Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Riau

Berfoto di Gerai LAMR, Gubri Wahid Memperteguh Dukungan Daerah Istimewa Riau

badge-check

Gubernur Riau Datuk Seri Setia Amanah Abdul Wahid. Perbesar

Gubernur Riau Datuk Seri Setia Amanah Abdul Wahid.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Gubernur Riau Datuk Seri Setia Amanah Abdul Wahid yang sejak awal mendukung gagasan Daerah Istimewa Riau (DIR), semakin memperteguhkan dukungannya. Hal ini tidak hanya disampaikan melalui pernyataan, tetapi juga diperlihatkan secara simbolis dengan berfoto memegang plakat bertuliskan “Dukung Daerah Istimewa Riau.”

Hal tersebut terjadi usai Gubernur Wahid membuka Pameran Pembangunan dalam rangka Hari Jadi ke-68 Provinsi Riau di Jalan Sultan Syarif Kasim II, tepat di depan Masjid Raya An-Nur Pekanbaru, Kamis (7/8/2025). Beliau menyempatkan diri mengunjungi satu per satu stan pameran, termasuk Gerai Ekonomi Kreatif Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau.

“Daerah Istimewa Riau ini harus kita dukung,” kata Gubernur Wahid, sebagaimana disampaikan ulang oleh Bendahara LAMR Provinsi Riau, Datuk M. Fadli.

Menurut Ketua Badan Pekerja Perwujudan Daerah Istimewa Riau (BPP DIR), Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, Gubernur Wahid memang telah mendukung gagasan ini sejak awal. “Tindakan simbolik dengan berfoto bersama plakat dinilai semakin menguatkan semangat masyarakat dalam mendorong pengakuan resmi terhadap kekhasan budaya dan sejarah Riau,” ucap Datuk Seri Taufik yang juga Ketum DPH LAMR.

Gagasan pembentukan Daerah Istimewa Riau kini telah memasuki tahap penyusunan naskah akademis. Rapat-rapat terpumpun telah dilakukan, dan sesuai rencana, dokumen tersebut akan diserahkan ke pemerintah pusat pada Oktober mendatang.

Dalam rapat pembahasan naskah akademi DIR, Ketua Tim Perumus Naskah Akademis DIR Provinsi, Prof. Dr. Junaidi, ketika itu menyatakan bahwa dasar pengusulan status keistimewaan bagi Riau bersumber pada kekayaan budaya Melayu. Menurutnya, hal ini selaras dengan visi Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu.

“Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu harus kita bangkitkan kembali. Ini menjadi latar belakang dari perjuangan DIR,” kata Junaidi.

Rektor Universitas Lancang Kuning (Unilak) itu juga menjelaskan bahwa kebudayaan Melayu memiliki implikasi terhadap sistem ekonomi dan pemerintahan. Sementara secara filosofis, pengusulan DIR berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945.

“Pengajuan DIR tidak bertentangan dengan hukum, ini diperbolehkan oleh negara dan bukan bentuk makar,” ujar Junaidi.

Lebih lanjut, Dia menekankan bahwa sistem pemerintahan dalam budaya Melayu dikenal dengan konsep tali berpilin tiga, yakni kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan tokoh adat. “Berbeda dengan Aceh yang berbasis syariah, Riau memiliki keunikan melalui sistem tali berpilin tiga,” ujar Junaidi. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Video Afni yang Ditakedown Sudah Kembali, Pengamat Singgung Oligarki

21 Okt 2026 - 11:38 WIB

Video Afni yang Ditakedown Sudah Kembali, Pengamat Singgung Oligarki

Parah! Babinsa Diduga Jadi Kurir Sabu 47 Kg, Keponakan Ikut Terseret

21 Okt 2026 - 11:01 WIB

Parah! Babinsa Diduga Jadi Kurir Sabu 47 Kg, Keponakan Ikut Terseret

LAMR Segera Bentuk Tim Penulisan Sejarah Melayu Riau, Tindak Lanjuti Gagasan Menbud Fadli Zon

20 Okt 2026 - 16:34 WIB

LAMR Segera Bentuk Tim Penulisan Sejarah Melayu Riau, Tindak Lanjuti Gagasan Menbud Fadli Zon

Perluas Transaksi Digital, BRK Syariah dan Pemkab Kampar Bahas Integrasi QRIS Realtime Spliting Pajak Daerah

20 Okt 2026 - 10:34 WIB

Perluas Transaksi Digital, BRK Syariah dan Pemkab Kampar Bahas Integrasi QRIS Realtime Spliting Pajak Daerah

LAMR Siap Bersama Wujudkan Gagasan Menbud Fadli Zon: dari Muara Takus hingga Museum Perminyakan

19 Okt 2026 - 18:50 WIB

LAMR Siap Bersama Wujudkan Gagasan Menbud Fadli Zon: dari Muara Takus hingga Museum Perminyakan
Trending di Pekanbaru