SEMARAK Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia terasa hingga ke pelosok negeri, tak terkecuali di Kecamatan Pulau Burung, wilayah paling ujung Kabupaten Indragiri Hilir. Tanpa mengenal lelah, panitia dan warga setempat merangkai beragam kegiatan untuk menyemarakkan perayaan, mulai dari pra hingga pasca upacara kemerdekaan yang berlangsung pada 10–17 Agustus 2025.
Berbagai lomba siap memeriahkan suasana, di antaranya tenis meja tunggal, menghias lingkungan, bakiak, balap karung, bola pingpong estafet, junjung botol, hingga gladi resik upacara kemerdekaan. Tak ketinggalan gerak jalan, karnaval kemerdekaan, lomba penyuluhan dan sambutan HUT RI oleh PKK, cerdas cermat PKK, pengukuhan Paskibraka, penampilan seni, pesta rakyat, panjat pinang, tarik tambang, dan estafet kelereng PKK. Semua ini disajikan oleh panitia HUT RI Kecamatan Pulau Burung untuk menghibur sekaligus mempererat persaudaraan warga.
Bagi masyarakat Pulau Burung, momentum ini bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi juga pemantik semangat nasionalisme. Tidak hanya warga asli, tetapi juga mereka yang sementara tinggal karena tugas, berusaha, atau bekerja di perusahaan-perusahaan setempat, diajak untuk ikut terlibat dan merayakan bersama.
Seperti pepatah lokal yang menyiratkan ajakan hangat:
“Pulau Burung tanah bertuah, tuahnya datang dari pohon kelapa, ayo rawat tuah ini, dan mari hadir di acara kita.”
Sebab, nasionalisme tidak berhenti pada penghormatan bendera, melainkan diisi dengan kebersamaan, kreativitas, dan kecintaan pada tanah air. Perbedaan bukan penghalang, karena semangat Bhinneka Tunggal Ika mempersatukan semua.
Dan yang paling sederhana namun bermakna: berdirinya tiang bendera di setiap rumah menjadi bukti bahwa masyarakat Pulau Burung siap menjaga kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk selamanya.
Penulis : Sona Adiansyah, S.Kom.I Ketua Pemuda Muhammadiyah dan Tokoh Kepemudaan di kecamatan Pulau Burung.







