Menu

Mode Gelap
Telan Anggaran Rp233,48 Juta, DPRD Meranti Tinjau Pembangunan Duiker Simpang Puskemas Zona Integritas Diresmikan, Imigrasi Selatpanjang Bidik WBK dan WBBM Kades Batu Berapit Apresiasi Wartawan Anambas, Berkah Terima Bantuan Sembako HPN 2026 Bupati Siak Afni: PT. BSP di Ambang Kebangkitan HPN 2026 di Jemaja Berlangsung Meriah, Bupati Aneng Apresiasi Peran Strategis Insan Pers Ribuan Warga Pulau Jemaja Padati Lapangan Bola Kelurahan Letung, Meriahkan Jalan Santai HPN 2026, Sepeda Listrik Jadi Hadiah Utama

Advertorial

Konservasi Indonesia dan DKP Kepri Gelar Lokakarya Kolaboratif untuk Lindungi Ekosistem Laut

badge-check


					Konservasi Indonesia dan DKP Kepri Gelar Lokakarya Kolaboratif untuk Lindungi Ekosistem Laut Perbesar

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG — Konservasi Indonesia bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau menggelar Lokakarya Pemangku Kepentingan Pengelolaan Ekosistem Pesisir dan Laut, Selasa (22/7/2025), di Hotel Aston, Kota Tanjungpinang.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Harris Pratamura, didampingi Kepala DKP Kepri, Dr. Said Sudrajad. Lokakarya dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari lintas sektor, termasuk perwakilan OPD Pemprov Kepri, instansi vertikal, pemerintah kabupaten/kota, akademisi, NGO, pelaku usaha, hingga mitra pembangunan.

Turut hadir pula Senior Advisor for Ocean Program Konservasi Indonesia, Victor Nikijuluw, dan Director of International Blue Carbon Institute, Siti Maryam Yakuub.

Menurut penyelenggara, lokakarya ini bertujuan menyatukan langkah strategis lintas pihak untuk perlindungan dan pengelolaan kawasan pesisir dan laut di Kepri, khususnya ekosistem karbon biru seperti mangrove dan lamun, serta kawasan konservasi di Taman Wisata Perairan (TWP) Timur Pulau Bintan.

Secara spesifik, lokakarya ini mengupayakan:

1. Pemetaan para pemangku kepentingan di sektor pesisir dan laut Kepri,

2. Identifikasi inisiatif yang telah berjalan dan celah yang masih ada dalam perlindungan ekosistem karbon biru,

3. Pengumpulan masukan dari seluruh pihak terkait, dan

4. Penyusunan langkah kolaboratif dan berkelanjutan ke depan.

 

Kegiatan terbagi dalam tiga sesi utama. Sesi pertama berisi pemaparan kondisi ekosistem pesisir Kepri oleh narasumber dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), International Blue Carbon Institute, dan DKP Kepri.

Sesi kedua dan ketiga berlangsung dalam bentuk diskusi kelompok. Peserta dibagi ke dalam empat kelompok untuk mengidentifikasi masalah, penyebab, dan potensi aksi kolaboratif—termasuk pemetaan aktor kunci, potensi tumpang tindih, dan kesenjangan program.

Kepala DKP Kepri, Dr. Said Sudrajad, menyampaikan apresiasinya kepada semua peserta yang berpartisipasi. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian wilayah pesisir dan laut Kepri.

“Tugas ini tidak bisa diselesaikan sendiri oleh DKP Kepri. Butuh kerja bersama yang solid dan berkelanjutan. Karena itu, kami sangat mengapresiasi peran Konservasi Indonesia sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan,” ujar Said. (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dapat Pelayanan Memuaskan, Jemaah Calon Haji Apresiasi BRK Syariah

7 Februari 2026 - 15:34 WIB

Inovasi Baru, JCH Nasabah BRK Syariah Tanjungpinang Ikuti Praktik Manasik Haji

7 Februari 2026 - 13:23 WIB

Dukung Pembinaan Bakat Anak Muda Kapolresta Tanjungpinang, Gelar “Road Race Championship 2026”

6 Februari 2026 - 20:04 WIB

Kanwil DJP Kepri, Ditlantas Polda Kepri, dan Bapenda Teken PKS Pengawasan Pajak di Kawasan FTZ

4 Februari 2026 - 16:23 WIB

Diduga Ada Pungli di Samsat Saat Warga Tanjungpinang ,Mengurus Pajak Kendaraan

2 Februari 2026 - 15:19 WIB

Trending di Tanjungpinang