RiauKepri.com, PEKANBARU- Rangkaian akhir Musyawarah V Sekretariat Bersama Lembaga Adat Rumpun Melayu (LARM) se-Sumatera dengan mendeklarasikan dukungan terwujudnya Daerah Istimewa Riau (DIR) dan dukungan terhadap negara Palestina, pada Ahad (10/8/2025) di Balairung Tennas Effendi, Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Jalan Diponegoro, Pekanbaru.
Deklarasi ini menjadi penegasan sikap bersama para pemangku adat, tokoh masyarakat, dan LARM se-Sumatera yang hadir, bahwa Riau memiliki nilai historis, kultural dan strategis yang layak mendapatkan status daerah istimewa Selain itu, dukungan terhadap Palestina disampaikan sebagai wujud solidaritas kemanusiaan dan persaudaraan umat.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, menegaskan bahwa dukungan ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia.
“Deklarasi ini bukan sekadar seremonial, tetapi tekad kolektif untuk memperjuangkan hak-hak Riau sebagai daerah istimewa yang berlandaskan sejarah dan budaya Melayu. Kita juga menegaskan komitmen membela kemerdekaan Palestina dan mendukung kebijakan pemerintah Indonesia yang secara konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” ucap Datuk Seri Taufik.
Datuk Seri Taufik juga menambahkan bahwa perjuangan ini adalah bagian dari tanggung jawab moral masyarakat Melayu.
“Masyarakat Melayu sejak dahulu menjunjung tinggi nilai keadilan, persaudaraan, dan kemerdekaan. Memperjuangkan status daerah istimewa bagi Riau dan mendukung Palestina adalah wujud nyata dari nilai-nilai itu,” ungkap Datuk Seri Taufik.
Sebagaimana diketahui bahwa Musyawarah V Sekber LARM se-Sumatera ini berlangsung selama tiga hari dari tanggal 8-10 Agustus 2025 di Balai Adat LAMR Riau, Jalan Diponogoro, Pekanbaru.
Musyawarah Sekber LARM se-Sumatera ini diikuti delapan provinsi dari sepuluh provinsi yang bergabung dalam Sekber LARM se-Sumatera. Adapun yang hadir Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, dan Riau sebagai tuan rumah. Sedangkan Aceh dan Lampung tidak bisa hadir lantaran pada saat bersamaan ada acara adat di tempat mereka masing-masing. (RK1)







