RiauKepri.com, PEKANBARU- Ini peringatan bagi masyarakat yang hobi mancing, terutama yang mancing di hutan atau di parit. Soalnya, untuk menghalau nyamuk ataupun agas pemancing biasanya merokok dan membuang puntung rokok sembarangan, ini bisa menjadi awal punca Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Karena kondisi gambut saat ini sangat kering dan rentan terbakar, Kapolres Dumai, AKBP Angga F Herlambang, mengimbau agar pemancing memperhatikan puntung rokok.
“Bagi pemancing di kanal atau parit, dan di semak-semak, yang merokok jangan sembarang membuang puntung rokoknya. Kondisi gambut dan tanaman ilalang yang mengering itu mudah terbakar,” kata Angga.
Angga yang saat ini disibukan dengan Karhutla di Kecamatan Dumai Barat dan Sungai Sembilan, Kota Dumai, menyebutkan bahwa dua titik karhutla ini merupakan tanah gambut, yang kedalamannya mencapai tiga meter. Sehingga banyak asap yang dihasilkan.
“Luas lahan di dua titik karhutla ini sekitar 20 hektar. Upaya pemadaman kami bersama TNI, BPBD dan Manggala Agni, masih berupaya memadamkan api. Jumlah petugas gabungan 100 orang. Kondisi saat ini api berada di dalam gambut sedalam tiga meter,” kata Angga.
Angga menjelaskan, petugas gabungan berjibaku untuk memutus penjalaran api, agar kebakaran tidak semakin meluas. Namun, cuaca panas dan angin kencang serta asap, cukup mengganggu proses pemadaman.
Di samping melakukan pemadaman, pihak kepolisian juga menyelidik penyebab karhutla tersebut.
Mengingat musim kemarau saat ini, Angga mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Karena kondisi gambut saat ini sangat kering dan rentan terbakar.
“Kemudian kepada pemancing yang merokok jangan sembarang membuang puntung rokoknya,” ucap Angga. (RK5)







