Menu

Mode Gelap
Sekda Ronny Kartika Paparkan Indeks Profesionalitas ASN pada Latsar CPNS Bintan Angkatan XXI Pencarian Korban Lompat dari Kapal Dumai Line Dihentikan? Pengembangan Kasus, Polsek Bukit Batu Ringkus Dua Pengedar Sabu di Dumai Kemnaker Gandeng TikTok, Perkuat Talenta Ekonomi Digital dan Buka Peluang Kerja Baru Komitmen Tanpa Kompromi: Polres Bengkalis Gencarkan Perang Narkoba, Desa Jangkang Jadi Pelopor Kampung Bersih dari Narkoba Bupati Siak Buka Pelatihan Guru RA, Tekankan Pendidikan Berbasis Cinta

Pekanbaru

Gubri Wahid Resmi Bergelar Datuk Seri Setia Amanah, Ini Petuah dari Ketum MKA LAMR

badge-check


					Gubri Abdul Wahid secara resmi menerima gelar adat Datuk Seri Setia Amanah dari LAMR dalam prosesi penabalan. F: Ist Perbesar

Gubri Abdul Wahid secara resmi menerima gelar adat Datuk Seri Setia Amanah dari LAMR dalam prosesi penabalan. F: Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU- Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid secara resmi menerima gelar adat Datuk Seri Setia Amanah dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) dalam prosesi penabalan yang digelar di Balai Adat LAMR, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Sabtu (5/7/2025).

Dalam sambutannya, Abdul Wahid menyampaikan rasa syukur dan haru atas kepercayaan tersebut. Ia menegaskan bahwa gelar ini bukan hanya penghormatan pribadi, melainkan amanah besar dari masyarakat Melayu Riau.

“Gelar ini bermakna setia kepada janji, teguh memegang amanah, dan tidak berpaling dari marwah negeri. Pemimpin bukan untuk disanjung, tapi untuk menuntun,” ucap Wahid.

Ia juga menegaskan bahwa kepemimpinannya akan berpedoman pada nilai budaya dan agama, sejalan dengan visi “Riau Berdelau.” Riau yang Berbudaya Melayu, Dinamis, Ekologis, Agamis, dan Maju.

Sebelumnya dalam elu-eluannya Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, menyatakan penabalan ini adalah tradisi penting yang telah diwariskan secara turun-temurun dan didasarkan pada komitmen serta kiprah pemimpin dalam menjaga peradaban Melayu.

“Setelah empat bulan menjabat, Tuan Abdul Wahid telah menunjukkan kesungguhan membangun Riau dengan semangat kemelayuan terbuka, yang akan terlihat dalam program strategis seperti Pekan Budaya Melayu Serantau bulan Agustus nanti,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf, dalam petuah amanahnya menggambarkan pemimpin sebagai pohon besar yang memberi perlindungan dan keteladanan bagi rakyat. Pentingnya sikap seorang pemimpin yang rendah hati, bijaksana, dan adil dalam memegang gelar adat.

Penabalan ini juga memperkuat posisi Abdul Wahid sebagai payung panji masyarakat Melayu Riau dan simbol tekad bersama untuk merawat budaya serta menjaga marwah Melayu di tengah tantangan zaman. (RK1)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Haru dan Penuh Makna, BRK Syariah Lepas 12 Pegawai Menuju Tanah Suci

16 April 2026 - 11:19 WIB

Milad ke-33 Dapen Bankriaukepri, Bukti Konsistensi dan Kepercayaan yang Terjaga

15 April 2026 - 18:00 WIB

Hikayat Kerendahan Hati dan Jejak Seorang Pemimpin: Kisah Saleh Djasit dari Mata Para Tokoh

15 April 2026 - 11:36 WIB

LAMR Luncurkan Autobiografi Saleh Djasit: Jalan Hidup Anak Pujud

15 April 2026 - 09:49 WIB

Evaluasi Menyeluruh Panipahan, Kapolda Riau Lakukan Rotasi Besar dan Perkuat Perang Melawan Narkoba

15 April 2026 - 07:29 WIB

Trending di Pekanbaru