Menu

Mode Gelap
Sapma IPK Riau Berbagi Takjil, Tumbuhkan Kepedulian dan Kebersamaan Ramadan Dirlantas Polda Kepri Tinjau Pos Ops Ketupat Seligi di Karimun, Pastikan Arus Mudik Aman dan Lancar BRK Syariah Gandeng Dharma Wanita Gelar Bazar Sembako Murah untuk Warga Mentangor Alhamdulillah, Dibayar Tanpa Utang, THR ASN Siak 100% dan TPP Berasal Dari APBD Permudah Melintas Pemca Pujud dan Perusahan Aktif Perbaiki Jalan Lintas Yang Rusak Ing H Iskandarsyah Hadiri Pelantikan 2 Komisariat HMI Karimun

Riau

Pacu Jalur Mendunia, Siap Sambut Tamu Mancanegara

badge-check


					Gubernur Riau Abdul Wahid dan Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby. Perbesar

Gubernur Riau Abdul Wahid dan Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Festival Pacu Jalur 2025 yang akan digelar pada 21–24 Agustus mendatang di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Riau, diprediksi akan menjadi perhelatan budaya terbesar sepanjang sejarahnya. Bukan hanya karena lomba dayung tradisional yang telah mengakar ratusan tahun, namun juga berkat viralnya sosok Rayyan Arkan Dhika, bocah penari kecil di ujung jalur yang memikat perhatian nasional dan internasional.

Rayyan, yang tampil penuh semangat di ujung perahu dengan gerakan khas Melayu sambil memompa semangat pendayung, telah mencuri hati jutaan penonton di media sosial. Aksinya bukan hanya simbol semangat, tetapi juga wajah dari tradisi yang hidup dan dicintai generasi muda.

Gubernur Riau Abdul Wahid mengatakan, momen viral ini menjadi titik balik dalam promosi budaya Riau. “Biasanya yang menonton hanya warga lokal dan sebagian dari luar Riau. Sekarang tamu dari mancanegara menyatakan akan datang langsung,” ujar Wahid saat memaparkan rencana kegiatan, Selasa (22/7).

Wahid menekankan pentingnya menjadikan momentum ini sebagai penggerak ekonomi dan budaya. Namun ia mengingatkan, pengembangan festival tetap harus menjaga akar tradisi dan karakter masyarakat lokal. “Kita akan libatkan sponsor, tapi tanpa mengubah nilai budaya yang sudah turun-temurun,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kenyamanan pengunjung. Ketersediaan transportasi, penginapan, dan harga kebutuhan harus terkontrol agar wisatawan tidak merasa terbebani. “Ini momen emas untuk memperkenalkan pacu jalur ke dunia. Kalau ditata baik, festival ini bisa jadi ikon tahunan berskala internasional,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby menyatakan persiapan festival hampir rampung. Ia memastikan koordinasi dengan event organizer berjalan optimal untuk menjaga kualitas acara dan kenyamanan pengunjung.

“Kami sedang menyiapkan hotel, homestay, dan transportasi. Juga mengatur agar tak ada harga yang mencekik. Ini pesta rakyat, harus ramah bagi semua,” ucapnya.

Dengan semangat “Kayuah!”, festival pacu jalur tahun ini tak hanya akan menjadi ajang lomba perahu, tetapi juga perayaan budaya yang menyentuh hati, dari bocah kecil di ujung jalur, hingga sambutan dunia yang tak terduga. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sapma IPK Riau Berbagi Takjil, Tumbuhkan Kepedulian dan Kebersamaan Ramadan

16 Maret 2026 - 22:00 WIB

Alhamdulillah, Dibayar Tanpa Utang, THR ASN Siak 100% dan TPP Berasal Dari APBD

16 Maret 2026 - 17:13 WIB

Hujan Emas

15 Maret 2026 - 06:16 WIB

Senyum Anak Yatim Warnai Belanja Lebaran Bersama Bupati Afni di Kandis

14 Maret 2026 - 15:03 WIB

Kompang Aib

14 Maret 2026 - 05:50 WIB

Trending di Minda