ELNIYETI adalah sahabat saya saat kuliah di Unri, Pekanbaru. Kami teman baik kendati kami beda jurusan dan Program Studi (Prodi). Saya di Jurusan/Prodi: IPS/Sejarah. Yeti di Jurusan/Prodi: Bahasa/Bahasa Indonesia.
Kami sama-sama kuliah di FKIP Unri, Pekanbaru angkatan 1990 dan diwisuda sama pada tahun 1995. Saya juga berteman baik dengan suaminya Eprion, S.Pd., M.Pd sejak duduk dibangku SMA Negeri 450 Telukkuantan, Kabupaten Indragiri Hulu kini SMA Negeri 1 Telukkuantan, Kabupaten Kuantan Singingi hingga kuliah di Unri.
Di SMA kami beda jurusan. Saya jurusan Bahasa, sementara Eprion di jurusan IPS. Di Unri kami jurusan yang sama tapi beda prodi. Eprion saat ini mengajar dialmamaternya SMA Negeri 1 Telukkuantan di Prodi PMP, sementara saya di Sejarah.
Ketika memulai karier sebagai jurnalistik tahun 1992, saya pernah menulis tentang Yeti. Tulisan itu dimuat di halaman 6 rubrik sosok dan tokoh Mingguan GeNTA, Pekanbaru pada 2 Februari 1993. Judulnya: “Elniyeti – Mahasiswa Berprestasi Unri: Kuliah Nyambi Ngajar.”
Di mata saya, Yeti adalah mahasiswa pintar dan mandiri. Dia penerima beasiswa Tunjangan Ikatan Dinas (TID) yang diperebutkan banyak mahasiswa kala itu selain beasiswa Supersemar dan Peningkatan Prestasi Akademis (PPA). Sebab, yang dapat beasisswa TID bila lulus dijamin diangkat jadi PNS tanpa ikut test terlebih dahulu. Sementara beasiswa lainnya harus ikut test dulu sebelum jadi PNS.
Rekan sesama Yeti kuliah di Jurusan/Prodi waktu itu yang dapat beasiswa di antaranya adalah Edi Mulyono, Musa Ismail, Saharuddin, Eko Wandoyo, dan lainnya. Saya juga dapat beasiswa tapi di jurusan/prodi yang beda yakni Jurusan/Prodi: IPS/Sejarah.
Sembari menjalani rutinas perkuliahan, dia juga nyambi menjadi guru honor di SMP Yayasan Annur, Pekanbaru. Dia membiayai sendiri biaya kuliahnya. Dia tinggal di Gobah, bersama abang kandungnya Dr. Elpis Susanto, M.Pd yang saat ini dosen di FKIP Unri Prodi/ Jurusan: IPA/Matematika.
Setamat kuliah tahun 1995 kami sempat kehilangan kontak. Rupanya dia mengajar SMP Cendana Rumbai sementara saya asyik melalangbuana. Di SMA “termahal” di Riau kala itu, dia mengalami masa uji coba mengajar sampai tahun 1997.
Setelah itu Yeti ikut seleksi untuk jadi guru tetap Cendana. Hasilnya dia meraih peringkat kedua dari seluruh guru Cendana Rumbai dari SD – SMA. Namun kesempatan menjadi guru tetap di Cendana itu tidak dilanjutkan.
Sebab pada tahun 1997 itu SK PNS Yeti keluar sebagai mahasiswa eks beasiswa TID. Ditempatkan di SMA Negeri 2 Benai yang sekarang SMA Negeri 2 Sentajo Raya di Marsawa (1997-2006). Pada tahun 2006-2016, dia bertugas di SMA Negeri 2 Teluk Kuantan. Lalu tahun 2016-sekarang bertugas di SMA Negeri Pintar, Kuantan Singingi.
Di luar aktivitasnya sebagai “cik gu” dia juga menjadi dosen di STAI yang sekarang bergabung dengan UNIKS dari tahun 2006-2014. Kemudian tutor UT tahun 2006-sekarang
Untuk meningkatkan profesionalitasnya sebagai guru, Yeti tak lupa mengikuti Program Pasca Sarjana. Tahun 2006-2009 mengikuti S-2 MM di UPI YPTK Padang. Kemudian 2009-2011 S-2 Teknologi Pendidikan (M.Pd) di UNP. Kini gelarnya bertambah. Lengkapnya: ELNIYETI, S.Pd., M.M., M.Pd.
“Kapan mengambil S-3?” Waktu jua yang akan menjawabnya. Doakan ya?” ujarnya tertawa sumringah. Entah sekarang dia melanjutkan S-3 nya, sayapun belum dapat info.
Latar belakang pendidikan Yeti sebelum melanjutkan kuliah di Unri adalah SD Negeri Pasar Telukkuantan (1978-1984), SMP Negeri 2 Telukkuantan (1984-1987), dan SPG Telukkuantan (1987-1990).
KEBIASAAN ikut pelbagai organisasi sejak kuliah tempo dulu ternyata sampai kini tetap ditekuninya. Yeti tercatat sebagai bendahara selama tiga periode (2000-2015) di Pimpinan Nasyiatul Aisyiyah Kuantan Singingi. Kemudian diangkat jadi Ketua Umum selama dua periode (2015-2020) di organisasi tersebut.
Sejak 2015 – 2020 sampai sekarang Yeti menjabat Sekretaris Pimpinan Daerah Aisyiyah Kuantan Singingi. Kemudian 2020 – sekarang Ketua Umum Pimpinan Daerah Aisyiyah Kuantan Singingi.
Yeti juga jadi Pengurus Daerah PGRI Kuantan Singingi sampai sekarang. Dia tercatat sebagai Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan yang salah satu programnya adalah, “memberi kesempatan kepada perempuan sebagai penentu kebijakan bukan hanya sebagai pelengkap kepanitiaan atau organisasi”
Selain itu Yeti juga aktif di organisasi Pusdatin Puanri Kuantan Singingi. Dia juga Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMA/MA Kuantan Singingi, dan pengurus dari Kelompok Belajar PAUD Kuantan Singingi.
KAMI sempat lama kehilangan kontak dan tak bertatap muka secara langsung. Baru ketika pulang ke kampung halaman di Sentajo, kami bertemu di kediamannya di Desa Seberang Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah.
Sebuah pertemuan yang penuh nostalgia. Sebab, Yeti juga teman kuliah istri saya “Kartina” di Jurusan/Prodi: Bahasa/Bahasa Indonesia angkatan 1990. Istri saya sekarang mengajar di SMP Negeri 7 Tanjungpinang. Sebelumnya pernah mengajar di SMP Negeri 1 Daik Lingga, SMP Negeri 23 Pekanbaru, dan SMP Negeri 5 Tanjungpinang.
Ketika bertemu rupanya Yeti sudah punya anak dua. Yakni M. Nabiel Farica Eprion dan Nazifa Aura Eprion. Sementara saya baru punya anak satu: Wiska Adelia Putri yang tengah menyelesaikan studinya di Jurusan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor. “Cukup lama kami bernostalgia. Tapi cukup kami yang tahu semua itu. Rasia negara,” katanya tersenyum.
Setelah itu saya hanya memantau kesaharian kegiatan Yeti yang di-share melalui Facebook pribadinya: Elniyeti.
Ketika dilantik menjadi Kepala Sekolah SMA Pintar Kuantan Singingi akhir tahun 2023 menggantikan Dr. Familus, M.Pd, saya sampaikan pesan via WhatApp. “Sahabat selamat menjadi Kepala Sekolah SMA Pintar, ya.”
Dia hanya menjawab singkat, “Terima kasih kawan. Apa kabar, Kawan!”
Melihat latar belakang, kemampuan, profesionalitas, dan loyalitas saya melihat jabatan Kepala Sekolah untuk Yeti sebenarnya “terlambat” diembannya. Dia pantas mendapat jabatan (Kepala Sekolah) di SMA Pintar menggantikan Dr. Familus, M.Pd yang dimutasi ke SMAN 3 Singingi Hilir, Kuantan Singingi.
Elniyeti adalah pintar. Jadi wajar SMA Negeri Pintar mendapat Kepala Sekolah Pintar seperti Elniyeti.
Selamat ya, kawan
Sukses selalu!
***
Penulis Naskah: Sahabat Jang Itam







