Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Riau

Bupati Afni: Gaji Pegawai Harus Jadi Prioritas, Gaji Saya Bayar Terakhir

badge-check

Bupati Siak Afni Zulkifli. Perbesar

Bupati Siak Afni Zulkifli.

RiauKepri.com, SIAK- Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, menyoroti keterlambatan pembayaran gaji pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non-ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak. Ia meminta seluruh jajaran terkait memastikan gaji dibayarkan tepat waktu.

“Saya sering mendapat keluhan tentang keterlambatan gaji pegawai. Untuk itu, saya sudah memberikan arahan kepada Sekda, Kepala BKD, dan seluruh OPD agar hal ini tidak terjadi lagi,” ujar Afni dalam keterangannya, Sabtu (5/10/2025).

Afni menegaskan, Badan Keuangan Daerah (BKD) wajib memprioritaskan pembayaran gaji pegawai, apapun kondisi keuangan daerah. “Karena setiap rumah tangga perlu perencanaan keuangan. Kalau terlambat, bisa banyak mudaratnya,” katanya.

Untuk mengantisipasi keterlambatan, Afni juga meminta agar setiap kendala keuangan yang muncul mendekati tanggal pembayaran gaji segera dilaporkan kepada pimpinan agar solusi bisa dicari dengan cepat dan tepat.

Secara khusus, Afni juga menyampaikan bahwa gajinya sebagai bupati dibayar terakhir, setelah seluruh pegawai menerima gaji.

“Jika gaji saya terlambat, berarti masih ada pegawai yang belum gajian. Dengan begitu, tidak akan ada keluhan karena pemimpinnya juga belum menerima gaji,” ungkap mantan wartawan itu.

Selain soal gaji, Bupati Afni juga menyinggung masalah kedisiplinan dan efisiensi anggaran. Ia meminta para kepala OPD melakukan pengawasan ketat terhadap kinerja bawahannya. “Banyak temuan pegawai yang jarang masuk kerja atau tidak berada di tempat. Ini harus ditertibkan,” katanya.

Bupati perempuan pertama di Siak itu mengingatkan adanya kemungkinan penurunan dana transfer dari pemerintah pusat tahun depan. Sementara itu, belanja pegawai Siak sudah menembus Rp1,1 triliun per tahun atau sekitar 50 persen dari total APBD Siak yang berada di kisaran Rp2 triliun.

“Ini sudah sangat tidak sehat. Ketentuannya hanya boleh maksimal 30 persen. Jika tidak dikendalikan, ini bisa menjadi ancaman serius bagi fiskal daerah,” ungkap Afni.

Menghadapi kondisi ini, Afni mendorong seluruh kepala OPD untuk bekerja lebih inovatif dan proaktif dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menjemput anggaran dari APBN.

“Seluruh ASN harus ikut terlibat dalam menjaga ruang fiskal daerah agar tetap sehat demi kemaslahatan rakyat,” ujar. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Syamsuar Kehilangan Guru Sekaligus Mantan Atasan, Arwin Tetap Mendampinginya hingga ke Panggung Politik Riau

31 Okt 2026 - 09:41 WIB

Syamsuar Kehilangan Guru Sekaligus Mantan Atasan, Arwin Tetap Mendampinginya hingga ke Panggung Politik Riau

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Berduka, Kehilangan Sosok yang Selalu Menguatkannya

31 Okt 2026 - 08:46 WIB

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Berduka, Kehilangan Sosok yang Selalu Menguatkannya

Telor Pemuda

31 Okt 2026 - 05:21 WIB

Telor Pemuda

Land Cruiser Tabrak Rombongan Pengendara Motor, Satu Pelajar Siak Tewas

30 Okt 2026 - 16:37 WIB

Land Cruiser Tabrak Rombongan Pengendara Motor, Satu Pelajar Siak Tewas

Perkuat Kepastian Hukum, BSP Tandatangani MoU dengan Kejati Riau

30 Okt 2026 - 14:41 WIB

Perkuat Kepastian Hukum, BSP Tandatangani MoU dengan Kejati Riau
Trending di Bisnis