Menu

Mode Gelap
Laos Menuju ASEAN Tahun 2045 BRK Syariah Bengkalis Dukung Semangat Kebersamaan pada Senam Bersama Hari Jadi ke-514 Kabupaten Bengkalis Kunjungan Kerja Seskoau ke LAMR Bahas Ketahanan Energi Nasional Berbasis Nilai-Nilai Kejuangan Polres Bengkalis Ungkap Kasus Dugaan Peredaran Sabu di Bengkalis, Satu Orang Diamankan Polsek Pinggir Gagalkan Peredaran Sabu, Pengedar Diamankan dengan Barang Bukti 1,96 Gram Dua Pengedar Sabu Ditangkap di Bengkalis, Polres Tegaskan Komitmen Dukung Program P4GN

Riau

Wakapolda Riau Tekankan Penertiban PETI dan Jaga Pacu Jalur

badge-check

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Riau, Brigjen Jossy Kusumo dan 
Kapolres Kuansing, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat. Perbesar

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Riau, Brigjen Jossy Kusumo dan Kapolres Kuansing, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat.

RiauKepri.com, KUASING- Di balik gemuruh rencana pelaksanaan Festival Pacu Jalur tingkat nasional, ada keresahan yang tak terlihat di permukaan, aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang kian marak di hulu Sungai Kuantan, Kuantan Senginging (Kuansing). Situasi inilah yang mendorong Wakil Kepala Kepolisian Daerah Riau, Brigjen Jossy Kusumo, turun langsung ke lapangan, Rabu (30/7/2025).

Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Kuansing itu, Brigjen Jossy tidak datang sendiri. Ia membawa serta jajaran pejabat utama Polda Riau dan perwakilan dari Dinas ESDM Provinsi Riau. Misi mereka satu, memperkuat koordinasi, memastikan penegakan hukum, dan memberi harapan kepada masyarakat agar tak lagi bertaruh nyawa di lubang-lubang tambang ilegal.

“PETI ini bukan hanya soal hukum dan ekonomi negara. Ini soal keselamatan rakyat,” ujar Brigjen Jossy, usai pertemuan dengan Bupati Suhardiman Amby dan jajaran Forkopimda. Dia menegaskan bahwa kerusakan lingkungan akibat PETI berpotensi mencemari Sungai Kuantan, jantung dari budaya Pacu Jalur yang telah menjadi simbol kebanggaan masyarakat Riau.

Warga di hulu sungai memang sudah lama menggantungkan hidup pada aktivitas tambang emas. Namun, pekerjaan itu tak jarang memakan korban jiwa, merusak alam, dan meninggalkan luka sosial. Wakapolda menyebut pihaknya telah menurunkan personel Brimob dan Samapta untuk mendampingi penertiban di lapangan secara tegas namun terukur.

Kapolres Kuansing, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat, turut menambahkan bahwa pendekatan yang mereka lakukan bukan hanya represif, melainkan juga edukatif. “Kami bicara dengan masyarakat, menyampaikan bahayanya PETI. Tapi kami juga sadar, mereka butuh makan. Maka kami dorong agar Pemprov hadir membawa solusi nyata,” ucapnya.

Harapan itulah yang coba dijawab oleh Plt. Kadis ESDM Provinsi Riau. Katanya, saat ini pemerintah tengah memproses Izin Pertambangan Rakyat (IPR), skema legal yang diharapkan bisa menjadi jalan keluar bagi para penambang tradisional. Jika terealisasi, warga bisa tetap menambang tanpa harus sembunyi-sembunyi atau melawan aparat.

Di tengah semua kekhawatiran itu, Bupati Suhardiman Amby menegaskan satu hal: Pacu Jalur harus tetap bermartabat. Sungai Kuantan, tempat perahu-perahu tradisional itu berlomba, harus bersih dari pencemaran. “Ini bukan soal event semata. Ini soal identitas kita sebagai orang Kuansing,” katanya.

Kunjungan kerja Wakapolda Riau ini tak hanya menyentuh soal penegakan hukum, tapi juga menyuarakan harapan. Bahwa masyarakat Kuansing, terutama di daerah hulu, tak perlu lagi menggantungkan nasib dari aktivitas yang mengancam nyawa dan lingkungan. Bahwa budaya dan keselamatan bisa berjalan seiring, asal semua pihak duduk bersama mencari solusi.

Pada akhirnya, kunjungan itu menjadi pengingat bahwa di balik gegap gempita Festival Pacu Jalur, ada warga yang masih berjibaku dengan lumpur dan bahaya. Kini, harapan mereka menyala kembali, bisa hidup layak, tanpa harus menggali maut dari perut bumi. (RK5/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sayang Bini

26 Juli 2026 - 09:55 WIB

Siak Masuk Daftar Daerah Terbaik untuk Investasi Versi Fortune Indonesia

26 Juli 2026 - 07:37 WIB

Kelemahan Melayu

25 Juli 2026 - 06:32 WIB

Bupati Afni dan Menkeu Purbaya Bertemu, Suasana Reuni Warnai Silaturahmi

24 Juli 2026 - 22:34 WIB

Dukung Program Unggulan Kapolda Riau, Ditpolairud dan Polres Rohil Gelar Aksi ‘JALUR’ di Panipahan

24 Juli 2026 - 21:36 WIB

Trending di Riau