

Bupati Afni dan Menkeu Purbaya Bertemu, Suasana Reuni Warnai Silaturahmi

24 Juli 2026 - 22:34 WIB

Trending di Nasional