RiauKepri.com, TANJUNGPINANG — Konservasi Indonesia bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau menggelar Lokakarya Pemangku Kepentingan Pengelolaan Ekosistem Pesisir dan Laut, Selasa (22/7/2025), di Hotel Aston, Kota Tanjungpinang.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Harris Pratamura, didampingi Kepala DKP Kepri, Dr. Said Sudrajad. Lokakarya dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari lintas sektor, termasuk perwakilan OPD Pemprov Kepri, instansi vertikal, pemerintah kabupaten/kota, akademisi, NGO, pelaku usaha, hingga mitra pembangunan.
Turut hadir pula Senior Advisor for Ocean Program Konservasi Indonesia, Victor Nikijuluw, dan Director of International Blue Carbon Institute, Siti Maryam Yakuub.
Menurut penyelenggara, lokakarya ini bertujuan menyatukan langkah strategis lintas pihak untuk perlindungan dan pengelolaan kawasan pesisir dan laut di Kepri, khususnya ekosistem karbon biru seperti mangrove dan lamun, serta kawasan konservasi di Taman Wisata Perairan (TWP) Timur Pulau Bintan.
Secara spesifik, lokakarya ini mengupayakan:
1. Pemetaan para pemangku kepentingan di sektor pesisir dan laut Kepri,
2. Identifikasi inisiatif yang telah berjalan dan celah yang masih ada dalam perlindungan ekosistem karbon biru,
3. Pengumpulan masukan dari seluruh pihak terkait, dan
4. Penyusunan langkah kolaboratif dan berkelanjutan ke depan.
Kegiatan terbagi dalam tiga sesi utama. Sesi pertama berisi pemaparan kondisi ekosistem pesisir Kepri oleh narasumber dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), International Blue Carbon Institute, dan DKP Kepri.
Sesi kedua dan ketiga berlangsung dalam bentuk diskusi kelompok. Peserta dibagi ke dalam empat kelompok untuk mengidentifikasi masalah, penyebab, dan potensi aksi kolaboratif—termasuk pemetaan aktor kunci, potensi tumpang tindih, dan kesenjangan program.
Kepala DKP Kepri, Dr. Said Sudrajad, menyampaikan apresiasinya kepada semua peserta yang berpartisipasi. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian wilayah pesisir dan laut Kepri.
“Tugas ini tidak bisa diselesaikan sendiri oleh DKP Kepri. Butuh kerja bersama yang solid dan berkelanjutan. Karena itu, kami sangat mengapresiasi peran Konservasi Indonesia sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan,” ujar Said. (Red)









