Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Senin, 27 April 2026: Hujan Ringan hingga Petir Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Kronologis, Motif, dan Pelaku Penembakan Gedung Putih Semarak Hari Nelayan Nasional ke-66, Pesisir Senggarang Dipenuhi Antusiasme Masyarakat Ruang Asa Project Hadirkan Topi Harapan, Bangkitkan Semangat Anak YKAKI Riau Plt Dirut BRK Syariah Dampingi Plt Gubri Lepas JCH Riau di Batam Penggerebekan Sabu 13 Gram di Jalan Joyo Talang Muandau, Dua Pelaku Positif Amfetamin Diamankan

Ragam

Perhelatan Pekan Budaya Melayu Serumpun

badge-check


					Flyer Pekan Budaya elayu Perbesar

Flyer Pekan Budaya elayu

Provinsi Riau merupakan rumah dari berbagai etnis maupun suku, dalam menjaga warisan merangkai peradaban adat – istiadat budaya Melayu.

Hal itu bisa di cermati dalam berbagai acara. Tanpa, pernah lepas merawat tuah menjaga menjaga marwah. Menuju Riau Home Land Of Melayu di masa kini maupun di masa-masa akan datang.

Sebagaimana, ungkapan tokoh pahlawan Melayu yang melegenda yaitu laksamana Hangtuah “Takkan Melayu Hilang di Bumi.” Bertujuan, agar orang-orang Melayu tidak merasa asing dengan budayanya sendiri. Bahkan, lebih dari itu menghilangkan rekam jejak orang – orang Melayu. Tanpa, harus merasa marjinal di negerinya sendiri. Ibarat kata orang Melayu akan merasa terasing di negeri sendiri. Jika, tidak mengerti terlebih melupakan apa itu Melayu. Bagaimana asal-usul Melayu, Melayu itu siapa, lebih luasnya apa sumbangsih Melayu. Terhadap bangsa ini maupun dunia.

Pada akhirnya, Pekan Budaya Melayu serumpun menjadikan sebuah inisiasi menaja beragam kegiatan maupun acara, yang di bungkus dalam sebuah perhelatan.

Perlu, di ingat bahwa sebagai masyarakat awam. Tentu, kami menyambut baik kegiatan ini dalam rangka merawat pesona Indonesia. Terutama, di bumi bertuah Lancang Kuning negeri beradat. Karena kalo bukan kita, siapa lagi yang harus menjaganya. Takkan mungkin orang-orang Papua di ujung Marauke sana, yang akan merepresentasi budaya kita. Konkritnya, Tuah sakti hamba esa hilang dua terbilang, patah tumbuh hilang berganti. Berharap, semoga kegiatan ini terus berkelanjutan. Bukan hanya di level provinsi. Jikalo, perlu menjadi acara tahunan dari level provinsi, kabupaten hingga ke kecamatan-kecamatan.

Mengingat, kegiatan ini pernah terselenggara sebagaimana mesti. Terutama, di kecamatan Pulau Burung kabupaten Indragiri Hilir dimana tempat penulis berdiam. Seperti, momentum tahunan dalam menyambut pergantian tahun baru masehi.

Alhasil, ayo jaga budaya kita dengan penuh kebijaksanaan. Melayu bukan sekedar bicara soal bahasa yang sering kita gunakan sehari – hari. Tapi, jauh lebih dari itu mengukuhkan perjuangan dalam melawan imperialisme budaya. Demi, memperkokoh identitas kita Melayu.

 

Penulis : Sona Adiansyah. S.Kom.I Tokoh Pemuda dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Pulau Burung.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gubernur Budaya

23 April 2026 - 07:54 WIB

Jadwal Nisfu Syaban 2026 dan Amalan yang Dianjurkan

1 Februari 2026 - 06:35 WIB

Bang Dalmasri, Jejak Panjang Pengabdian Seorang Politisi

25 Desember 2025 - 08:11 WIB

Perang AI di Kotak Masuk: Gmail Perketat Keamanan, Pengguna Diminta Tak Lagi Pasif Hadapi Penipuan Email

23 Desember 2025 - 07:20 WIB

Engku Lomah Mudahi (1907-1991): Pejuang “Mata Pena” dari Kuantan Singingi

9 Desember 2025 - 12:35 WIB

Trending di Kuansing