RiauKepri.com, BINTAN – Persaingan harga ayam hidup (live bird) di tingkat kandang yang semakin tidak sehat membuat para peternak lokal menjerit. Untuk mencegah kerugian lebih besar dan menjaga kelangsungan usaha, Bupati Bintan Roby Kurniawan mengambil langkah cepat dengan memfasilitasi pertemuan antara Asosiasi Peternak Unggas Bintan (APUB) dan sejumlah perusahaan perunggasan, Jumat (20/6), di Ruang Rapat Bawah Bapperida Bintan.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk nyata kehadiran Pemerintah Daerah dalam mengawal stabilitas sektor perunggasan di tengah fluktuasi harga yang mengancam peternak kecil.
Ketua APUB, Riyanto, menuturkan bahwa beberapa pekan terakhir persaingan harga ayam di tingkat kandang sudah tidak sehat. Bahkan, ada peternak bermodal besar yang menjual ayam hidup di bawah harga pokok produksi (Break Even Point/BEP) sebesar Rp24.000 per kg.
“Hal ini bisa membunuh peternak kecil. Ironisnya, meski harga di kandang sangat murah, harga daging ayam di pasaran tidak ikut turun,” ujar Riyanto.
Pemerintah Kabupaten Bintan pun mendapat apresiasi dari APUB karena sigap merespons situasi ini dan membuka ruang dialog yang sehat untuk mencari solusi bersama.
Bupati Roby menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara iklim investasi yang sehat dan perlindungan bagi pelaku usaha lokal.
“Kita ingin menjaga agar investasi tetap tumbuh, tapi juga tidak membiarkan peternak lokal tersingkir. Semua harus mendapat ruang yang adil,” ujar Roby dalam pertemuan tersebut.
Langkah mediasi ini diharapkan menjadi titik balik bagi terciptanya usaha perunggasan yang lebih sehat, kompetitif, dan saling menguntungkan.
“Dengan kesepakatan ini, kami berharap tidak ada lagi saling menjatuhkan. Peternak bertahan, investasi berkembang,” kata Catur, salah satu peserta rapat.
Hadir dalam pertemuan tersebut Sekda Bintan Ronny Kartika, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bintan Mohammad Panca Azdigoena, Kepala Bagian Perekonomian Setda Ice Ardiana, Kabid Peternakan DKPP drh. Iwan Berri Prima, Kabid Perdagangan DKUPP Setia Kurniawan, serta para perwakilan perusahaan dan peternak unggas. (RK9)
Editor: Dana Asmara






