RiauKepri.com, PEKANBARU – Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR) dinilai menjadi tulang punggung penting dalam mewujudkan visi kebudayaan Melayu yang digaungkan Gubernur Riau Abdul Wahid MSi. Dalam pertemuan bersama jajaran pengelola AKMR, Jumat (4/7), Gubernur menekankan pentingnya penguatan lembaga pendidikan tersebut agar tetap eksis dan berkembang sebagai penjaga identitas budaya daerah.
“Kita harus konsisten mendukung AKMR agar tetap eksis. Ini salah satu benteng penting identitas budaya kita,” kata Gubernur Abdul Wahid dalam pertemuan yang turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga merangkap Plt Kadisdik Riau, Erisman Yahya, serta Kadis Pariwisata, Roni Rahmat.
Sementara dari pihak AKMR hadir Ketua Yayasan Pusaka Riau, Sekretaris Kazzaini Ks, Wawan Kurnawan, dan Direktur AKMR Dr Syafii MPd. Mereka memaparkan sejumlah rencana strategis, termasuk pembukaan kembali penerimaan mahasiswa baru untuk tiga program studi aktif: Tari, Musik, dan Teater.
Tak hanya itu, Direktur AKMR menyampaikan rencana besar untuk meningkatkan status AKMR menjadi institut atau sekolah tinggi. Langkah ini sejalan dengan tekad memperluas cakupan akademik dan daya jangkau lembaga.
“Kami juga tengah mempersiapkan program kewirausahaan untuk mahasiswa, agar mereka tak hanya menjadi pelaku seni budaya, tapi juga mandiri secara ekonomi,” ujar Syafii.
Gubernur Usulkan Jurusan Bahasa dan Sastra Melayu
Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap rencana pengembangan AKMR, Gubernur Abdul Wahid mengusulkan agar jurusan Bahasa dan Sastra Melayu turut dipertimbangkan dalam rencana peningkatan status.
“Bahasa Melayu adalah akar dari bahasa Indonesia. Sudah seharusnya kita, sebagai orang Riau, memberi perhatian khusus terhadap bahasa dan sastra kita sendiri,” tegasnya.
Alumni AKMR Dominasi Panggung Budaya Riau
Dalam kesempatan itu, Kadis Pariwisata Riau Roni Rahmat menyebut peran penting alumni AKMR dalam hampir setiap pertunjukan budaya di provinsi ini.
“Lebih dari 80 persen pengisi acara di berbagai event budaya adalah alumni AKMR. Tanpa mereka, kita mungkin akan kerepotan mencari seniman yang paham konteks lokal,” jelas Roni.
Plt Kadisdik Riau, Erisman Yahya, turut mengapresiasi langkah progresif AKMR. Ia memastikan dukungan pemerintah terhadap penguatan lembaga seni ini sejalan dengan visi kebudayaan Melayu yang diusung Gubernur.
“Kami mendukung penuh. Ini sesuai arah kebijakan Pak Gubernur,” ujarnya. (RK5)
Editor: Dana Asmara








