Menu

Mode Gelap
Polda Kepri Pastikan Batam Tetap Aman dan Kondusif Jelang Isu Unjuk Rasa Juli Sosialisasi B2SA di Ulu Maras, Pemprov Kepri Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal dan Ketahanan Keluarga STV di Tambelan, Disdukcapil Bintan Terbitkan 589 Dokumen Kependudukan Prakiraan Cuaca Kepri Kamis, 11 Juni 2026: Tanjungpinang dan Batam Berpotensi Hujan Ringan, Wilayah Kepulauan Dominan Cerah Berawan LAMR: Jangan Diamkan Pelanggaran HAM Kepada Masyarakat Adat Bhabinkamtibmas Desa Bantar Panen Cabai Rawit Dukung Ketahanan Pangan

Riau

Status Kota Layak Anak Pekanbaru Dicabut? Ini Jawaban Wakil Wali Kota

badge-check


					Salah satu persimpangan lampu merah di Kota Pekanbaru. (Net) Perbesar

Salah satu persimpangan lampu merah di Kota Pekanbaru. (Net)

RiauKepri.com, PEKANBARU- Di sejumlah persimpangan Kota Pekanbaru, di derunya bunyi kendaraan di lampu lalu lintas yang silih berganti, tak jarang pengendara melihat wajah-wajah kecil menyodorkan tangan. Ada yang mengenakan kostum badut, ada pula ngamen dengan diiringi tepuk tangan sendiri. Beberapa di antara mereka terlihat betul belum cukup umur untuk duduk di bangku sekolah.

Pemandangan itu semakin sering terlihat, dan ketika video viral seorang ibu menyuruh dua anak perempuannya mengemis di jalanan mencuat ke publik, gelombang kritik pun mengalir sederas arus Sungai Siak. Melansir dari kompas.com, Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Zulkardi, menilai fenomena ini sebagai kegagalan Pemerintah Kota dalam melindungi anak-anaknya.

“Gelandangan dan pengemis, termasuk anak-anak, kini seperti ‘penghuni tetap’ di lampu-lampu merah Pekanbaru. Ini jelas bentuk kelalaian,” ujar Zulkardi, Selasa (17/6/2025).

Isu pun berkembang liar. Kabar beredar bahwa status Kota Layak Anak yang selama ini disandang Pekanbaru telah dicabut akibat tingginya angka eksploitasi anak. Meski belum dikonfirmasi secara resmi, kekhawatiran itu bukan tanpa alasan.

“Kalau benar status itu dicabut, ini sangat memalukan. Artinya, kita gagal menjaga anak-anak di kota ini,” tambah Zulkardi.

Ia juga menyoroti peran Dinas Sosial yang dianggap lamban merespons fenomena ini. Zulkardi bahkan menyebut kinerja instansi tersebut perlu dievaluasi serius. “Kalau tak bisa bekerja, ya mundur saja,” katanya tegas.

Pemerintah Angkat Bicara

Menanggapi isu pencabutan status, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, membantahnya. Ia memastikan bahwa status Kota Layak Anak masih melekat pada Pekanbaru.

“Belum dicabut,” jawab Markarius singkat saat dikonfirmasi.

Meski begitu, ia tak menampik bahwa gelandangan dan pengemis, termasuk anak-anak, menjadi persoalan serius yang tengah ditangani Pemko melalui Dinas Sosial.

Langkah awal yang dilakukan, kata Markarius, adalah pendataan asal-usul para gepeng. “Kalau mereka berasal dari luar daerah, kita kembalikan ke daerah asal. Kalau dari Pekanbaru, ada dua opsi, dibina atau ditempatkan di penampungan sosial,” jelasnya.

Di penampungan, sambung Makarius, para pengemis akan mendapatkan pelatihan dan pembinaan, termasuk akses pada program UMKM agar mereka bisa mandiri dan tak kembali ke jalan. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LAMR: Jangan Diamkan Pelanggaran HAM Kepada Masyarakat Adat

10 Juni 2026 - 21:13 WIB

LAMR Sambut Kehadiran BPK Riau, Perkuat Pelestarian Adat dan Budaya Melayu

10 Juni 2026 - 17:32 WIB

Tiga Novel Penulis Pahang-Malaysia Dibedah di Unilak, Perkuat Dialog Sastra Melayu Lintas Negara

10 Juni 2026 - 11:06 WIB

Tahun Ajaran Baru, Rahn BRK Syariah Jadi Solusi Cerdas Penuhi Kebutuhan Pendidikan Anak

10 Juni 2026 - 08:52 WIB

Polda Riau Gagalkan Peredaran 6,9 Kg Sabu, Puluhan Ribu Jiwa Terselamatkan

9 Juni 2026 - 16:37 WIB

Trending di Pekanbaru