Menu

Mode Gelap
Selamatkan Ribuan Honorer Non ASN, Ini Langkah Terukur dari Pemkab Siak K.H. Muhammad Mursyid Hadiri Milad Muhammadiyah ke-113 di Kuok, Tekankan Pentingnya Ukhuwah dan Peran Ormas untuk Kemajuan Daerah Menampi Dedap Siak Terima Sertifikat Bebas Frambusia dari Kemenkes RI Pulau Terubuk Bersholawat Bersempena Haul Raja Kecik Berjalan Khidmat Billy Yusak Resmi Memimpin BM Kosgoro 1957 Bintan

Nasional

Setelah NasDem, Kini Giliran PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari DPR

badge-check


					Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi Perbesar

Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi

RiauKepri.com, JAKARTA– Partai Amanat Nasional (PAN) resmi menonaktifkan dua anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio dan Surya Utama alias Uya Kuya. Keputusan ini diambil DPP PAN menyusul pernyataan dan aksi keduanya yang memicu kemarahan publik.

Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, menyampaikan bahwa penonaktifan berlaku efektif mulai Senin, 1 September 2025.

“Mencermati dinamika dan perkembangan saat ini, DPP PAN memutuskan untuk menonaktifkan Saudaraku Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dan Saudaraku Surya Utama (Uya Kuya) sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi PAN DPR RI,” ujar Viva Yoga dalam keterangan video yang dirilis pada Ahad (31/8/2025).

Penonaktifan ini dilakukan hanya selang beberapa jam setelah Partai NasDem mengambil langkah serupa terhadap Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, juga karena pernyataan yang dinilai melukai perasaan publik.

Sebelum dinonaktifkan, Eko Patrio sempat menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu (30/8). Dalam video itu, ia didampingi rekannya sesama anggota Fraksi PAN, Sigit Purnomo atau Pasha Ungu.

“Dengan penuh kerendahan hati, saya Eko Patrio menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada masyarakat atas keresahan yang timbul akibat perbuatan yang saya lakukan,” kata Eko.

Senada, Uya Kuya juga menyampaikan permohonan maaf lewat media sosial. Aksinya berjoget di Gedung DPR usai pengumuman kenaikan gaji dan tunjangan anggota dewan menuai kritik luas dari masyarakat.

“Saya Uya Kuya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, tulus dari hati saya yang paling dalam untuk seluruh masyarakat Indonesia atas apa yang terjadi beberapa hari terakhir ini,” ucapnya.

DPP PAN menegaskan bahwa keputusan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan politik partai terhadap aspirasi dan sensitivitas masyarakat. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dua Agenda Krusial SIWO di HPN 2026: SIWO Award 2025 dan Penentuan Porwanas 2027

16 Januari 2026 - 20:14 WIB

Audiensi dengan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Tetap Wartawan

14 Januari 2026 - 07:10 WIB

3 Rumah di Dusun Nadi Bangka Tengah Terseret Arus Banjir, PT TIMAH Tbk Salurkan 300 Paket Sembako untuk Warga Terdampak

13 Januari 2026 - 15:44 WIB

Sepuluh Kepala Daerah dan Tiga Wartawan Raih Trofi Abyakta di HPN 2026

13 Januari 2026 - 14:27 WIB

ASEAN Bersiap Sambut Mata Uang BRICS, Indonesia Berpeluang Jadi Penghubung Perdagangan Regional

12 Januari 2026 - 09:33 WIB

Trending di Nasional