Menu

Mode Gelap
BRK Syariah Salurkan CSR Rp30 Juta untuk Masjid Al-Jama’ah pada Safari Ramadan Pemprov Riau di Inhil Prakiraan Cuaca Kepri Ahad, 8 Maret 2026: Sebagian Wilayah Berpotensi Hujan Ringan hingga Sedang BRK Syariah Gaungkan Literasi Keuangan Syariah Lewat GERAK Syariah 2026 di Pekanbaru Bupati dan Wabup Siak Jadi Amil Zakat, Terima Langsung Zakat dari Muzakki Safari Ramadan Kecamatan Jemaja Digelar di Pulau Darak, Warga Air Biru Sampaikan Terima Kasih Malu Melayu

Pekanbaru

Gubri Wahid Resmi Bergelar Datuk Seri Setia Amanah, Ini Petuah dari Ketum MKA LAMR

badge-check


					Gubri Abdul Wahid secara resmi menerima gelar adat Datuk Seri Setia Amanah dari LAMR dalam prosesi penabalan. F: Ist Perbesar

Gubri Abdul Wahid secara resmi menerima gelar adat Datuk Seri Setia Amanah dari LAMR dalam prosesi penabalan. F: Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU- Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid secara resmi menerima gelar adat Datuk Seri Setia Amanah dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) dalam prosesi penabalan yang digelar di Balai Adat LAMR, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Sabtu (5/7/2025).

Dalam sambutannya, Abdul Wahid menyampaikan rasa syukur dan haru atas kepercayaan tersebut. Ia menegaskan bahwa gelar ini bukan hanya penghormatan pribadi, melainkan amanah besar dari masyarakat Melayu Riau.

“Gelar ini bermakna setia kepada janji, teguh memegang amanah, dan tidak berpaling dari marwah negeri. Pemimpin bukan untuk disanjung, tapi untuk menuntun,” ucap Wahid.

Ia juga menegaskan bahwa kepemimpinannya akan berpedoman pada nilai budaya dan agama, sejalan dengan visi “Riau Berdelau.” Riau yang Berbudaya Melayu, Dinamis, Ekologis, Agamis, dan Maju.

Sebelumnya dalam elu-eluannya Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, menyatakan penabalan ini adalah tradisi penting yang telah diwariskan secara turun-temurun dan didasarkan pada komitmen serta kiprah pemimpin dalam menjaga peradaban Melayu.

“Setelah empat bulan menjabat, Tuan Abdul Wahid telah menunjukkan kesungguhan membangun Riau dengan semangat kemelayuan terbuka, yang akan terlihat dalam program strategis seperti Pekan Budaya Melayu Serantau bulan Agustus nanti,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf, dalam petuah amanahnya menggambarkan pemimpin sebagai pohon besar yang memberi perlindungan dan keteladanan bagi rakyat. Pentingnya sikap seorang pemimpin yang rendah hati, bijaksana, dan adil dalam memegang gelar adat.

Penabalan ini juga memperkuat posisi Abdul Wahid sebagai payung panji masyarakat Melayu Riau dan simbol tekad bersama untuk merawat budaya serta menjaga marwah Melayu di tengah tantangan zaman. (RK1)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BRK Syariah Gaungkan Literasi Keuangan Syariah Lewat GERAK Syariah 2026 di Pekanbaru

7 Maret 2026 - 16:27 WIB

Malu Melayu

7 Maret 2026 - 10:16 WIB

Akademisi Beberkan Kriteria Ideal Dirut Perusahaan Migas, Harus Berpengalaman dan Berintegritas

6 Maret 2026 - 10:13 WIB

Bupati Siak Larang Parcel Lebaran ke Pejabat, Dialihkan ke Bansos untuk Rakyat

5 Maret 2026 - 17:16 WIB

Bupati Asmar Hadiri Apel Kesiapsiagaan Karhutla Nasional 2026 di Pekanbaru, Pemerintah Perkuat Upaya Pencegahan

5 Maret 2026 - 13:51 WIB

Trending di Meranti