Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri, Senin 27 Juli 2026: Tanjungpinang hingga Anambas Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Edarkan Sabu, Pria Berinisial MR Diamankan Satresnarkoba Polres Bengkalis Reses di Letung, Ismeth Abdullah Tampung Aspirasi Warga Jemaja soal Listrik, Kesehatan, dan Infrastruktur Kenduri dan Festival Durian Bintan 2026, Perkuat Identitas Pariwisata dan Budaya Tarik 650 Peserta Lokal dan Mancanegara, Bintan Trekking 2026 Dongkrak Pariwisata dan UMKM Bhabinkamtibmas Desa Alahair Cek Peternakan Kambing Warga Dukung Ketahanan Pangan

Riau

Demo Tolak Relokasi Menuai Badai, Besok Otak di Balik Aksi dan Perambah Digas Satgas

badge-check

Aksi demo depan kantor Gubernur Riau (foto: ist) Perbesar

Aksi demo depan kantor Gubernur Riau (foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU- Aksi unjuk rasa ribuan massa dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP) yang menolak relokasi dari kawasan hutan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) menuai badan berupa respons keras dari pemerintah. Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) memastikan akan mulai menindak oknum yang diduga berada di balik aksi tersebut.

“Kita besok (Kamis, 19/6/2025), sudah mulai panggil oknum-oknum itu. Kapolda dan Kajati sudah oke. Kita gas,” kata Wakil Komandan Satgas PKH, Brigjen Dodi Trinanda, dalam pesan singkat kepada media, Rabu (18/6/2025).

Dodi menegaskan bahwa penindakan akan dilakukan berdasarkan data dan temuan lapangan. “Besok sudah digas. Abang gak terbiasa bicara tanpa fakta. Kita bukan orang politik. Kalau iya-iya, kalau tidak-tidak,” ujarnya.

Unjuk rasa sendiri berlangsung sejak Rabu subuh di depan Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Massa yang mengatasnamakan diri sebagai mahasiswa dan masyarakat Pelalawan tersebut menyampaikan penolakan terhadap relokasi mandiri dari dalam kawasan TNTN.

Peserta aksi menuntut dihentikannya penertiban terhadap kebun sawit seluas sekitar 5.000 hektare dan permukiman sekitar 600 hektare yang berada di dalam kawasan hutan konservasi. Mereka juga meminta Gubernur Riau memfasilitasi dialog dengan pemerintah pusat.

Sejumlah ruas jalan protokol di Pekanbaru dilaporkan padat oleh ratusan truk yang membawa massa ke lokasi aksi. Aparat penegak hukum menyatakan akan menelusuri aliran logistik, konsumsi, dan bahan bakar dalam aksi tersebut, yang memunculkan dugaan keterlibatan aktor tertentu di balik pengerahan massa secara besar-besaran.

“Negara tidak boleh kalah oleh kekuatan gelap yang mencoba menghalangi penegakan hukum dan upaya penyelamatan kawasan hutan,” ujar salah satu sumber penegak hukum yang enggan disebutkan namanya.

Satgas PKH menegaskan bahwa kawasan TNTN merupakan hutan lindung yang tidak bisa diklaim sebagai milik pribadi, dan penertiban akan terus dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (RK1)

sumber: redaksi77

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sayang Bini

26 Juli 2026 - 09:55 WIB

Siak Masuk Daftar Daerah Terbaik untuk Investasi Versi Fortune Indonesia

26 Juli 2026 - 07:37 WIB

Kelemahan Melayu

25 Juli 2026 - 06:32 WIB

Bupati Afni dan Menkeu Purbaya Bertemu, Suasana Reuni Warnai Silaturahmi

24 Juli 2026 - 22:34 WIB

Dukung Program Unggulan Kapolda Riau, Ditpolairud dan Polres Rohil Gelar Aksi ‘JALUR’ di Panipahan

24 Juli 2026 - 21:36 WIB

Trending di Riau