Menu

Mode Gelap
BRK Syariah Salurkan CSR Rp30 Juta untuk Masjid Al-Jama’ah pada Safari Ramadan Pemprov Riau di Inhil Prakiraan Cuaca Kepri Ahad, 8 Maret 2026: Sebagian Wilayah Berpotensi Hujan Ringan hingga Sedang BRK Syariah Gaungkan Literasi Keuangan Syariah Lewat GERAK Syariah 2026 di Pekanbaru Bupati dan Wabup Siak Jadi Amil Zakat, Terima Langsung Zakat dari Muzakki Safari Ramadan Kecamatan Jemaja Digelar di Pulau Darak, Warga Air Biru Sampaikan Terima Kasih Malu Melayu

Riau

Wakapolda Riau Tekankan Penertiban PETI dan Jaga Pacu Jalur

badge-check


					Wakil Kepala Kepolisian Daerah Riau, Brigjen Jossy Kusumo dan 
Kapolres Kuansing, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat. Perbesar

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Riau, Brigjen Jossy Kusumo dan Kapolres Kuansing, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat.

RiauKepri.com, KUASING- Di balik gemuruh rencana pelaksanaan Festival Pacu Jalur tingkat nasional, ada keresahan yang tak terlihat di permukaan, aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang kian marak di hulu Sungai Kuantan, Kuantan Senginging (Kuansing). Situasi inilah yang mendorong Wakil Kepala Kepolisian Daerah Riau, Brigjen Jossy Kusumo, turun langsung ke lapangan, Rabu (30/7/2025).

Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Kuansing itu, Brigjen Jossy tidak datang sendiri. Ia membawa serta jajaran pejabat utama Polda Riau dan perwakilan dari Dinas ESDM Provinsi Riau. Misi mereka satu, memperkuat koordinasi, memastikan penegakan hukum, dan memberi harapan kepada masyarakat agar tak lagi bertaruh nyawa di lubang-lubang tambang ilegal.

“PETI ini bukan hanya soal hukum dan ekonomi negara. Ini soal keselamatan rakyat,” ujar Brigjen Jossy, usai pertemuan dengan Bupati Suhardiman Amby dan jajaran Forkopimda. Dia menegaskan bahwa kerusakan lingkungan akibat PETI berpotensi mencemari Sungai Kuantan, jantung dari budaya Pacu Jalur yang telah menjadi simbol kebanggaan masyarakat Riau.

Warga di hulu sungai memang sudah lama menggantungkan hidup pada aktivitas tambang emas. Namun, pekerjaan itu tak jarang memakan korban jiwa, merusak alam, dan meninggalkan luka sosial. Wakapolda menyebut pihaknya telah menurunkan personel Brimob dan Samapta untuk mendampingi penertiban di lapangan secara tegas namun terukur.

Kapolres Kuansing, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat, turut menambahkan bahwa pendekatan yang mereka lakukan bukan hanya represif, melainkan juga edukatif. “Kami bicara dengan masyarakat, menyampaikan bahayanya PETI. Tapi kami juga sadar, mereka butuh makan. Maka kami dorong agar Pemprov hadir membawa solusi nyata,” ucapnya.

Harapan itulah yang coba dijawab oleh Plt. Kadis ESDM Provinsi Riau. Katanya, saat ini pemerintah tengah memproses Izin Pertambangan Rakyat (IPR), skema legal yang diharapkan bisa menjadi jalan keluar bagi para penambang tradisional. Jika terealisasi, warga bisa tetap menambang tanpa harus sembunyi-sembunyi atau melawan aparat.

Di tengah semua kekhawatiran itu, Bupati Suhardiman Amby menegaskan satu hal: Pacu Jalur harus tetap bermartabat. Sungai Kuantan, tempat perahu-perahu tradisional itu berlomba, harus bersih dari pencemaran. “Ini bukan soal event semata. Ini soal identitas kita sebagai orang Kuansing,” katanya.

Kunjungan kerja Wakapolda Riau ini tak hanya menyentuh soal penegakan hukum, tapi juga menyuarakan harapan. Bahwa masyarakat Kuansing, terutama di daerah hulu, tak perlu lagi menggantungkan nasib dari aktivitas yang mengancam nyawa dan lingkungan. Bahwa budaya dan keselamatan bisa berjalan seiring, asal semua pihak duduk bersama mencari solusi.

Pada akhirnya, kunjungan itu menjadi pengingat bahwa di balik gegap gempita Festival Pacu Jalur, ada warga yang masih berjibaku dengan lumpur dan bahaya. Kini, harapan mereka menyala kembali, bisa hidup layak, tanpa harus menggali maut dari perut bumi. (RK5/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati dan Wabup Siak Jadi Amil Zakat, Terima Langsung Zakat dari Muzakki

7 Maret 2026 - 13:40 WIB

Malu Melayu

7 Maret 2026 - 10:16 WIB

Rumah Baru untuk Ja’far, Hadiah Ramadan Saat Ia Terbaring Sakit di Pekanbaru

6 Maret 2026 - 19:51 WIB

Akademisi Beberkan Kriteria Ideal Dirut Perusahaan Migas, Harus Berpengalaman dan Berintegritas

6 Maret 2026 - 10:13 WIB

Di Tengah Kepungan Perusahaan Raksasa, Warga Lingkar Naga Nyaris tak Tersentuh Bantuan

5 Maret 2026 - 12:24 WIB

Trending di Riau