Menu

Mode Gelap
Sekda Ronny Kartika Paparkan Indeks Profesionalitas ASN pada Latsar CPNS Bintan Angkatan XXI Pencarian Korban Lompat dari Kapal Dumai Line Dihentikan? Pengembangan Kasus, Polsek Bukit Batu Ringkus Dua Pengedar Sabu di Dumai Kemnaker Gandeng TikTok, Perkuat Talenta Ekonomi Digital dan Buka Peluang Kerja Baru Komitmen Tanpa Kompromi: Polres Bengkalis Gencarkan Perang Narkoba, Desa Jangkang Jadi Pelopor Kampung Bersih dari Narkoba Bupati Siak Buka Pelatihan Guru RA, Tekankan Pendidikan Berbasis Cinta

Minda

Bunga Rampai Pembentukan Kab. Kuantan Singingi (2): Soegianto Mundur, Ruchiyat Mulai Melunak

badge-check


					Bunga Rampai Pembentukan Kab. Kuantan Singingi (2): Soegianto Mundur, Ruchiyat Mulai Melunak Perbesar

*) Catatan Ringan Sahabat Jang Itam

 

AKSI Aliansi Reformasi Indonesia (ARI) rupanya membawa perubahan besar dalam dunia perpolitikan di Kabupaten Indragiri Hulu. Tuntutan ARI direspon. Ketua DPRD Indragiri Hulu Soegianto mundur dari jabatannya.

Sebelum mundur dari jabatannya Soegianto sempat dikerjai oleh mahasiswa asal Indragiri Hulu yang menginap di Wisma Narasinga. Waktu ikut pertemuan di Gedung Daerah Jalan Diponegoro Pekanbaru ban mobil dinasnya dikempeskan. Tak tanggung empat ban mobilnya dikempeskan sekaligus.

Sejak aksi itu, Bupati Indargiri Hulu Ruchiyat Saefuddin mulai bersih-bersih di kabinetnya. ARI lega. Salah satu tuntutan mereka dipenuhi. ARI melakukan syukuran sederhana di Wisma Narasinga yang telah mereka duduki.

Cukup dengan nasi ramas yang sengaja dibeli oleh Jang Itam dengan honda Tornado BM 5184 BB. Ternyata nasi yang dibeli Jang Itam ini kurang, Nuzul dengan astrea star BM 5132 AA membeli nasi tambahan di Rumah Makan Baringin Jalan Pattimura – Gobah, Pekanbaru.

Bagi mahasiswa nasi bungkus waktu itu sudah mewah. Sebab, di Wisma Narasinga mereka hanya makan indomie dan buah papaya yang ada di belakang wisma tersebut. Buah papaya itu menjadi santapan jika nasi bungkus terlambat datang.

Pengganti Soegianto
SOEGIANTO digantikan oleh Sudirman M. Kass, B.A dari Partai Golkar. Pria berpenampilan sederhana kelahiran Sentajo ini mendapat dukungan penuh dari anggota DPRD Ruchiyat Saefuddin, terutama yang berasal kecamatan calon Kabupaten Kuantan Singingi.

Sudirman M. Kass punya andil besar dalam mendukung perjuangan pemekaran Kuantan Singingi menjadi kabupaten. Bersama anggota DPRD Indragiri Hulu asal Kuantan Singingi lainnya seperti Sukarmis, Mansyur Furdi, Syariful Anwar, Syaifullah Arianto, Arifin Jais, Buslinar Ary dan lainnya mereka memperjuangkan pemekaran Kuantan Singingi jadi kabupaten. Dan, perjuangan mereka tidak sia-sia.

Syaifullah Aprianto yang akrab disapa Yan Tembak termasuk wakil rakyat yang paling vokal memperjuangkan terbentuknya Kuantan Singingi sebagai kabupaten. Saking vokalnya, rekan-rekan wartawan mengelarinya “Singa Kuantan. Aumannya keras, bicaranya lantang, ceplas ceplos. Tanpa tending alang-aling.

Ibarat sendiwara, Yan Tembak adalah pameran utama dengan Sudirman M. Kass (Ketua DPRD) dan Syariful Anwar (Wakil Ketua DPRD) sebagai sutradara dan asisten sutradara. Mereka menguasai “panggung” DPRD. Mungkin factor umur yang masih muda, darah mudanya selalu bergejolak.

Kevokalan Yan Tembak sulit ditandingi. Sayang tidak banyak di antara wartawan yang berani mengutip pernyataannya untuk dimuat di media tempat mereka bekerja. Nengapa? Mungkin bisa kepada Urdianto Paboun – mantan wartawan Mingguan UTUSAN dan Pekanbaru Pos.

Seorang teman perjuangan semasa di ARI, Sumra Hardi dari Peranap mengibaratkan Yan Tembak seperti Rocky Gerung diwaktu yang berbeda. Yan Tembak berani mengkritik Ruchiyat sementara Rocky Gerung mengkritik pemerintahan Prabowo – Gibran dengan jargon dungunya yang sangat terkenal itu.

Darah politik memang mengalir dalam diri Yang Tembak. Ayahnya Hamzah ketika masih hidup tidak pernah lepas dari radio. Bahkan diusia tuanya, radio itu menjadi teman akrabnya selain cucunya sendiri.

Kendati pendengarannya sudah mulai berkurang karena factor “U”, radio kesayanganya itu selalu menempel dekat telinga orang tua yan tembak. Saya pernah menyaksikan itu.

Ruchiyat Melunak

LALU bagaimana Ruchiyat menyikapi kemunduran Soegianto? Ia mulai berubah. Pernyataan di media cetak pun melunak. Tak segarang ketika menanggapi aksi ARI waktu demo. Tak ada lagi pernyataannya yang menyebut: aksi mahasiswa lebih dasyat dari desingan peluru.

Pimpinan Redaksi Tabloid Serantau terbitan Pekanbaru, Drs. Indrasal menulis satu halaman penuh tentang tanggapan Ruchiyat terkait aksi demo yang dilakukan ARI. Indrasal yang lahir di Desa Pulau Aro , Kecamatan Kuantan Tengah tahun 1958, Indrasal meninggal mendadak akibat serangan jantung di tempat dia mengabdi di kampus Unri Panam Pekanbaru.

Selain Indrasal, wartawan yang sering memberitakan perjuangan pemekaran kabupaten Kuantan Singingi adalah wartawan Pekanbaru Pos dan Mingguan Utusan Urdianto Paboun asal Kuantan Mudik dan wartawan Media Riau Bastian dan Reflizar.

Ketua IPMAKUSI Apriadi dan Mardianto Manan alias MM menjadi narasumber dikalangan mahasiswa dan pemuda. MM adalah narasumber yang pendapatnya selalu muncul di harian Pekanbaru Pos dan Mingguan Utusan.

MM dulu sudah vocal seperti sekarang ini. Sahabarnya Syariful Adnan alias Jang Itam menyebut MM hanya takut pada seseorang yang saat itu masih kuliah di UGM Yogjakarta. Sekarang sudah menjadi istrinya. Namanya Tien Triani Sattah.

Tanpa takut MM mengkritisi Ruchiyat Saefuddin. Bersama “tentara” IPERPPA, Jang Itam, Nardi T Usman, Marwan, Amirul Amri, Gepeng mereka membakar rumah bordil di Pangian. Keberanian MM dulu dengan sekarang tak jauh beda.

“Dari dulu sampai sekarang berat badan MM tak pernah mencapai 50 Kg. Yang berubah cuma rambutnya sudah memutih seiring usianya yang sudah mendekati kepala enam,” ujar Amirul Amri yang akrab disapa Budi Pulau Dore.

Motor Wing Bakaruddin

DALAM buku Sejarah Pembentukkan Kabupaten Kuantan Singingi nama Bakaruddin nyaris tidak ada. Padahal surat-surat dari panitia pemekaran Kabupaten Kuantan Singingi dari Pekanbaru untuk pejabat Indragiri Hulu asal Kuantan Singingi dititip melalui dia.

PNS yang bertugas di Mess Indragiri Hulu di Gobah asal Desa Tebarau Panjang ini dengan setia mengantar dan menitip surat melalui travel atau pegawai Indragiri Hulu jurusan Pekanbaru-Rengat.

Dia wira-wiri dengan motor winknya mengantar surat rapat pembentukkan Kabupaten Kuantan Singingi kepada tokoh masyararakat Kuantan Singingi yang tinggal di Pekanbaru. “Saya tukang antar undangan yang tidak pernah diundang,” ujarnya tergelak.

Motor wing itu pula sering dipinjam M. Dunir mahasiswa IAIN asal Kecamatan Kuantan Mudik ketika mengantar surat undangan. M. Dunir pernah menjadi anggota DPRD Riau dari PKB. Jika motor Jang Itam dan Nuzul dipakai atau rusak, honda wing Bakaruddin sering dipinjam untuk mengantar surat.

Bakaruddin juga sering menjadi “korban” kejahilan. Motornya dipinjam, duitnya juga diminta untuk beli bensin dan nasi bungkus. Tapi dia tetap tersenyum.

“Saya mau marah sebenarnya tapi melihat kalian tak ada duit saya tak tega juga,” Begitulah Bakaruddin menasehati mahasiswa yang sering minjam honda wingnya.

Bakaruddin, jasamu tak mungkin dilupakan. Walau namamu tak ada dalam Buku Sejarah Pembentukkan Kabupaten Kuantan Singing itu (Bersambung)

 

Tanjungpinang, 3 Oktober 2025.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Siak Buka Pelatihan Guru RA, Tekankan Pendidikan Berbasis Cinta

16 April 2026 - 12:47 WIB

Dekarbonisasi Industri Migas: Strategi Transisi Menuju Net Zero Emission 2050

15 April 2026 - 08:15 WIB

10 Nama Lolos Administrasi Calon Direktur BSP, Lanjut UKK di Jakarta

14 April 2026 - 11:43 WIB

Gerindra Puji Bupati Siak, Minta Kepala Daerah Lain Meniru

14 April 2026 - 07:56 WIB

Kolaborasi PT BSP dan World Cleanup Day Riau Tanam 2.000 Pohon di Kampung Dosan

12 April 2026 - 16:26 WIB

Trending di Riau