Menu

Mode Gelap
Masyarakat Adat Rantau Kasai Mengadu ke LAMR, Berharap Keadilan atas Lahan Ulayat PNBP Tembus Rp10,4 Triliun, Imigrasi Era Yuldi Yusman Catat Rekor dan Perketat Pengawasan WNA Dikejar Hingga ke Papua, Polisi Meranti Ringkus Tersangka Pencabulan Milad ke-60 BRK Syariah, Mantan Direksi Tekankan Penguatan SDI dan Teknologi Kapolda Riau Pantau Upaya Pemadaman Karhutla di Dumai, Pastikan Kesiapan Peralatan dan Sinergitas Pemkab Bengkalis Taja Ramah Tamah Bersama Kajati Riau

Internasional

Wawancara Khusus dengan Melly Mike: Apa yang Terjadi di Pacu Jalur Adalah Sejarah, Ini Jalan Tuhan

badge-check


					Murparsaulian dan Melly Mike (Ist). Perbesar

Murparsaulian dan Melly Mike (Ist).

RiauKepri.com, KUANSING- Bukan sekadar festival. Bukan pula sekadar balapan perahu. Pacu Jalur adalah nadi budaya yang mengalir dalam darah masyarakat Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, dan telah dirawat penuh cinta seperti anak sendiri sejak ratusan tahun silam.

Namun hari itu, pada penutupan hari ke-5 Pacu Jalur di Tepian Narosa, sebuah momen tak biasa terjadi. Melly Mike, rapper kenamaan asal Amerika Serikat, datang. Ia tak hanya menonton, ia terpukau, jatuh cinta, dan menyatu dengan semangat Pacu Jalur.

Nama Mike mendunia berkat video “Togak Luan” berdurasi 27 detik, diperankan bocah bernama Rayyan Arkhan Dikha dari Sungai Kuantan. Video itu viral dengan nama Aura Farming, dibalut lagu “Yong, Black & Rich” ciptaan Mike. Sebagai bentuk rasa terima kasih, Melly Mike rela tampil gratis di malam penutupan bersama Dikha dan duniapun bergoyang.

Seperti apa perasaan Melly Mike terhadap budaya Pacu Jalur dan apa harapannya ke depan? Berikut wawancara khusus yang dilakukan oleh seniman Riau Murparsaulian, berlangsung di kediaman Bupati Kuansing dalam suasana penuh akrab dan kehangatan. Wawancara khusus ini dipersembahkannya untuk pembaca riaukepri.com:

Murparsaulian (Mur): Selamat datang, Mike, di tanah Pacu Jalur.

Melly Mike (Mike): Terima kasih, terima kasih, terima kasih! (ucapnya dengan wajah berseri)

Mur: Apa kesan pertama kamu ketika tiba di Kuansing?

Mike: Saya langsung jatuh cinta dengan makanannya. Tapi bukan cuma itu, keramahan orang-orang di sini luar biasa. Mereka menyambut saya dengan penuh kegembiraan. Saya merasa sangat senang berada di sini. Ini seperti rumah kedua.

Mur: Apa pesan kamu untuk dunia tentang Pacu Jalur?

Mike: Semua orang harus datang ke sini. Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan, ini adalah warisan budaya yang hidup dan berdenyut. Ayo datang dan saksikan langsung kehebatannya. Ini pengalaman yang tidak bisa dilupakan.

Mur: Kami berharap kamu bisa datang lagi tahun depan.

Mike: Tentu saja. Saya pasti akan datang kembali. Saya merasa sangat dihargai dan diterima. Apa yang terjadi hari ini lebih besar dari saya, lebih besar dari kamu, lebih besar dari siapa pun yang hadir di sini. Ini adalah bagian dari sejarah. Ini adalah kehendak Tuhan. Pacu Jalur sudah hidup ratusan tahun dan akan terus hidup. Saya merasa terhormat bisa menjadi bagian dari sejarah ini.

Mur: Apakah kamu bersedia menjadi duta (messenger) Pacu Jalur untuk dunia?

Mike: Dengan sepenuh hati. Saya percaya bahwa pertemuan saya dengan Dika dan semuanya di sini bukanlah kebetulan, ini adalah jalan Tuhan. Nilai-nilai Pacu Jalur, tradisinya, semangatnya, akan saya bawa ke mana pun saya pergi. Saya akan kenalkan ini ke dunia. Ini bukan hanya budaya lokal, ini harta dunia.

Dalam catatan Redaksi bahwa kunjungan Melly Mike ke Kuantan Singingi bukan hanya soal tamu luar negeri yang hadir di festival budaya. Ini adalah titik balik, penanda bahwa Pacu Jalur kini berada di panggung global. Dan semangat itu, semoga terus menyala, mengayuh masa depan, tanpa melupakan akar. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PNBP Tembus Rp10,4 Triliun, Imigrasi Era Yuldi Yusman Catat Rekor dan Perketat Pengawasan WNA

2 April 2026 - 16:55 WIB

Mulai Berlaku, Pembelian Pertalite dan Solar Dibatasi

1 April 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Siak Buka Seleksi Calon Direktur PT Bumi Siak Pusako 2026–2031

31 Maret 2026 - 10:16 WIB

Karhutla di Bengkalis Telan Korban Jiwa: Muharmizan Istirahat Selamanya

31 Maret 2026 - 09:49 WIB

Dari Jalan Berdebu ke Mimbar Upacara SDN 02, Afni Titip Semangat untuk Generasi Siak

30 Maret 2026 - 12:23 WIB

Trending di Riau