Menu

Mode Gelap
Sambut Ramadhan 1447 H, PKK dan Kader Posyandu Isi Tausiyah dan Salurkan Paket Sembako Dua Pria Nekat Garap Hutan Lindung TWA Sungai Dumai Jadi Kebun Sawit Polsek Rangsang Bantu Korban Kebakaran Rumah Hanya Tiga Perusahaan Resmi Tambang Pasir di Bintan, Selain Itu Illegal Jemput Bola ke Pulau-Pulau, Imigrasi Selatpanjang Luncurkan Program Limau 1500 Paket Habis Terjual dalam Pasar Murah AMT di Meranti

Tanjungpinang

Pemkot Tanjungpinang Dorong Literasi Budaya Lewat Bedah Buku “Melayukah Aku?”

badge-check


					Suryatati Abdul Manan, penulis buku Melayukah Aku?. F: Ist Perbesar

Suryatati Abdul Manan, penulis buku Melayukah Aku?. F: Ist

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang terus mendorong penguatan literasi budaya lokal melalui kegiatan bedah buku. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dalam pelaksanaan bedah buku Melayukah Aku? karya mantan Wali Kota Tanjungpinang, Suryatati Abdul Manan, yang digelar di Gedung Studio Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (22/7/2025).

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, sebagai bagian dari program literasi yang digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Tanjungpinang, dengan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) non-fisik dari Perpustakaan Nasional RI.

Dalam sambutannya, Raja Ariza menegaskan pentingnya merawat budaya melalui literasi lokal. Ia mengapresiasi langkah DPK yang menghadirkan kembali karya Suryatati A. Manan ke ruang publik, mengingat buku tersebut memuat refleksi kritis terhadap identitas dan budaya Melayu.

“Pemkot Tanjungpinang sangat mendukung kegiatan yang memperkuat karakter masyarakat lewat budaya literasi. Ini sejalan dengan misi kami dalam menciptakan SDM yang unggul dan berdaya saing,” ujar Ariza.

Menurutnya, Suryatati bukan hanya tokoh birokrat, tetapi juga figur penting dalam pelestarian budaya Melayu. Melalui karya dan kebijakan, ia turut mewarnai pembangunan berbasis nilai budaya.

Penulis buku, Suryatati A. Manan, menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah terhadap literasi. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kesadaran bersama bahwa kebudayaan harus terus dibicarakan dan diwariskan.

“Saya bangga buku yang saya tulis hampir dua dekade lalu bisa dibedah lagi. Ini langkah kecil, tapi berdampak besar,” kata Suryatati.

Kepala DPK Tanjungpinang, Meitya Yulianty, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari program penguatan koleksi lokal perpustakaan. Sebelumnya, buku Adat Perkawinan Melayu karya Tamrin Dahlan juga telah dibedah pada 16 Juli 2025.

“Melalui diskusi ini, kami ingin mendekatkan masyarakat pada penulis lokal, sekaligus memantik semangat menulis dan berpikir kritis. Harapannya, peserta bisa menjadi agen literasi di lingkungannya,” ucap Meitya.

Bedah buku ini menghadirkan narasumber Rendra Setyadiharja, serta diikuti sekitar 50 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, akademisi, guru, pegiat literasi, hingga masyarakat umum. (RK9)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sambut Imlek 2577, PT Bintan Mobil Salurkan 117 Paket Bantuan untuk Warga Rawasari

12 Februari 2026 - 06:38 WIB

TJA Minta Maxim Stop Rekrutmen Driver Baru, Tunduk Terhadap Pergub Tarif Atas Bawah

11 Februari 2026 - 08:36 WIB

MTI Kepri: DPRD dan Dishub Sebaiknya Beri Pemahaman, Bukan Harapan Palsu kepada Driver Online

11 Februari 2026 - 08:08 WIB

Dapat Pelayanan Memuaskan, Jemaah Calon Haji Apresiasi BRK Syariah

7 Februari 2026 - 15:34 WIB

Inovasi Baru, JCH Nasabah BRK Syariah Tanjungpinang Ikuti Praktik Manasik Haji

7 Februari 2026 - 13:23 WIB

Trending di Tanjungpinang