RiauKepri.com, SIAK – Upaya pencurian benda pusaka di Istana Siak Sri Indrapura berhasil digagalkan petugas Istana Siak, Sabtu malam (21/9/2024) lalu. Pelaku merupakan pasangan suami istri yang nekat membobol situs bersejarah tersebut. Meski peristiwa ini menimbulkan keprihatinan, banyak pihak justru melihatnya sebagai pengingat, Istana Siak bukan sekadar bangunan, tetapi simbol marwah dan harga diri masyarakat Siak.
Insiden ini menggugah kesadaran kolektif bahwa Istana Asserayah Hasyimiah, tempat Tuanku Sultan membangun peradaban Melayu, sedang dalam kondisi memprihatinkan.
Bupati Siak, Afni Zulkifli menanggapi kasus ini dengan nada haru. Dalam pernyataannya, ia mengisahkan kunjungan perdananya ke Istana, hanya tiga hari setelah dilantik sebagai bupati. Di balik kemegahan arsitekturnya, Afni menemukan dinding yang mengelupas, atap bocor, CCTV tak berfungsi, serta pintu dan jendela yang ditutup seadanya dengan papan kayu.
“Kadang kami hanya bisa mengelus dada. Untuk proyek mercusuar bisa kita siapkan anggarannya, tapi untuk menyelamatkan marwah Siak, kita malah abai,” ujarnya lirih, Selasa (23/9/2025).
Tak hanya Istana Siak, kondisi yang lebih parah juga menimpa Istana Peraduan. Namun krisis keuangan daerah membuat upaya revitalisasi belum bisa dilakukan segera. Menurut Afni, dibutuhkan sedikitnya Rp10 miliar untuk memperbaiki istana secara menyeluruh. Sayangnya, anggaran Kabupaten Siak saat ini sangat terbatas.
“Siak sekarang betul-betul tidak punya anggaran. Hutang masih banyak, efisiensi sudah dilakukan besar-besaran. Kita benar-benar sedang berhemat demi menyelamatkan fiskal,” katanya.
Meski begitu, harapan belum padam. Pemerintah Kabupaten Siak telah mengundang Komisi VII DPR RI untuk melihat langsung kondisi Istana. Beberapa anggota legislatif sudah hadir dan berjanji akan mengawal usulan bantuan dari APBN.
Afni menegaskan bahwa penyelamatan Istana Siak adalah prioritas. Ia berjanji, meskipun proyek lain mungkin ditunda, revitalisasi Istana akan tetap diupayakan.
“Kalau APBN belum juga turun, paling lambat kami anggarkan di APBD murni 2026. Mudah-mudahan sudah mulai dikerjakan di tahun yang sama,” ujarnya.
Afnibmenutup pernyataannya dengan harapan agar warisan Tuanku Sultan tetap terjaga. “Ini bukan semata warisan sejarah. Ini kehormatan kita, marwah Siak, bahkan Riau. Semoga kita tidak terlambat menjaga warisan Tuanku, demi merawat tuah dan menjaga marwah,” ujarnya. (RK1/)








