Menu

Mode Gelap
Ketua PWI Tanjungpinang Dorong RSUD RAT Perkuat Keterbukaan Informasi Layanan Kesehatan Sekcam, Lurah, Bersama Warga dan RT 1, 2 dan RW 3, 4, Goro Bersihkan Lokasi TPQ Al Muttaqin Karang Taruna Kota Batam Bersama KPA dan BPJS Kesehatan Gelar Edukasi Bahaya HIV/AIDS, Sosialisasikan BPJS Kesehatan Tumbuhkan Jiwa Patriotisme dan Cinta Tanah Air, Jajaran Polsek Kundur Kibarkan Bendera Merah Putih di Rumah Warga dan Pengendara Bermotor Ambulans untuk IKRAB Duri, Bukti Komitmen CSR BRK Syariah bagi Kesehatan dan Ekonomi Masyarakat Bupati Afni Hadiri Pelantikan IDI, TPP Dokter Siak Masih yang Tertinggi

Lingga

Disdikpora Lingga Matangkan Strategi Tangani Anak Tidak Sekolah dan Berisiko Putus Sekolah

badge-check

Rapat Koordinasi Pendampingan Program Wajib Belajar (WAJAR) 13 Tahun di Ruang VIP Kantor Bupati Lingga. F: Ist Perbesar

Rapat Koordinasi Pendampingan Program Wajib Belajar (WAJAR) 13 Tahun di Ruang VIP Kantor Bupati Lingga. F: Ist

RiauKepri.com, LINGGA – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Lingga menggelar Rapat Koordinasi Pendampingan Program Wajib Belajar (WAJAR) 13 Tahun dengan fokus pada penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Berisiko Putus Sekolah (ABPS). Pertemuan berlangsung di Ruang VIP Kantor Bupati Lingga, Kamis (18/9/2025).

Kepala Disdikpora Lingga dalam sambutannya menegaskan bahwa tantangan pendidikan di wilayah kepulauan cukup kompleks. Faktor geografis yang tersebar di banyak pulau, keterbatasan transportasi, ekonomi, fasilitas pendidikan, listrik, hingga internet menjadi kendala utama yang berdampak pada meningkatnya angka ATS dan ABPS.

“Situasi ini perlu ditangani dengan sinergi lintas sektor agar tidak ada anak yang tertinggal dalam pendidikan,” ujarnya.

Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Lingga juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun kesadaran pendidikan sejak dini. Dukungan serupa disampaikan Ketua Dekranasda Lingga yang berharap program wajib belajar bisa tetap berjalan meski di tengah berbagai keterbatasan.

Rapat koordinasi ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Ketua MKKS, Ketua Forum Anak Muda (FAM), perwakilan PKBM, Kabid PAUD dan PNF, BPMP, Dinas Sosial, Direktorat SMP, Bappeda, DPMD Lingga, hingga Disdukcapil. Kehadiran lintas instansi ini diharapkan mampu menghasilkan langkah konkret dalam menekan angka putus sekolah serta memperluas akses pendidikan di Kabupaten Lingga. (RK10)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dugaan Penganiayaan di Lingga Masih Berjalan, GAM Kepri Ajak Hormati Mekanisme Hukum

17 Mei 2026 - 19:15 WIB

Lahan Sagu Pekaka Lingga, PT CSA Klaim Tak Sengaja, Pemda Minta Hentikan Land Clearing

3 April 2026 - 18:46 WIB

Deforestasi di Lingga Kembali Terjadi, Warga Pekake Angkat Suara

1 April 2026 - 10:41 WIB

Sekda Bintan Tegaskan LHP BPK Jadi Momentum Refleksi Pengelolaan PAD dan Retribusi Daerah

14 Februari 2026 - 07:39 WIB

Pemkab Lingga Matangkan Strategi Layanan Sosial, Fokus Perkuat Program ATENSI 2026

24 Desember 2025 - 06:49 WIB

Trending di Lingga