Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri, Senin 27 Juli 2026: Tanjungpinang hingga Anambas Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Edarkan Sabu, Pria Berinisial MR Diamankan Satresnarkoba Polres Bengkalis Reses di Letung, Ismeth Abdullah Tampung Aspirasi Warga Jemaja soal Listrik, Kesehatan, dan Infrastruktur Kenduri dan Festival Durian Bintan 2026, Perkuat Identitas Pariwisata dan Budaya Tarik 650 Peserta Lokal dan Mancanegara, Bintan Trekking 2026 Dongkrak Pariwisata dan UMKM Bhabinkamtibmas Desa Alahair Cek Peternakan Kambing Warga Dukung Ketahanan Pangan

Riau

Perpustakaan Ramah Lingkungan di Kampar, Harapan Baru dari Tumpukan Daur Ulang

badge-check

Saat hendak meresmikan Perpustakaan SMKN 1 Tapung, Kampar, Gubernur Abdul Wahid disambut dengan silat. Perbesar

Saat hendak meresmikan Perpustakaan SMKN 1 Tapung, Kampar, Gubernur Abdul Wahid disambut dengan silat.

RiauKepri.com, KAMPAR- Di tengah gemuruh tantangan pendidikan zaman kini, sebuah sudut kecil di SMKN 1 Tapung, Kampar, Riau, menyimpan harapan baru. Senin (14/7/2025), Gubernur Riau Abdul Wahid meresmikan perpustakaan ramah lingkungan, hasil program CSR dari Agung Concern. Bukan sekadar bangunan biasa, ruang pustaka ini dibangun dari limbah plastik daur ulang dan serat alami, menjadi simbol nyata kolaborasi pendidikan dan pelestarian lingkungan.

Di hadapan para guru dan siswa, Wahid menyampaikan pesan penuh harapan. “Pustaka ini bukan hanya tempat baca, tapi pusat aktivitas yang menghidupkan semangat belajar. Ini adalah langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah,” ujarnya.

Literasi yang Bernyawa

Bagi para siswa, ruang baca ini bukan cuma tempat menumpuk buku. Ini adalah pelarian dari keterbatasan. Tempat di mana mimpi boleh dipinjam, halaman demi halaman, dan dibawa pulang dalam bentuk semangat baru. Dalam sambutannya, Wahid juga menekankan bahwa keberadaan perpustakaan ini diharapkan mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), terutama di bidang pendidikan.

“Pendidikan adalah kunci utama dalam membentuk masa depan. Saya berharap partisipasi semua pihak, terutama sekolah, dalam upaya ini,” katanya.

Dari Sampah Jadi Inspirasi

Regional Manager Agung Toyota Wilayah Barat, Mahmud Fauzi, menjelaskan bahwa pustaka ini dibangun bukan hanya untuk menunjang fasilitas pendidikan, tapi juga untuk menanamkan nilai peduli lingkungan sejak dini. Dinding yang berdiri dari botol bekas dan plafon dari serat alami bukan sekadar material, melainkan pesan: bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil, dan belajar bisa beriringan dengan menjaga bumi.

“Semoga ini bukan hanya fasilitas, tapi inspirasi untuk masa depan yang berkelanjutan,” ucap Mahmud.

Tempat Lahirnya Perubahan

Dalam suasana hangat peresmian itu, Gubernur Wahid juga menitipkan pesan pada para guru. Ia mengingatkan bahwa anak-anak hari ini adalah generasi yang kelak menggantikan kita semua. Maka dari itu, semangat dalam mengajar harus terus dijaga.

“Saya berpesan kepada para guru agar mengajar dengan tekun. Anak-anak inilah masa depan kita,” pungkasnya.

Di SMKN 1 Tapung, perpustakaan kini tak lagi hanya bangunan sunyi dengan rak kayu. Ia telah menjadi napas baru yang menyatukan semangat belajar, cinta lingkungan, dan harapan akan masa depan yang lebih hijau dan cerdas. (RK5)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sayang Bini

26 Juli 2026 - 09:55 WIB

Siak Masuk Daftar Daerah Terbaik untuk Investasi Versi Fortune Indonesia

26 Juli 2026 - 07:37 WIB

Kelemahan Melayu

25 Juli 2026 - 06:32 WIB

Bupati Afni dan Menkeu Purbaya Bertemu, Suasana Reuni Warnai Silaturahmi

24 Juli 2026 - 22:34 WIB

Dukung Program Unggulan Kapolda Riau, Ditpolairud dan Polres Rohil Gelar Aksi ‘JALUR’ di Panipahan

24 Juli 2026 - 21:36 WIB

Trending di Riau