RiauKepri.com, KUANSING– Di bawah langit cerah Tepian Narosa, Festival Pacu Jalur 2025 menjadi saksi bisu sebuah pertemuan yang tak biasa pada Ahad (24/8/2025). Melly Mike, rapper asal Minneapolis, Amerika Serikat, akhirnya bertatap muka dengan Dikha, bocah 11 tahun dari Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, yang viral dengan tarian ‘aura farming’-nya. Bukan sekadar temu sapa, pertemuan ini menjadi jembatan rasa, antara dua seniman dari dunia berbeda yang bersatu dalam satu irama, ketulusan karya.
Melly Mike, yang dikenal dengan lagu-lagu bertema perjuangan seperti Young, Black & Rich, tak menyangka karyanya menyeberangi benua dan menjadi latar tarian spontan seorang anak Melayu Riau di atas pacu jalur. Lagu itu kini identik dengan momen tarian Togak Luan Rayyan Arkhan Dikha yang viral dengan video 18 detik yang menembus 121,5 juta penonton dan menyatukan dunia digital dengan budaya lokal.
Kehangatan langsung terasa sejak rapper 28 tahun itu turun dari helikopter di helipad Sport Center, Kuansing. Menyambutnya bukan hanya pejabat seperti Gubernur Riau Abdul Wahid dan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, tetapi juga sang Togak Luan, Dikha. Tak ada sekat. Mike memeluk Dikha, menyerahkan hadiah video game, dan si bocah membalasnya dengan senyum dan cium tangan penuh takzim.
“Senang bertemu denganmu lagi, bro,” ucap Mike kepada Kapolda, sementara Gubernur Wahid memperkenalkan kembali Dikha.
Mereka lalu duduk bersama di meja bundar, menikmati kopi dan snack lokal. Tapi kehangatan pertemuan ini tak hanya dalam suguhan. Ia lebih dalam dari itu, sebuah dialog senyap antara dua seniman lintas generasi dan budaya, yang sama-sama jujur dalam berkarya.
Menurut Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, Ketua Umum DPH LAMR Riau, pertemuan ini adalah refleksi yang perlu dimaknai lebih jauh. “Ini pertemuan dua seniman dengan latar belakang berbeda, tapi bersatu dalam ketulusan karya,” ujarnya.
Dikha, dengan gerak nalurinya saat jalur berpacu, adalah representasi dari energi lokal yang otentik. Sementara Melly Mike, dengan beat dan lirik energiknya, adalah simbol perjuangan modern anak muda global. Ketika keduanya bertemu, yang lahir bukan hanya kolaborasi, tapi koneksi, bahwa seni tak mengenal batas.
Melly Mike sendiri sudah menjadi fenomena tersendiri di Indonesia. Lagu Young, Black & Rich, yang awalnya ditulis sebagai curahan dari titik terendah hidupnya, kini jadi anthem semangat anak-anak Pacu Jalur. Dalam video Instagram-nya, Mike mengucapkan terima kasih kepada warga Riau dan menyatakan kekagumannya pada festival budaya yang begitu kuat mempertahankan identitas.
“Senang bisa melihat langsung bagaimana karya saya menemukan rumahnya di sini,” kata Mike.
Dunia mungkin luas, tapi kadang hanya butuh satu lagu dan satu tarian untuk mempertemukan dua jiwa yang sejatinya tak pernah berjauhan. Di Kuansing, irama dan gerak itu menyatu- dalam festival, dalam pertemuan, dalam keikhlasan berkarya.
Dan sebagai ucapan terima kasih, tanpa dibayar sepeser pun, dari kampung halamannya yang nun jauh belasan ribu kilometer itu, Mike bertandang ke Kuansing, tampil secara langsung menghibur “saudara mara-nya” di malam penutupan Festival Pacu Jalur 2025, tepian Narosa. (RK1)
Berbagai sumber







