Menu

Mode Gelap
Wabup Bintan, Deby Maryanti Buka Event Jong Race Festival Tahun 2026 ‎Buka Turnamen Sepak Bola di Kuala Maras, Ini Pesan Penting Saidina Kades Kuala Maras: Turnamen Cup VIII Jadi Ajang Silaturahmi dan Penggerak Ekonomi Puluhan Tim Unjuk Gigi di Turnamen Kuala Maras, Ini Total Hadiahnya Cermin Mahmud Berkemah Hingga Tadabbur Alam, Bupati Roby Memanggil Para Generasi Bintan Religius

Ragam

Anna Tairas Artis Ibukota dari “Kota Jalur”

badge-check


					Anna Tairas Perbesar

Anna Tairas

Kau, kau dengarkah
Getar asmara di hati ini
Kau, kau lihatlah
Bersimpuh pasrah aku menunggu

Kapan, kapan kudengar lagi
Senandungmu yang indah
Penuh syahdu

Kau, kau yang selalu
Abadi di dalam hidup ini
Kau, kau yang selalu
Terukir indah di sudut hati

Mimpi mimpi hanya bayangmu
Tiada lain hanya satu dirimu

Sampai ke ujung manapun
Bawa aku bersamamu
Biarlah dirimu hanya milikku
Sampai akhir hayat ini
Ingin aku bersamamu
Biarlah cintamu hanya untukku

LAGU “Pasrah”‘ yang populer tahun 1980 s.d 1990-an hingga kini masih sering terdengar dinyanyikan oleh penggemar setianya.

Pance Pondaag selaku pencipta lagi menggandeng Hermes Sihombing sebagai music director untuk ANNA TAIRAS – Bintang film layar lebar terkenal yang berasal dari Kota Jalur, Telukluantan, Kuantan Singingi, Riau.

Pasrah yang juga dijadikan judul Album lagu itu diproduksi Filla Records 1986 dengan Produser: Zaenal Sumandamo Di dalam album itu juga terdapat lagu: Kau Yang Pertama (Nusye M) & Cinta Bersemi (Leo Manuputty), Katakan (Chaerul Daud), Akhir Kesetiaan (Budhi Pondaag).

Kemudian: Apalagi (Putra Ag), Mana Ada Dahan Patah Berbunga Lagi (Hendross M), Hatiku Untukmu (Demmy M) Kenangan Indah (Hans A. Bira), Setulus Hatiku (Hermes Sihombing), Biar Semua Berlalu (Judhi Kristianto), dan Jangan Kau Ulangi (Andi Palmelay).

Anna Tairas mencoba peruntungan di industri rekaman musik setelah sukses di layar lebar. Ia memilih jalur musik pop ’cengeng.’ Barangkali memang jenis musik itulah yang dipikir tepat untuknya.

Album perdananya cukup meledak di pasaran. Lagu dalam album itu masih sering dinyanyikan sampai saat ini.

Sebelumnya, Anna Tairas sudah sukses di dunia film layar lebar. Ia membintangi film romansa, laga dan komedi. Pertama kali muncul tahun 1977 disaat usianya 20 tahun. Sejak itu hingga tahun 1990, setiap tahunnya selalu membintangi film layar lebar.

Sebagai pemain film, Anna Tairas membintangi setidaknya 35 judul film layar lebar. Saking produktifnya, ia pernah main hingga tiga film dalam setahun.

Film perdana yang dibintangi Anna Tairas adalah Jalur Bali (1977). Aktingnya dalam “Jalur Bali” mengesankan. Sejak itu tawaran bermain film dari produser pun tak henti-henti datang padanya.

Berikutnya ia ikut membintangi: Mencari Cinta (1979), Antara Dia Dan Aku (1979), Sejoli Cinta Bintang Remaja (1980), Senyummu Adalah Tangisku (1980), Gundala Putra Petir (1981), Dalam Lingkaran Cinta (1981), Amalia S.H. (1981), Tongkat Sakti (1982), Lenyapnya Dendam Si Buta (1983), Kupu-Kupu Putih (1983), Pandawa Lima (1983), Rumput-Rumput Yang Bergoyang (1983), Ganesha (1983), Cinta Semalam (1983), Gadis Telepon (1983).

Kemudian Pemburu Harta Karun (1984), Mandi Dalam Lumpur (1984), Bibir-Bibir Bergincu (1984), Senyummu Senyumku (1984), Lelaki Sejati (1984), Cinta di Awal Tigapuluh (1985), Patah Hati Seorang Ibu (1985), Kodrat (1986).

Anna Tairas juga membintangi film: Tinggal Sesaat Lagi (1986), Kuburan Angker (1987), Ayahku (1987), Satu Cinta Sejuta Rasa (1988), Gema Kampus 66 (1988), Ngiprit Monyet (1988), 2 Dari 3 Laki-Laki (1989), Nuansa Birunya Rinjani (1989), Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat (1989), Boss Camad (1990), Kanibal Sumanto (2004)

Untuk mengisi kevakuman akibat sepinya job main film, Anna Tairas pada tahun 2000-an merambah dunia sinteron. Ia mengikuti jejak kawan-kawannya yang duluan terjun. Wajahnya yang cantik dengan tubuh yang ramping wira-wiri di sinetron.

Sebut saja Miss Bintil, Belahan Hati, Saat Memberi Saat Menerima, Bukan Impian Semusim, Kasih dan Amara (2008), Takdir Cinta (2009), Taxi (2010), Antara Cinta dan Dusta (2011), Keburu Jodoh (2012), Kharisma (2013), Detak Cinta (2014), Pangeran (2015), dan Anak Menteng (2016).

Anna Tairas juga main film televisi seperti: Kisah Nyata: Tiga Kali Menjanda Karena Keserakahan Wanita Yang Melahirkanku (2019) dan Kisah Nyata Ramadan: Duka Seorang Istri (2019).

Teman seangkatannya ketika memulai karirnya di dunia film, nyanyi dan berlanjut ke dunia sinetron masih sering dilihat di layar kacara televisi. Sebut saja Rano Karno, Meriam Bellina, Lidya Kandow, Dewi Yull, Yenny Rachman, Cintami Atmanegara, Yattie Octavia, Roy Martin, Reynold Panggabean, dan lainnya.

ANNA TAIRAS terlahir dengan nama asli Yohana Anna Tairas di Lirik, Indragiri Hulu, 1 Mei 1957 dari pasangan Yohanes Tairas dan Hanifah.

Orang tua Anna Tairas perpaduan antara Manado (Sulawesi Utara) dengan Kuantan Singingi. Ibunya berasal Koto Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah adalah seorang perawat di Rumah Sakit Lirik. Sementara ayahnya adalah kontraktor PT. Stanvac Indonesia asal Menado di Lirik.

Semasa kecil, Anna Tairas sering menghabiskan masa liburannya di Desa Koto Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah, Kuantan Singingi, Riau. Sekarang ia juga masih sering pulang kampung terkadang urusan keluarga dan ada juga saat pesta pacu jalur di tepian Narosa, Telukkuantan.

Pendidikan dari SD hingga SMP diselesaikan di Lirik. Ketika memasuki SMA keluarganya hijrah ke Jakarta. Menyelesaikan pendidikan terakhir di Akademi Sekretaris dan Manajemen Indonesia, Jakarta.

Anna Tairas menikah dengan Raynold Panggabean yang juga mantan suami pemain film dan penyanyi dangdut Camelia Malik) 1990.

Raynold. seorang komposer, pemain film, penyanyi, dan mantan anggota gorup The Mercys juga pempinan kelompok musik Tarantula.

Mereka dikaruniai satu anak yang bernama Kevin Reyan Panggabean
Sang anak kini mengikuti jejak kedua orang tuaya sebagai aktris. Mereka resmi bercerai pada tahun 2002.

Pada 2015 pemilik Instagram: @anna.tairas ini kembali menikah dengan pria yang 12 tahun lebih muda dari dirinya yakni Rudhi Loho.

PADA 2004 Anna Tairas terjun ke dunia politik dengan menjadi anggota DPR RI (2004 – 2009) dari Partai Demokrat Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur IV. Di partai berlambang mersi ini ia seangakatan dengan pasangan suami istri Angelina Sondak Ajji Massaid, Rohut Sitompul, dan Anas Urbaningrum.

Pada 2009, Anna Tairas “loncat partai” ke Gerindra. Namun ketika kembali mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat, ia gagal.

Pada 2014 Anna Tairas kembali mencalonkan diri dari Partai Gerindra untuk calon DPR RI dari Dapil 2 Riau: Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, dan Kampar.

Kali ini Anna Tairas kembali gagal. Hasil Pemilu 2014 Gerindra di Riau hanya mengantarkan dua caleg ke DPR RI yakni Nurzahedi (45.622 suara) dari Dapil Riau 2 dan Rita Zahara (37.561 suara) dari Dapil Riau 1.

 

ANNA TAIRAS adalah segelintiran aktris asal Kuantan Singingi yang berhasil di ibukota sejak era 1980-an hingga saat ini. Nama lainnya adalah Udin Semekot, tiga kakak beradik komedian dari Benai: Otong Lenon, Fakhri Semekot, dan Marwan Yohanis.

Selain itu ada seniman teater dari Telukkuantan: Said Mustafa Husin alias Buyung Timanidjah dan dua kakak beradik: Asrul Mudha alias Buyung Muhda, Epi Martison (komposer dan kareografer) dan Komedian Udin Semeko (Kuantan Hilir).

Sementara Komedian Abrar “Pak Cik” Nyayah (Sentajo Raya) baru muncul ketika menjadi runner up Audisi Pelawak TPI tahun 2005.

SENIMAN teater dari Telukkuantan Asrul Mudha yang sering manggung di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta era 1980-an mengaku kenal dekat dengan keluarga Anna Tairas.

Menurut Asrul, ibu Anna Tairas, Hanifah masih punya hubungan dengan keluarganya di Telukkuantan. Dan sewaktu aktif jadi seniman di Jakarta, ia sering main ke rumah Anna Tairas.

“‘Kami seangkatan tapi beda nasib. Baiknya sama Anna Tairas, buruknya sama saya,” ujar Asrul sembari ketawa.

Asrul menyebutkan perpisahannya dengan Anna Tairas terjadi ketika dirinya memilih berkarir di kampung halaman bergabung dengan Dewan Kesenian Indragiri Hulu. Sementara Anna Tairas masih bertahan di Jakarta hingga kini.

Asrul mengatakan, dirinya dulu punya impian tampil bersama main film bersama Anna Tairas. Tapi impian itu tak kesampaian.

“Di saat tawaran itu ada, kami lagi manggung di TIM Jakarta. Itu namanya belum jodoh. Kalau jodoh tidak akan lari dikejar,” ujar Asrul yang juga dikenal dengan penata artistik teater ini.

Menurut Asrul dalam perjalanan karirnya di dunia film, Anna Tairas sempat bermain dengan komedian asal Kuantan Singingi: Otong Lenon dan Udin Semekot

DI USIA kepala 6, Anna Tairas masih kelihatan cantik. Apa resep awet cantiknya? Asrul punya jawaban sendiri. Boleh percaya atau tidak pun tak apa. Tapi realitas berkata iya.

“Keluarga besar Anna Tairas itu memang dari sononya cantik-cantik,” ujar Asrul yang mengaku kawan dekat suami pertama Anna Tairas, Raynold Penggabean.

Dalam diri Anna Tairas kata Asrul bercampur darah Menado dari pihaknya ayahnya dan Kuantan Singingi dari ibunya. Perpaduan antara Menado dan Kuantan Singingi memang cantik-cantik bedelau.

Katanya Agustus 2025 Anna Tairas mau nengok pacu jalur di Tepian Narosa Telukkuantan. Kita tunggu…

Penulis Naskah: Sahabat Jang Itam

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jadwal Nisfu Syaban 2026 dan Amalan yang Dianjurkan

1 Februari 2026 - 06:35 WIB

Bang Dalmasri, Jejak Panjang Pengabdian Seorang Politisi

25 Desember 2025 - 08:11 WIB

Perang AI di Kotak Masuk: Gmail Perketat Keamanan, Pengguna Diminta Tak Lagi Pasif Hadapi Penipuan Email

23 Desember 2025 - 07:20 WIB

Engku Lomah Mudahi (1907-1991): Pejuang “Mata Pena” dari Kuantan Singingi

9 Desember 2025 - 12:35 WIB

Instan Kurir Pulau Sambu Hadir Siap Melayani Masyarakat Desa Air Tawar dan Sekitarnya

28 November 2025 - 06:48 WIB

Trending di Ragam