Menu

Mode Gelap
Sekda Ronny Kartika Paparkan Indeks Profesionalitas ASN pada Latsar CPNS Bintan Angkatan XXI Pencarian Korban Lompat dari Kapal Dumai Line Dihentikan? Pengembangan Kasus, Polsek Bukit Batu Ringkus Dua Pengedar Sabu di Dumai Kemnaker Gandeng TikTok, Perkuat Talenta Ekonomi Digital dan Buka Peluang Kerja Baru Komitmen Tanpa Kompromi: Polres Bengkalis Gencarkan Perang Narkoba, Desa Jangkang Jadi Pelopor Kampung Bersih dari Narkoba Bupati Siak Buka Pelatihan Guru RA, Tekankan Pendidikan Berbasis Cinta

Nasional

Jakarta Menggilas, Dari Riau Lahir Solidaritas Menuntuk Keadilan Affan

badge-check


					Aksi solidaritas Ojol dan mahasiswa menuntut keadilan terhadap Alfan Kurniawan yang tewas digilas mobil Brimob, di Mapolda Riau. Perbesar

Aksi solidaritas Ojol dan mahasiswa menuntut keadilan terhadap Alfan Kurniawan yang tewas digilas mobil Brimob, di Mapolda Riau.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Terik siang itu tak menggoyahkan niat mereka. Jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Jumat, 29 Agustus 2025, saat satu per satu pengendara ojek online dengan jaket hijau muda dan helm seragam, beriringan menuju Jalan Sudirman, Pekanbaru. Di bawah gapura Purna MTQ, ratusan pengemudi itu berteduh, tapi bukan untuk menghindari panas. Mereka berkumpul untuk satu tujuan: menuntut keadilan atas kematian Affan Kurniawan.

Affan, rekan sesama pengemudi, meninggal sehari sebelumnya di Jakarta. Ia tewas usai terlindas kendaraan taktis Brimob dalam sebuah aksi unjuk rasa. Peristiwa itu terekam dalam video amatir dan menyebar luas, memicu gelombang solidaritas dari berbagai penjuru Indonesia. Di Riau, suara itu menggema di jalan.

Aksi solidaritas para pengemudi ojek online di Pekanbaru siang itu bergabung dengan massa mahasiswa. Mereka bergerak menuju Mapolda Riau di Jalan Sumatera. Di sana, Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, M.Hum., turun langsung menyambut mereka. Tak dari balik pagar, tapi dari atas mobil komando para demonstran.

“Dari lubuk hati yang paling dalam, kami, Polda Riau beserta seluruh jajaran hingga ke tingkat Polsek, menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Affan Kurniawan,” ucap Irjen Herry, suara lantangnya mengudara lewat pengeras suara. “Semoga almarhum husnul khotimah.”

Irjen Herry menegaskan bahwa Polda Riau mendorong proses hukum berjalan transparan. “Kami mendukung sepenuhnya agar kasus ini diungkap terang-benderang, dan supremasi hukum ditegakkan seadil-adilnya,” ujarnya.

Sebagai bentuk empati, Polda Riau telah menggelar salat ghaib usai salat Jumat berjemaah. Tak hanya itu, masyarakat juga diajak hadir dalam doa bersama di Masjid An-Nur, Sabtu malam, sebagai bentuk solidaritas.

Sementara itu, di layar digital, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menemui keluarga Affan. Ia menyampaikan permintaan maaf secara langsung dan berjanji akan bertindak tegas. Tujuh anggota Brimob yang diduga terlibat telah diamankan untuk diperiksa. “Tak ada yang kebal hukum,” kata Kapolri dalam pernyataannya.

Dukacita atas kematian Affan juga datang dari pucuk tertinggi pemerintahan. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan bela sungkawa mendalam. Ia menegaskan bahwa negara akan hadir, dan proses hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. “Jika terbukti melanggar prosedur, para petugas yang terlibat akan dikenai sanksi hukum seberat-beratnya,” kata Presiden.

Di tengah janji para petinggi, massa di Riau terus berjalan. Di bawah langit kelabu dan bendera setengah tiang dalam hati mereka, para pengemudi itu tak hanya menuntut keadilan untuk Alfan. Mereka memperjuangkan rasa aman yang kini terasa rapuh.

Kata Saksi: Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob

Malam itu, sekitar pukul 20.30 WIB, jalanan di kawasan Pejompongan berubah menjadi medan kekacauan. Bukan karena kerusuhan semata, tetapi karena sebuah insiden yang merenggut nyawa seorang ojek online (Ojol), Affan Kurniawan, yang tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob. Peristiwa tragis itu terjadi di tengah-tengah kerumunan warga yang protes atas tindakan aparat yang menggunakan gas air mata dalam penanganan unjuk rasa di sekitar perkampungan.

Menurut pengakuan Herudin, seorang saksi mata, kericuhan bermula saat warga dari Gang Administrasi 1 Penjernihan, yang terdiri dari para ibu rumah tangga dan demonstran, keluar ke jalan untuk memprotes tindakan Brimob yang mengejar massa hingga ke perkampungan. “Awalnya massa demonstran dan ibu-ibu dari Gang Administrasi 1 Penjernihan keluar ke jalan Penjernihan protes Brimob ngejar demonstran sampai perkampungan pakai gas air mata,” ujar Herudin, mengutip dari Warta Kota, Kamis (28/8/2025).

Ketegangan semakin memuncak saat massa mendekati rantis Brimob yang berada di lokasi. Mereka melayangkan protes, namun sebuah rantis Brimob bergerak maju menuju kerumunan. Massa yang panik pun berlarian menghindar, namun salah satu pengendara ojek online, Affan Kurniawan, yang sedang melintas, tak sempat menghindar.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat jelas bahwa Affan berusaha menyingkir dari laju rantis yang melaju dengan kecepatan tinggi. Namun, usahanya sia-sia. Kendaraan milik Brimob itu menabrak dan melindas tubuhnya. Sejumlah massa yang melihat kejadian itu segera berlari menuju rantis untuk menyelamatkan Affan yang terjepit di roda bagian depan. Namun, rantis Brimob tersebut tetap melaju tanpa henti, menyeret tubuh Affan beberapa meter sebelum akhirnya berhenti.

Korban kemudian diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit dengan menggunakan sepeda motor. Namun, kondisi Affan semakin parah, dan nyawanya tidak tertolong.

Abdul, saksi lain yang menyaksikan langsung kejadian tersebut, menceritakan bahwa rantis Brimob terlihat melaju tidak terkendali. “Dia benar-benar nyoba nabrakin para pendemo, kanan kiri ugal-ugalan. Siapa saja di depannya dihajar,” ujar Abdul, yang dihubungi TribunJakarta, Kamis (28/8/2025). Abdul menambahkan, peristiwa itu terjadi setelah magrib, di mana jalanan sudah mulai macet akibat kericuhan.

Tholib (47), paman korban, menceritakan dengan suara terbata-bata bahwa Affan saat itu sedang mengantar makanan. Karena jalan ditutup oleh situasi ricuh, Affan memilih untuk meninggalkan motornya dan berjalan kaki untuk menyelesaikan tugasnya. “Ngantar pesanan makanan. Karena jalan ditutup, dia jalan kaki akhirnya,” ucap Tholib dengan wajah penuh duka.

Namun hingga kini, motor dan ponsel milik Alfan masih belum ditemukan. Sepeda motor Honda Beat yang ia gunakan untuk bekerja dan ponselnya hilang dalam kekacauan itu, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang masih berusaha mencari keadilan. (RK1/Berbagai sumber).

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemnaker Gandeng TikTok, Perkuat Talenta Ekonomi Digital dan Buka Peluang Kerja Baru

16 April 2026 - 16:22 WIB

Bupati Siak Buka Pelatihan Guru RA, Tekankan Pendidikan Berbasis Cinta

16 April 2026 - 12:47 WIB

Haru dan Penuh Makna, BRK Syariah Lepas 12 Pegawai Menuju Tanah Suci

16 April 2026 - 11:19 WIB

Milad ke-33 Dapen Bankriaukepri, Bukti Konsistensi dan Kepercayaan yang Terjaga

15 April 2026 - 18:00 WIB

Menaker: Nyawa Pekerja Tak Boleh Jadi Taruhan, Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja

15 April 2026 - 13:05 WIB

Trending di Nasional